Di Antara Nisan Pahlawan, Ada Pesan Penting untuk Polri
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolresta Tasikmalaya Kombes Pol Andi Purwanto memimpin upacara ziarah dan tabur bunga di TMP, Rabu(24/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deretan batu nisan berdiri tenang di bawah langit pagi Kota Tasikmalaya. Angin bergerak perlahan di antara pepohonan yang menaungi Taman Makam Pahlawan Kusumah Bangsa. Namun suasana yang tampak hening itu menyimpan makna yang jauh lebih besar.
Menjelang Hari Bhayangkara 2026, peringatan HUT Bhayangkara ke-80 dan momentum refleksi pengabdian Polri, jajaran Polresta Tasikmalaya memilih memulai rangkaian peringatannya dengan cara yang sederhana tetapi sarat pesan: ziarah dan tabur bunga kepada para pahlawan.
Rabu (24/6/2026), Kapolresta Tasikmalaya Kombes Pol Andi Purwanto memimpin langsung upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan Kusumah Bangsa sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Ketika Hari Bhayangkara Menjadi Momen Mengingat Jasa Pendahulu
Bagi sebagian orang, Hari Bhayangkara identik dengan upacara, perlombaan, atau kegiatan seremonial lainnya.
Namun di balik berbagai agenda tersebut, terdapat pesan yang tidak kalah penting, yaitu mengenang akar pengabdian yang menjadi fondasi institusi Polri hingga saat ini.
Karena itu, ziarah pahlawan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peringatan Hari Bhayangkara.
Langkah tegap para personel yang memasuki area taman makam pagi itu bukan sekadar rangkaian protokoler. Mereka datang membawa penghormatan, rasa terima kasih, dan kesadaran bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan generasi sebelumnya.
Suasana khidmat semakin terasa ketika doa bersama dipanjatkan. Setelah itu, Kapolresta Tasikmalaya bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tasikmalaya melakukan tabur bunga di pusara para pahlawan.
Setiap bunga yang jatuh di atas makam menjadi simbol penghormatan terhadap jasa yang tidak mungkin terbalaskan.
Dari Taman Makam Pahlawan hingga Makam Mantan Kapolri
Rangkaian penghormatan tidak berhenti di Taman Makam Pahlawan.
Setelah prosesi selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam Jenderal Purnawirawan Banurusman Astrosemitro di kawasan Cibeuti, Kecamatan Kawalu.
Nama Banurusman Astrosemitro memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia karena pernah memimpin institusi tersebut sebagai Kapolri.
Di lokasi itu, Kapolresta kembali memimpin ziarah dan tabur bunga.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang institusi Polri dibangun oleh banyak tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk negara.
Karena itu, mengenang para pendahulu bukan hanya soal menghormati sejarah. Lebih jauh, hal itu menjadi cara untuk menjaga nilai-nilai pengabdian agar tetap hidup dalam setiap generasi.
Pengabdian yang Harus Terus Dijaga
Kapolresta Tasikmalaya Kombes Pol Andi Purwanto menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar agenda rutin tahunan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk merawat ingatan sekaligus meneladani semangat para pahlawan dan tokoh Polri yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
Ia mengingatkan bahwa setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai tersebut dalam tugas sehari-hari.
Mulai dari menjaga keamanan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, hingga menjalankan amanah jabatan dengan penuh integritas.
Pesan tersebut terasa relevan di tengah tantangan yang semakin kompleks.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan aparat yang profesional. Mereka juga membutuhkan aparat yang mampu bekerja dengan hati, menjaga kepercayaan publik, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Karena itu, semangat pengabdian yang diwariskan para pendahulu harus terus menjadi kompas dalam menjalankan tugas.
Hari Bhayangkara dan Refleksi untuk Masa Depan
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya berbicara tentang usia institusi.
Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilalui sekaligus menyiapkan langkah ke depan.
Di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika masyarakat yang terus bergerak, nilai dasar pengabdian tetap menjadi fondasi utama.
Karena itulah, ziarah pahlawan memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar tradisi.
Kegiatan tersebut mengingatkan bahwa setiap pencapaian hari ini berdiri di atas perjuangan yang telah dilakukan oleh generasi sebelumnya.
Dan setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan itu agar tetap hidup.
Pahlawan mungkin telah beristirahat di balik batu nisan. Namun semangat mereka tidak pernah benar-benar pergi. Selama masih ada yang mengingat, meneladani, dan meneruskan pengabdian mereka, perjuangan itu akan terus hidup dalam setiap langkah yang diambil untuk melayani bangsa dan masyarakat. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar