Bulan Bung Karno di Banjar Pecah, Jalan Sehat dan Jaipong Jadi Magnet
- account_circle redaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ratusan warga bersama kader PDI Perjuangan mengikuti senam, jalan sehat, dan tari Jaipong pada peringatan Bulan Bung Karno di Kota Banjar, Minggu (28/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kawasan Area Dobo Kuliner, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, berubah menjadi lautan merah pada Minggu pagi (28/6/2026). Ratusan warga bersama kader dan simpatisan PDI Perjuangan memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno, mulai dari senam bersama, jalan sehat, hingga pertunjukan tari Jaipong.
Kegiatan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Banjar bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat itu tidak hanya menghadirkan suasana meriah, tetapi juga membawa pesan pendidikan politik, kebangsaan, dan pelestarian budaya.
Sejak pukul 06.00 WIB, peserta mulai berdatangan. Sebagian mengenakan atribut merah khas partai, sementara warga lainnya hadir dengan pakaian olahraga santai. Area kuliner yang biasanya dipenuhi pengunjung akhir pekan tampak berubah menjadi ruang kebersamaan yang penuh semangat dan keakraban.
Pendidikan Politik yang Dikemas Lebih Membumi
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjar, Nanan Suryana, mengatakan bahwa kegiatan Bulan Bung Karno tahun ini sengaja dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan politik tidak harus selalu berlangsung di ruang seminar atau forum formal. Melalui olahraga, kebudayaan, dan kebersamaan, masyarakat dapat memahami nilai perjuangan, gotong royong, dan persatuan yang diwariskan Bung Karno,” ujarnya.
Menurut Nanan, peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali perjuangan Ir. Soekarno dalam membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
Ia menegaskan bahwa nilai nasionalisme, persatuan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa harus terus dirawat di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Senam dan Jalan Sehat Satukan Berbagai Kalangan
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kelompok usia. Iringan musik yang energik membuat suasana semakin hidup. Tidak sedikit peserta yang datang bersama keluarga, sehingga kegiatan tersebut berubah menjadi ajang silaturahmi masyarakat.
Setelah sesi senam selesai, peserta melanjutkan kegiatan jalan sehat mengelilingi kawasan sekitar Area Dobo Kuliner. Sepanjang rute perjalanan, peserta terlihat saling menyapa, bercengkerama, dan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Beberapa pedagang di sekitar lokasi juga merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Sejumlah lapak makanan dan minuman tampak dipadati pembeli sejak pagi hari.
Tari Jaipong Jadi Penutup yang Menghibur
Suasana semakin meriah ketika pertunjukan tari Jaipong mulai digelar. Irama kendang dan musik tradisional Sunda langsung menarik perhatian masyarakat yang memadati area acara.
Penampilan para penari berhasil menghidupkan suasana sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan budaya Sunda kepada generasi muda yang hadir. Tepuk tangan dan sorakan penonton beberapa kali terdengar selama pertunjukan berlangsung.
Bagi penyelenggara, kehadiran seni tradisional dalam rangkaian Bulan Bung Karno memiliki makna tersendiri. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa tidak dapat dipisahkan dari identitas kebudayaan nasional.
Semangat Bung Karno dalam Ruang Publik
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat begitu kuat. Warga dari berbagai latar belakang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai dengan antusias.
DPC PDI Perjuangan Kota Banjar berharap pendidikan politik yang dikemas secara sehat, edukatif, dan menghibur dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi serta memperkuat rasa persatuan.
Lebih dari sekadar senam, jalan sehat, dan pertunjukan seni, kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai perjuangan Bung Karno masih dapat dihadirkan dalam ruang publik dengan cara yang lebih membumi, lebih dekat, dan lebih mudah diterima masyarakat.
Sebab pada akhirnya, semangat kebangsaan tidak hanya hidup di podium pidato, tetapi juga tumbuh dari langkah kaki bersama, tawa warga, dan kebersamaan yang terjaga. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar