Turnamen Sepak Bola SD/MI Garut Diserbu 80 Tim, Bupati Soroti Anak Mager
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut membuka turnamen sepak bola SD/MI di Lapangan Jayaraga, Sabtu (23/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Turnamen Sepak Bola Garut tingkat SD/MI Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Lapangan Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (23/5/2026). Namun di tengah kemeriahan turnamen, ada satu pesan yang paling menarik perhatian publik: anak-anak diminta lebih banyak bergerak dibanding terlalu lama bermain gawai.
Pesan itu terasa sangat dekat dengan kondisi sekarang.
Di saat banyak anak semakin akrab dengan layar ponsel dan game online, lapangan sepak bola justru kembali dipenuhi suara teriakan, langkah berlari, dan semangat kompetisi anak-anak sekolah dasar dari berbagai wilayah Garut.
Dan suasananya terasa berbeda.
Sejak pagi, area Lapangan Jayaraga mulai dipenuhi siswa berseragam sepak bola, orang tua, guru pendamping, hingga suporter kecil yang membawa botol minum dan syal sekolah masing-masing.
Di beberapa sudut lapangan, suara peluit wasit bercampur dengan teriakan orang tua yang terus memberi semangat dari pinggir lapangan.
Bupati Garut Soroti Kebiasaan Anak Bermain Gawai
Dalam sambutannya, Bupati Garut menegaskan pentingnya aktivitas fisik bagi anak-anak sebagai bagian dari pembentukan generasi sehat dan kuat.
Ia mengajak orang tua untuk lebih mendorong anak aktif bergerak dibanding terlalu lama bermain gadget.
“Kalau saya lebih suka anak-anak banyak gerak, ketimbang malas gerak (mager),” ucap Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.
Pernyataan itu langsung mendapat respons positif dari banyak orang tua yang hadir di lokasi.
Sebab kondisi anak-anak yang semakin sering menghabiskan waktu di depan layar memang mulai menjadi kekhawatiran banyak keluarga.
Apalagi sekarang, tidak sedikit anak yang lebih hafal nama pemain game dibanding nama pemain sepak bola daerahnya sendiri.
Dan situasi seperti itu mulai terasa biasa.
Padahal lapangan olahraga punya suasana yang berbeda.
Ada semangat.
Ada kerja sama.
Bahkan ada emosi yang benar-benar hidup.

Bupati Garut membuka turnamen sepak bola SD/MI di Lapangan Jayaraga, Sabtu (23/5/2026).
Turnamen Jadi Ruang Pembinaan Atlet Usia Dini
Bupati Garut menilai turnamen sepak bola antar-SD/MI ini bukan sekadar pertandingan biasa.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini memiliki peran penting sebagai ruang pembinaan karakter, sportivitas, sekaligus pencarian bibit atlet potensial sejak usia dini.
Ia berharap ajang Piala Bupati Garut dapat melahirkan pemain muda berbakat yang suatu hari nanti mampu membawa nama Garut ke level nasional.
Dan harapan itu terasa masuk akal.
Sebab antusiasme peserta tahun ini tergolong sangat tinggi.
Ketua pelaksana kegiatan, Firman, menyebut turnamen berlangsung selama dua hari, yakni 23–24 Mei 2026, dan diikuti:
- 80 tim,
- dari 50 SD/MI
di Kabupaten Garut.
Jumlah tersebut menunjukkan minat olahraga sepak bola usia dini di Garut masih sangat besar.
Di beberapa sisi lapangan, ada anak-anak yang terlihat terus menggiring bola kecil meski pertandingan belum dimulai. Sementara sebagian orang tua sibuk membersihkan sepatu anak mereka yang mulai terkena lumpur lapangan.
Dan momen seperti itu terasa sederhana, tetapi hangat.
Lapangan Bola Mulai Mengalahkan Layar Ponsel
Turnamen ini juga menghadirkan suasana yang mulai jarang ditemukan di era digital.
Anak-anak kembali berlari di lapangan terbuka.
Bukan hanya duduk menunduk di depan layar.
Kadang suara sorakan teman satu tim terdengar jauh lebih hidup dibanding suara notifikasi game dari ponsel.
Dan mungkin itu yang mulai dirindukan banyak orang tua sekarang.
Lucunya, di beberapa bangku penonton, ada orang tua yang justru lebih tegang dibanding anak-anak yang sedang bermain di lapangan.
Sementara anak-anak tetap berlari santai mengejar bola dengan wajah penuh semangat.
Pemerintah Garut Dukung Pembinaan Olahraga Anak
Firman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut atas dukungan terhadap pembinaan bibit atlet sepak bola usia dini.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting agar kompetisi olahraga anak terus berkembang secara berkelanjutan.
Selain menjadi ruang kompetisi sehat, turnamen seperti ini juga membantu anak-anak membangun rasa percaya diri dan keberanian tampil di depan banyak orang.
Di tengah maraknya hiburan digital, kegiatan olahraga seperti ini perlahan menjadi ruang sosial yang semakin penting bagi perkembangan anak.
Dan suasananya terasa nyata.
Di pinggir lapangan, suara sepatu bola yang bergesekan dengan rumput, teriakan instruksi pelatih, dan tepuk tangan orang tua terus terdengar hampir sepanjang pertandingan berlangsung.
Turnamen sepak bola antar-SD/MI di Garut bukan hanya soal mencari juara.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, dan tumbuh bersama teman-temannya di dunia nyata.
Sebab tidak semua masa kecil harus dihabiskan di depan layar.
Pada akhirnya, lapangan sepak bola mungkin tidak punya grafis secanggih game di ponsel.
Namun dari lapangan sederhana itulah anak-anak belajar jatuh, bangkit, bekerja sama, dan percaya diri — hal-hal yang sering tidak bisa diajarkan layar sentuh mana pun. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar