Sambut HUT Bhayangkara, Polres Garut Bagikan Sembako
- account_circle redaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kasat Lantas Polres Garut Bagikan Sembako kepada Warga, Minggu (21/6/2026). (Foto:Kasat Lantas Polres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat Bakti Sosial Polres Garut atau aksi kepedulian Polri untuk masyarakat kembali terlihat menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Melalui pembagian paket sembako kepada warga, Polres Garut ingin menghadirkan wajah kepolisian yang tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Tegal Malaka, Kabupaten Garut, Minggu (21/6/2026). Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono, S.H., M.M., C.H.R.A., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran personel.
Di tengah berbagai aktivitas masyarakat pada akhir pekan, kehadiran anggota kepolisian dengan membawa paket bantuan menjadi pemandangan yang mendapat sambutan hangat dari warga sekitar.
Hari Bhayangkara Jadi Momentum Menguatkan Kepedulian
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Sebaliknya, Polres Garut memilih menghadirkan rangkaian kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Karena itu, pembagian paket sembako menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang ingin terus diperkuat.
Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan yang mampu memperkuat rasa kebersamaan.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan dengan masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian sosial serta menumbuhkan semangat gotong royong antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.
Tidak Hanya Berbagi Sembako, Warga Diajak Peduli Lingkungan
Selain menyalurkan bantuan kepada masyarakat, personel Satlantas Polres Garut juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Ajakan tersebut mencakup pemeliharaan fasilitas umum dan tempat ibadah agar tetap bersih, sehat, serta nyaman digunakan bersama.
Dengan demikian, kepedulian sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi juga tumbuh menjadi budaya gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Di sisi lain, lingkungan yang bersih dan harmonis diyakini mampu menciptakan kehidupan sosial yang lebih sehat dan nyaman.
Kehadiran Polisi di Tengah Warga Perkuat Kepercayaan Publik
Suasana hangat terlihat ketika personel Polres Garut berinteraksi dengan masyarakat. Warga menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan memberikan respons positif atas kepedulian yang ditunjukkan jajaran kepolisian.
Momentum seperti ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara Polri dan masyarakat.
Karena itu, semangat “Polri untuk Masyarakat” terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi warga.
Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum. Sebaliknya, hubungan yang harmonis juga tumbuh melalui kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat.
Hari Bhayangkara Bukan Sekadar Perayaan
Bagi Polres Garut, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, aksi sosial sederhana seperti pembagian sembako mampu menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran aparat keamanan tidak hanya dirasakan ketika terjadi gangguan kamtibmas, melainkan juga dalam berbagai kegiatan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat itu, Polres Garut berharap sinergi yang telah terbangun bersama masyarakat dapat terus terjaga dan semakin kuat pada masa mendatang.
Kepercayaan tidak lahir dari kata-kata semata, melainkan tumbuh dari kepedulian yang hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar