Layanan Pertama di Priangan Timur, Stroke Bisa Ditangani Cepat
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim medis RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya menangani pasien stroke akut melalui layanan trombolisis dan Code Stroke, Sabtu (20/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Harapan sempat memudar ketika seorang pasien stroke datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya dengan kondisi tidak mampu berbicara dan hampir tidak memberikan respons. Namun, sekitar satu jam setelah mendapatkan terapi trombolisis stroke, kondisi pasien mulai membaik.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti efektivitas layanan trombolisis stroke atau terapi pelarut sumbatan pembuluh darah otak yang kini tersedia di RSUD KHZ Musthafa. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya itu bahkan menjadi yang pertama di wilayah Priangan Timur yang menyediakan layanan tersebut melalui sistem penanganan terpadu bernama Code Stroke.
Di balik bunyi monitor medis dan aktivitas petugas yang bergerak cepat di ruang gawat darurat, waktu menjadi faktor yang paling menentukan. Sebab, setiap menit yang terlewat dapat memengaruhi peluang kesembuhan pasien.
Berpacu dengan Waktu pada Masa Emas Stroke
Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengatakan pihaknya hingga kini telah menangani tiga pasien stroke dengan metode trombolisis dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Menurutnya, stroke akibat sumbatan pembuluh darah memerlukan penanganan secepat mungkin. Karena itu, rumah sakit membangun sistem yang memungkinkan seluruh tim bergerak secara serempak.
“Penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin. Dengan trombolisis, sumbatan pembuluh darah bisa dihancurkan sehingga aliran darah kembali normal. Peluang kesembuhan pasien akan jauh lebih besar apabila pasien datang dalam beberapa jam pertama sejak gejala muncul,” ujarnya.
Selain dokter spesialis saraf, sistem tersebut melibatkan dokter bedah saraf, dokter IGD, perawat, radiologi, laboratorium, hingga farmasi.
Berbagai pelatihan dan simulasi pun telah dilakukan. Di samping itu, rumah sakit juga telah menyediakan obat trombolitik sebagai komponen utama terapi.
“RSUD KHZ Musthafa menjadi rumah sakit pertama di Priangan Timur yang membuka layanan trombolisis sebagai bagian dari pelayanan stroke akut kepada masyarakat,” katanya.
Tim Code Stroke Bergerak dalam Hitungan Menit
Ketika pasien tiba di IGD, petugas langsung melakukan identifikasi awal dalam waktu kurang dari 10 menit.
Selanjutnya, pasien menjalani pemeriksaan CT Scan untuk memastikan adanya sumbatan pembuluh darah di otak. Setelah diagnosis ditegakkan, pasien segera dibawa ke Stroke Corner untuk mendapatkan terapi sesuai indikasi medis.
“Begitu pasien datang, tim langsung bergerak cepat mulai dari IGD, CT Scan hingga pemberian terapi. Semua tahapan sudah memiliki alur yang jelas,” jelas dr. Eli.
Dokter Spesialis Neurologi RSUD KHZ Musthafa, dr. Bili Muchamad Ramdani, mengungkapkan salah satu pasien yang ditangani datang pada dini hari, 17 Juni 2026, dengan gejala kelemahan anggota gerak sebelah kanan disertai penurunan kesadaran.
Suasana dini hari di rumah sakit masih relatif tenang. Namun, begitu pasien tiba, Tim Code Stroke langsung aktif.
Dalam waktu kurang dari 30 menit, seluruh pemeriksaan dan penilaian selesai dilakukan.
“Setelah obat trombolisis diberikan, perbaikannya sangat signifikan. Dalam satu sampai dua jam, fungsi tubuh pasien biasanya mulai menunjukkan perubahan,” ujar dr. Bili.
Menurutnya, terapi tersebut umumnya dapat diberikan kepada pasien yang memenuhi kriteria medis tertentu serta datang pada masa emas penanganan stroke atau golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
Rasa Syukur Keluarga Pasien
Nia, keluarga pasien asal Kecamatan Leuwisari, mengaku sempat panik ketika ayahnya mengalami stroke dan tidak mampu berbicara.
Ia mengatakan dokter kemudian menjelaskan bahwa terdapat sumbatan pembuluh darah di otak yang harus segera ditangani.
“Awalnya ayah saya tidak bisa bicara dan hampir tidak merespons sama sekali. Alhamdulillah, setelah ditangani dengan cepat di RSUD KHZ Musthafa, sekitar satu jam kemudian beliau sudah mulai bisa berbicara dan mengobrol kembali,” katanya.
Kisah serupa juga dialami seorang pasien perempuan berusia 35 tahun asal Kecamatan Ciawi yang pernah mengalami stroke sebanyak dua kali dalam lima tahun terakhir.
Ia mengaku sempat mengira tidak akan sadar kembali.
“Alhamdulillah, setelah diberikan obat, saya kembali sadar. Sekitar satu jam kemudian kondisi saya jauh lebih baik,” tuturnya.
Kesigapan Keluarga Menjadi Penentu
Dokter Spesialis Saraf RSUD KHZ Musthafa, dr. Indra Gunawan, menegaskan keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tenaga medis.
Menurutnya, kesigapan keluarga membawa pasien ke rumah sakit merupakan salah satu kunci utama keberhasilan penanganan.
Di sisi lain, sistem Code Stroke yang diterapkan rumah sakit memungkinkan seluruh tenaga kesehatan bersiaga selama 24 jam.
“Code Stroke menjadi salah satu kunci penyelamatan pasien. Semua tim bersiaga untuk memberikan pelayanan secepat mungkin,” katanya.
Keberhasilan layanan trombolisis tersebut sejalan dengan penguatan layanan penyakit katastropik yang terus didorong Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA.
Kini, masyarakat Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur tidak perlu lagi pergi jauh untuk mendapatkan penanganan stroke akut sesuai standar medis.
Sebab, dalam kasus stroke, waktu bukan sekadar hitungan jam.
Waktu adalah kesempatan untuk kembali berbicara, kembali bergerak, dan kembali menjalani hidup bersama orang-orang yang dicintai.
Saat stroke menyerang, setiap menit adalah harapan. Dan bagi sebagian pasien, satu jam bisa menjadi awal untuk mendapatkan hidupnya kembali. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar