Pedagang Garut Plaza Berbagi Sambut Tahun Baru Islam
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pedagang Garut Plaza menyalurkan bantuan sembako dan santunan kepada masyarakat dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Rabu (17/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plazadenyut kebersamaan yang masih hidup di tengah tantangan ekonomi. Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut Plaza menggelar bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menegaskan semangat hijrah menuju kondisi yang lebih baik.
Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 Garut Plaza, Kecamatan Garut Kota, Rabu (17/6/2026), itu tidak hanya menjadi ajang berbagi. Lebih dari itu, momen tersebut menghadirkan harapan baru bagi para pedagang yang terus berupaya menghidupkan kembali geliat perdagangan di pusat perbelanjaan tersebut.
Di tengah kesibukan aktivitas pasar, sejumlah pedagang tampak saling membantu menyiapkan paket bantuan. Kardus-kardus sembako tersusun rapi, sementara beberapa anak yatim terlihat tersenyum ketika menerima perlengkapan sekolah yang telah disiapkan panitia.
Semangat Hijrah Tidak Hanya dalam Ibadah, tetapi Juga Ekonomi
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengapresiasi inisiatif para pedagang Garut Plaza yang tetap menumbuhkan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan.
Menurutnya, Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Tahun Baru Islam menjadi tonggak untuk berhijrah. Pedagang juga harus berhijrah dari kebiasaan lama yang kurang baik menuju kebiasaan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan santunan dan kepedulian sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya menjadi agenda tahunan.
Selain itu, Ridwan menilai semangat berbagi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih kuat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, Rabu (17/6/2026).
Seratus Paket Sembako dan Santunan untuk Yatim Piatu
Ketua Pedagang Garut Plaza, Aries Nurramdan, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan dan kepedulian para pedagang serta donatur yang menyisihkan sebagian rezekinya.
Pada kesempatan tersebut, pengurus dan manajemen menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 60 penerima manfaat berasal dari Kelurahan Ciwalen, sedangkan 40 penerima lainnya berasal dari Kelurahan Sukamenteri.
Selain sembako, panitia juga menyerahkan santunan tunai serta perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, dan seragam kepada anak-anak yatim piatu.
Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti kegiatan tersebut. Sejumlah orang tua terlihat mendampingi anak-anak mereka menerima bantuan. Di sudut ruangan, beberapa penerima manfaat tak henti mengucapkan terima kasih kepada para pedagang yang telah berbagi.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi para penerima untuk menjalani kehidupan dengan lebih optimistis,” kata Aries.
Loyalitas Konsumen Menjadi Harapan Kebangkitan Garut Plaza
Ketua Koperasi Pedagang Garut Hebat, Wawan Karyawan, mengaku bersyukur atas semangat yang terus dijaga para pedagang Garut Plaza.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini memang tidak selalu mudah. Namun, semangat para pedagang serta loyalitas konsumen menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas perdagangan.
Karena itu, ia optimistis Garut Plaza dapat kembali bangkit dan berkembang di masa mendatang.
Baginya, kebangkitan sebuah pusat perdagangan tidak hanya bergantung pada transaksi ekonomi, tetapi juga pada kuatnya rasa kebersamaan di antara para pelaku usaha dan masyarakat.
Ketika Berbagi Menjadi Jalan untuk Bangkit
Di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat, para pedagang Garut Plaza memilih cara yang sederhana untuk memulai langkah baru.
Mereka tidak hanya berbicara tentang peningkatan omzet atau ramainya pembeli. Sebaliknya, mereka memulai dengan berbagi kepada sesama.
Mungkin jumlah bantuan yang diberikan tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan. Namun, kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama mampu menghadirkan harapan yang lebih besar.
Dan pada akhirnya, semangat hijrah tidak hanya berbicara tentang perubahan diri.
Semangat hijrah juga dapat hadir melalui kepedulian, kebersamaan, dan keberanian untuk bangkit bersama.
Pasar yang hidup bukan hanya diukur dari ramainya transaksi, tetapi juga dari hadirnya hati yang mau berbagi. Sebab, ketika kepedulian tetap menyala, harapan untuk bangkit tidak pernah benar-benar padam. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar