Kapolres Cup Kicau Mania Sedot Peserta Lintas Kota
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Cup Kicau Mania Ledakan 14 Kelas, Minggu (21/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kapolres Cup Kicau Mania menjadi magnet bagi para pencinta burung berkicau dari berbagai daerah. Ajang Kicau Mania Tasikmalaya yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 itu tidak hanya dipadati peserta lokal, tetapi juga menarik perhatian penghobi burung dari Bandung, Cilacap, Ciamis, Banjar, Pangandaran, hingga Garut.
Sejak pagi buta, arena gantangan sudah ramai. Suara kicauan yang bersahut-sahutan berpadu dengan sorak penonton yang memenuhi lokasi perlombaan. Ketika murai batu mengeluarkan tembakan panjang, suasana seketika memanas dan membuat adrenalin peserta meningkat.
Sebanyak 14 kelas dipertandingkan dalam ajang yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026) tersebut. Namun, kelas Murai Batu muda dan dewasa menjadi perhatian utama karena dikenal sebagai kelas paling bergengsi di kalangan Kicau Mania.
Peserta Lintas Daerah Padati Arena Sejak Subuh
Antusiasme peserta terlihat sejak matahari belum sepenuhnya terbit. Gantangan penuh sesak dan suasana kompetisi terasa hidup sejak kelas pertama dimulai.
Selain peserta dari Tasikmalaya, sejumlah penghobi burung dari berbagai kota di Jawa Barat hingga Jawa Tengah turut hadir untuk menguji kualitas burung andalan mereka.
Ketukan palu juri dan teriakan dukungan dari peserta membuat atmosfer perlombaan semakin semarak. Karena itu, Kapolres Cup Kicau Mania tahun ini menjadi salah satu ajang yang paling ramai di Priangan Timur.
Di sisi lain, kehadiran peserta dari luar daerah juga menunjukkan bahwa Tasikmalaya semakin diperhitungkan dalam peta kompetisi burung berkicau nasional.
Kapolres Tasikmalaya Ingin Ajang Ini Jadi Agenda Tahunan
Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama hadir langsung menyaksikan jalannya perlombaan. Ia mengaku terkesan dengan besarnya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, Kapolres Cup Kicau Mania menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polres Tasikmalaya dengan masyarakat, khususnya para penggemar burung berkicau.
“Kita berharap ini menjadi sinergi yang bagus antara Polres Tasikmalaya, pihak penyelenggara, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir,” ujar AKBP Wahyu Pristha Utama.
Melihat tingginya animo peserta, Kapolres memastikan kegiatan tersebut akan terus berlanjut.
“Insyaallah akan kita laksanakan secara rutin sehingga menjadi agenda tahunan. Para pencinta burung sudah bisa mencatat jadwal dan bersiap menyambut Kapolres Cup tahun depan,” katanya.
Karena itu, ajang tersebut berpotensi menjadi salah satu kalender tahunan yang ditunggu para Kicau Mania di Priangan Timur.

Kapolres Cup Kicau Mania Ledakan 14 Kelas, Minggu (21/6/2026).
Murai Batu Jadi Kelas Paling Bergengsi
Di antara 14 kelas yang dipertandingkan, Murai Batu muda dan dewasa menjadi kelas yang paling menyita perhatian.
Setiap kali burung mengeluarkan variasi lagu dan tembakan panjang, penonton langsung memberikan respons meriah. Bahkan, suasana di sekitar gantangan sempat bergemuruh ketika beberapa peserta unggulan tampil.
Ketua Umum Saduluran Murai Sukapura (SMS), H. Ijang Suryana, mengaku bangga atas dukungan yang diberikan Polres Tasikmalaya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Kapolres Cup Kicau Mania merupakan kehormatan besar bagi komunitas pencinta burung di Tasikmalaya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung dan menjadi tradisi tahunan yang semakin besar dari waktu ke waktu.
Ajang Hobi Sekaligus Membuka Peluang Ekonomi
Di balik persaingan yang berlangsung sengit, Kapolres Cup Kicau Mania juga membawa berkah bagi peternak dan pedagang burung.
Ade atau yang akrab disapa Pak Oyon dari Kota Tasikmalaya turut membawa burung dagangannya untuk diuji dalam arena gantangan SMS.
Meski burung tersebut sudah beberapa kali turun dalam kompetisi tingkat nasional, penampilannya di Tasikmalaya menjadi pengalaman perdana.
Ia berharap performa burungnya tetap stabil sehingga semakin diminati para penghobi dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut turut menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha yang bergerak di bidang perburungan.
Priangan Timur Punya Festival Kicau yang Dinanti
Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini menjadi modal penting bagi Kapolres Cup Kicau Mania untuk berkembang lebih besar.
Dengan dukungan komunitas dan antusiasme peserta yang terus meningkat, ajang tersebut berpeluang menjadi festival hobi terbesar di Priangan Timur.
Bagi para Kicau Mania, agenda ini bukan sekadar perlombaan. Lebih dari itu, Kapolres Cup menjadi ruang silaturahmi, tempat berbagi pengalaman, sekaligus panggung untuk menunjukkan kualitas burung terbaik.
Ketika suara murai batu mampu menyatukan penghobi dari berbagai kota, Kapolres Cup Kicau Mania bukan lagi sekadar lomba, melainkan perayaan persaudaraan yang terus berkicau dari Tasikmalaya untuk Priangan Timur. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar