Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kaget! Begini Hasil Cek Kesehatan Pegawai BPBD Tasikmalaya

Kaget! Begini Hasil Cek Kesehatan Pegawai BPBD Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya di lingkungan BPBD memunculkan temuan yang mengejutkan. Mayoritas peserta screening diketahui mengalami kolesterol tinggi dan kadar asam urat di atas batas normal.

Temuan tersebut muncul setelah tim kesehatan melakukan pemeriksaan langsung ke kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (18/5/2026).

Ironisnya, kondisi itu justru ditemukan pada petugas yang sehari-hari dituntut selalu siap menghadapi situasi darurat dan bencana.

Kepala Tim Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dede Subekti, menyebut hasil screening menjadi sinyal serius yang tidak bisa dianggap sepele.

“Banyak yang hasil ceknya kolesterol dan asam urat tinggi. Kalau dibiarkan, ini bom waktu. Apalagi tugas mereka di lapangan berat dan butuh kondisi fisik prima,” ujar Dede.

Kalimat itu langsung membuat suasana pemeriksaan berubah lebih sunyi. Sebagian pegawai tampak kembali melihat hasil pemeriksaan mereka. Ada yang mengernyit pelan. Ada juga yang hanya tertawa kecil sambil bercanda soal kebiasaan makan malam terlalu larut.

Namun dari raut wajah beberapa peserta, kekhawatiran tetap terlihat.

Pola Makan dan Kurang Istirahat Jadi Pemicu Utama

Menurut Dede, pola hidup menjadi faktor terbesar penyebab tingginya kasus kolesterol dan asam urat di lingkungan kerja BPBD.

Aktivitas lapangan yang padat membuat sebagian pegawai sulit menjaga pola makan dan waktu istirahat. Jadwal tugas yang tidak menentu juga sering membuat mereka mengonsumsi makanan cepat saji atau kopi berlebihan demi menjaga stamina saat bertugas.

Selain itu, kurang olahraga dan kebiasaan makan malam setelah tugas lapangan ikut memperburuk kondisi kesehatan.

“Pola makan dan minim istirahat sangat berpengaruh. Kalau terus dibiarkan, risiko penyakit serius bisa meningkat,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas kesehatan melakukan pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat kepada para pegawai dan staf BPBD.

Hasil screening kemudian langsung diberikan kepada peserta agar mereka mengetahui kondisi tubuh masing-masing sejak dini.

Beberapa pegawai tampak cukup terkejut ketika angka kolesterol mereka melewati batas normal. Ada yang langsung bertanya soal makanan pantangan. Ada pula yang mulai membahas kebiasaan makan gorengan saat lembur malam.

Suasana seperti itu terasa sederhana. Tetapi cukup menggambarkan bagaimana penyakit gaya hidup sering datang tanpa disadari.

Dinkes Minta BPBD Lebih Serius Jaga Pola Hidup

Melihat hasil pemeriksaan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mendorong BPBD agar lebih rutin mengadakan screening kesehatan bagi pegawai.

Selain itu, lingkungan kerja juga diminta mulai memperhatikan pola konsumsi dan kebiasaan hidup sehat.

Peserta yang terindikasi memiliki gangguan kesehatan langsung diarahkan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lanjutan di puskesmas.

Langkah tersebut penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit kronis.

Dede mengingatkan bahwa pekerjaan di bidang kebencanaan membutuhkan fisik yang kuat dan stamina stabil. Karena itu, kesehatan petugas menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan bencana.

“Jangan sampai yang seharusnya jadi penolong saat darurat justru tumbang karena penyakit gaya hidup,” katanya.

Pernyataan itu terasa cukup menohok.

Sebab selama ini masyarakat sering melihat petugas BPBD sebagai sosok yang selalu sigap turun ke lapangan saat banjir, longsor, atau bencana terjadi. Namun di balik kesiapan itu, banyak dari mereka ternyata menyimpan risiko kesehatan yang perlahan menumpuk.

Penyakit Gaya Hidup Kini Mulai Mengintai Pekerja Lapangan

Kasus kolesterol tinggi dan asam urat kini tidak hanya menyerang pekerja kantoran dengan aktivitas minim gerak. Pekerja lapangan pun mulai menghadapi risiko serupa akibat pola hidup yang tidak teratur.

Jadwal kerja panjang, tekanan pekerjaan, hingga kurang tidur menjadi kombinasi yang memicu gangguan kesehatan tanpa disadari.

Kondisi itu mulai banyak ditemukan di lingkungan kerja yang memiliki mobilitas tinggi, termasuk instansi penanganan bencana.

Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan rutin masih sering dianggap sepele oleh sebagian pekerja. Banyak orang baru memeriksakan diri ketika tubuh mulai memberikan keluhan serius.

Padahal dalam banyak kasus, penyakit seperti kolesterol tinggi berkembang perlahan dan tidak selalu memunculkan gejala sejak awal.

Karena itu, langkah jemput bola yang dilakukan Dinkes Tasikmalaya dinilai menjadi bentuk pencegahan penting sebelum kondisi kesehatan pegawai semakin memburuk.

Dan pagi itu di aula BPBD Tasikmalaya, angka-angka kecil di hasil pemeriksaan ternyata membawa pesan besar: tubuh yang terlihat kuat belum tentu benar-benar aman dari ancaman penyakit.

Kadang ancaman terbesar bagi petugas bencana bukan selalu banjir atau longsor di luar sana. Tetapi pola hidup yang diam-diam menggerogoti tubuh mereka sendiri setiap hari. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tindak pidana korupsi

    ASN Indramayu Korupsi Bantuan PKBM

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus dugaan tindak pidana korupsi bantuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Indramayu kembali menegaskan pentingnya akuntabilitas aparatur sipil negara. Seorang ASN aktif kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah Kejaksaan menilai kewenangan formal yang dimilikinya tidak dijalankan sesuai prosedur. Kejaksaan Negeri Indramayu menegaskan bahwa status ASN tidak memberikan kekebalan […]

  • Steak, pasta creamy, dan ayam mentega sebagai contoh masakan resto rumahan yang tampak mewah namun dibuat di dapur rumah.

    Masakan Resto Rumahan, Mewah tapi Hemat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan resto rumahan kini menjadi pilihan banyak keluarga karena mampu menghadirkan rasa premium tanpa harga tinggi. Tren resep restoran versi rumah atau menu ala kafe buatan sendiri semakin populer, terutama ketika harga makan di luar terus naik. Karena itu, banyak orang mulai beralih ke dapur sendiri untuk menciptakan hidangan elegan dengan biaya […]

  • Hawa Nafsu Menurut Islam

    Mengapa Hawa Nafsu Lebih Berbahaya dari Syaitan?

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hawa nafsu menurut Islam bukan sekadar dorongan untuk memenuhi keinginan duniawi. Dalam banyak keadaan, bahaya hawa nafsu, mengendalikan hawa nafsu, dan muhasabah justru menjadi kunci agar seseorang tidak terperosok ke dalam kesalahan yang tampak indah di permukaan. Di tengah era media sosial, ketika pujian, pengakuan, dan popularitas sering dijadikan ukuran keberhasilan, peringatan […]

  • Ilustrasi cabai merah segar disimpan dalam wadah kedap udara dengan tisu kering agar tahan lama dan tidak cepat busuk.

    Jangan Taruh Sembarangan! Ini Rahasia Simpan Cabai yang Benar

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Simpan Cabai Agar Awet ternyata tidak bisa sembarangan. Banyak orang mengira cara menyimpan cabai agar tidak cepat busuk cukup dengan memasukkannya ke kulkas. Padahal, teknik yang kurang tepat justru membuat cabai cepat lembek, berair, lalu berjamur. Karena itu, memahami cara simpan cabai agar awet sekaligus menjaga kesegarannya menjadi kunci agar tidak sering […]

  • Kota Makkah

    7 Hal di Kota Makkah yang Membuat Hati Merasa Dekat dengan Langit

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 254
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang yang menitikkan air mata saat pesawat mulai meninggalkan Kota Makkah. Padahal mereka datang bukan untuk tinggal selamanya. Namun entah mengapa, ketika harus pulang, hati terasa berat. Kota Makkah memang berbeda. Banyak jemaah mengaku sulit menjelaskan perasaan mereka setelah melihat Ka’bah untuk pertama kali. Ada yang diam cukup lama. Ada […]

  • APBD 2026

    Pemda Perketat Tata Kelola APBD 2026

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Penguatan tata kelola APBD 2026 diarahkan agar anggaran daerah berdampak langsung bagi layanan publik dan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Penguatan tata kelola APBD 2026 menjadi fokus utama pemerintah daerah di Jawa Barat untuk memastikan anggaran daerah benar-benar berdampak langsung bagi warga. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi APBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 […]

expand_less