Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » RSIA Tasikmalaya: Keluarga Kuat Cegah Kekerasan

RSIA Tasikmalaya: Keluarga Kuat Cegah Kekerasan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Ketahanan keluarga dan penguatan keluarga kembali menjadi perhatian dalam dialog terbuka yang digelar di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA). Tema tersebut dinilai penting karena keluarga yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi sehat, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

Di sela-sela kegiatan, suasana diskusi berlangsung hangat. Sejumlah peserta tampak antusias mengangkat tangan untuk menyampaikan pengalaman yang mereka jumpai di lingkungan sekitar. Ada yang menanyakan cara mencegah kekerasan terhadap anak, sementara peserta lainnya menyoroti pentingnya komunikasi antara orang tua dan remaja. Sesekali terdengar anggukan dan respons dari peserta lain yang mengikuti jalannya dialog dengan penuh perhatian.

Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI ke RSIA Tasikmalaya pun mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, kegiatan tersebut juga menghadirkan diskusi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pendidikan dalam Keluarga Menjadi Kunci Pencegahan

Direktur RSIA dr. Polar Silumi, Sp.OG., M.H.Kes mengatakan bahwa tema ketahanan keluarga memiliki peran yang sangat penting. Menurutnya, rumah tangga merupakan tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar mengenal nilai, akhlak, serta cara berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

“Tema ketahanan keluarga sangat penting karena ini merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Keluarga yang kuat akan menjadi tempat tumbuh kembang anak yang baik,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan yang muncul di masyarakat turut menjadi bahan pembahasan. Beberapa peserta menyinggung kasus pelecehan seksual serta perselisihan dalam rumah tangga yang belakangan kerap menjadi perhatian publik.

Menurut dr. Polar, fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dalam keluarga memegang peranan penting dalam upaya pencegahan.

“Tadi sudah terangkum bahwa upaya meningkatkan ketahanan keluarga harus berakar pada akhlak yang baik dan akhlakul karimah. Kasus yang muncul saat dialog menunjukkan bahwa pendidikan harus dimulai dari internal keluarga itu sendiri,” katanya.

Karena itu, keluarga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Lebih dari itu, rumah menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal kasih sayang, rasa aman, serta nilai-nilai kehidupan.

Ketahanan Keluarga

Penyerahan cenderamata dari Direktur RSIA kepada Menteri PPPA RI, Jumat (19/6/2026).

Keluarga Tetap Menjadi Benteng Utama

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, tantangan yang dihadapi keluarga juga semakin kompleks. Oleh sebab itu, dr. Polar menilai peran orang tua tidak dapat tergantikan oleh siapa pun.

Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk mengayomi masyarakat melalui berbagai program perlindungan. Namun demikian, keluarga tetap menjadi benteng pertama dalam mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.

RSIA Tasikmalaya, lanjutnya, siap mengambil peran sebagai mitra masyarakat melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan pendampingan yang berpihak kepada perempuan serta anak.

“Kunjungan Ibu Menteri ini menjadi momentum penting. Kami di RSIA siap mendukung upaya penguatan ketahanan keluarga, karena keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat pula,” tegasnya.

Komunikasi yang Hangat Perlu Terus Dijaga

Dialog tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran baru di tengah masyarakat mengenai pentingnya membangun komunikasi yang sehat di dalam rumah tangga.

Sebab, berbagai persoalan yang muncul sering kali berawal dari renggangnya hubungan antaranggota keluarga. Sebaliknya, komunikasi yang baik dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa saling percaya, kepedulian, dan kasih sayang.

Di tengah arus perubahan yang begitu cepat, rumah tetap menjadi sekolah pertama bagi seorang anak. Dari rumah pula nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, dan penghormatan terhadap sesama mulai ditanamkan.

Karena itu, penguatan keluarga bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau lembaga tertentu. Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar rumah tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anggota keluarga.

Menjelang akhir acara, beberapa peserta masih terlihat berbincang dengan para narasumber. Ada yang berkonsultasi mengenai pola pengasuhan anak, ada pula yang bertukar pengalaman tentang cara menjaga keharmonisan rumah tangga. Suasana sederhana itu memperlihatkan bahwa persoalan keluarga bukan sekadar isu pribadi, melainkan bagian penting dari masa depan masyarakat.

Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh gedung yang megah atau teknologi yang canggih. Sebab sebelum mengenal dunia, seorang anak lebih dahulu belajar tentang kasih sayang, akhlak, dan kehidupan dari keluarganya sendiri. Ketika keluarga kokoh, masa depan bangsa pun akan berdiri dengan lebih tegak. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amanah Umar bin Khattab

    Satu Lampu, Sejuta Pelajaran dari Umar

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suatu malam, Umar bin Khattab sedang menyelesaikan urusan pemerintahan di bawah cahaya sebuah lampu yang dibiayai dari Baitul Mal, kas negara kaum Muslimin. Ketika pembicaraan bergeser dari urusan negara menuju persoalan pribadi, beliau menghentikan percakapan sejenak, memadamkan lampu itu, lalu menyalakan lampu lain dengan minyak miliknya sendiri. Peristiwa sederhana inilah yang kemudian […]

  • Forsesdasi Jawa Barat

    Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sekda Ciamis menilai Forsesdasi Jawa Barat penting untuk kolaborasi kebijakan dan pemerataan pelayanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan bahwa Forum Sekretaris Daerah (Forsesdasi) Jawa Barat harus diposisikan sebagai ruang kolaborasi antardaerah, bukan arena persaingan yang saling menonjolkan keunggulan masing-masing. Pernyataan ini disampaikan usai pelantikan pengurus Forsesdasi Jawa Barat […]

  • Situasi keamanan WNI di Meksiko meningkat pascakerusuhan kartel, Kemlu imbau waspada dan jaga komunikasi KBRI.

    WNI di Meksiko Diminta Siaga, Kerusuhan Kartel Meluas

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi keamanan WNI di Meksiko kembali menjadi sorotan setelah kerusuhan kartel meningkat di sejumlah wilayah. Pemerintah memastikan warga negara Indonesia atau diaspora Indonesia di Meksiko dalam kondisi aman. Meski demikian, Kemlu meminta seluruh WNI di Meksiko meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi intensif dengan KBRI Mexico City. Sejak eskalasi keamanan terjadi, pemerintah […]

  • Program Pendidikan Prabowo

    Sekolah Bakal Punya Smart Board, Ini Rencana BesarPrabowo

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 334
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam beberapa tahun ke depan. Fokusnya tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran lewat teknologi digital dan penguatan bahasa asing sejak dini. Hal itu disampaikan Prabowo usai meninjau SMAN 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026). Dalam keterangannya kepada media, Prabowo […]

  • Iran AS Pakistan diplomasi

    Iran–AS Gelar Diplomasi di Pakistan, Ini Alasan Indonesia Tidak Terlibat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Iran AS Pakistan diplomasi kembali menjadi sorotan internasional setelah Pakistan resmi menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington. Isu Iran AS diplomasi di Pakistan ini memunculkan tanda tanya besar di panggung global: mengapa Pakistan yang dipilih, sementara negara-negara netral seperti Indonesia justru tidak masuk dalam skema perundingan? Keputusan […]

  • tokoh antikorupsi

    Tokoh Antikorupsi Dunia dan Indonesia Warnai Peringatan Hakordia 2025

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Deretan tokoh antikorupsi dunia kembali disorot jelang Hakordia 2025 sebagai inspirasi integritas publik. albadarpost.com, PELITA – Menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, deretan tokoh antikorupsi dari berbagai negara kembali mendapat sorotan. Kiprah mereka penting karena memberi bukti bahwa perubahan menuju pemerintahan bersih selalu dimulai dari keberanian individu. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara, […]

expand_less