Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Setelah 7 Tahun Gelap, Dishub Tasikmalaya Terangi Halaman Pesantren Sukahurip

Setelah 7 Tahun Gelap, Dishub Tasikmalaya Terangi Halaman Pesantren Sukahurip

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana malam di Pondok Pesantren Almuniroh Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, kini berubah jauh lebih terang. Setelah sekitar tujuh tahun mengalami kondisi gelap akibat lampu Penerangan Jalan Umum atau PJU mati, area halaman masjid jami dan lapangan pesantren akhirnya kembali bercahaya usai pemasangan lampu PJU LED baru dari Dishub Kabupaten Tasikmalaya.

Penerangan baru tersebut menggunakan lampu PJU LED Cobana 90 watt yang dikenal memiliki tingkat pencahayaan setara lampu konvensional sekitar 250 watt. Teknologi LED itu dinilai lebih hemat listrik, lebih terang, dan cocok untuk area publik maupun lingkungan pesantren.

Pemasangan dilakukan pada Rabu (13/5/2026) oleh dua teknisi dari Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya di dua titik utama lingkungan pesantren.

Bukan hanya santri yang merasakan manfaatnya. Warga Kampung Sukahurip juga mulai menikmati suasana malam yang lebih nyaman dan aman untuk beraktivitas.

Area Masjid dan Lapangan Pesantren Kini Lebih Terang

Sebelumnya, kondisi gelap di sekitar halaman masjid jami dan lapangan pesantren cukup lama dikeluhkan warga maupun pihak pesantren.

Selain menjadi pusat kegiatan santri, area tersebut juga sering digunakan masyarakat sekitar untuk bermain dan berolahraga pada sore hingga malam hari.

Karena itu, pihak Pondok Pesantren Almuniroh kemudian mengajukan permohonan perbaikan PJU kepada pemerintah daerah.

Namun Dishub Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya melakukan perbaikan biasa. Instansi tersebut justru mengganti titik penerangan dengan lampu PJU LED Cobana terbaru berkapasitas 90 watt.

Lampu jenis ini dikenal lebih efisien dibanding lampu SON-T atau mercury konvensional karena mampu menghasilkan cahaya lebih fokus dan terang dengan konsumsi daya lebih rendah.

Selain itu, PJU LED Cobana juga memiliki ketahanan lebih baik untuk penggunaan luar ruangan dalam jangka panjang.

Warga Sukahurip Kini Lebih Nyaman Beraktivitas Malam

Begitu lampu menyala, halaman pesantren yang biasanya gelap langsung terlihat berbeda. Anak-anak mulai berkumpul lagi di sekitar lapangan.

Area yang sebelumnya gelap kini tampak lebih terang, terutama di sekitar lapangan pesantren dan halaman masjid.

Beberapa warga mulai kembali memanfaatkan area tersebut untuk aktivitas malam, termasuk olahraga ringan dan kegiatan sosial masyarakat.

Di sisi lain, para santri juga merasa lebih nyaman saat mengikuti kegiatan pesantren pada malam hari.

Lingkungan yang terang dinilai membantu meningkatkan rasa aman sekaligus memperkuat aktivitas ibadah di masjid.

Kepala MTs Almuniroh yang hadir di lokasi, Kikim Abdul Hakim, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada Dishub Kabupaten Tasikmalaya atas respons cepat terhadap kebutuhan penerangan di lingkungan pesantren.

“Atas nama pesantren dan warga Kampung Sukahurip, kami mengucapkan hatur nuhun kepada Dishub Kabupaten Tasikmalaya yang telah memperbaiki bahkan mengganti dengan lampu baru,” ujarnya.

Makna Kurban

Suasana terang halaman Masjid Jami Sukahurip, Rabu (13/5/2026).

PJU LED Dinilai Lebih Efisien dan Tahan Lama

Belakangan ini, penggunaan PJU LED mulai banyak diterapkan di berbagai daerah karena dinilai lebih hemat energi dan memiliki kualitas pencahayaan lebih baik.

Lampu LED 90 watt seperti yang dipasang di Pesantren Almuniroh bahkan mampu menghasilkan pencahayaan setara lampu konvensional sekitar 250 watt.

Selain lebih terang, teknologi LED juga memiliki umur pakai lebih panjang dan membutuhkan perawatan lebih minim.

Karena itu, banyak pemerintah daerah mulai beralih menggunakan sistem penerangan berbasis LED untuk jalan umum maupun fasilitas publik.

Untuk kebutuhan lingkungan desa, kawasan pesantren, hingga area publik masyarakat, lampu PJU LED 90 watt dianggap cukup ideal karena mampu menjangkau area luas dengan konsumsi listrik lebih efisien.

Harapan Baru untuk Aktivitas Santri dan Warga

Pihak pesantren berharap penerangan baru tersebut membawa dampak positif bagi aktivitas santri maupun masyarakat sekitar.

Selain membantu kegiatan belajar malam, lampu PJU juga diharapkan membuat suasana masjid lebih ramai dan hidup kembali.

Warga Kampung Sukahurip pun berharap fasilitas penerangan seperti ini dapat terus diperhatikan karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan lingkungan.

Di tengah aktivitas masyarakat yang semakin padat, penerangan jalan dan area publik kini tidak hanya menjadi kebutuhan teknis, tetapi juga bagian penting dari keamanan dan kehidupan sosial warga.

Kadang yang membuat sebuah tempat kembali hidup bukan sesuatu yang mewah.

Cukup cahaya yang menyala di waktu yang tepat, lalu perlahan menghidupkan lagi semangat belajar, ibadah, dan kebersamaan warga. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com – LENSA. Rubrik Lensa di albadarpost.com adalah ruang yang menajamkan pandangan kita terhadap kenyataan. Nama “Lensa” dipilih karena kami percaya data, riset, dan angka bukanlah deretan simbol kaku, melainkan jendela untuk memahami realita sosial yang kerap disembunyikan. Melalui Lensa, kami ingin memperlihatkan apa yang sering tak terlihat: ketimpangan, kesenjangan, dan potret kehidupan rakyat yang […]

  • santri kembali ke pesantren

    Momen Santri Kembali ke Pesantren: Haru, Rindu, dan Semangat Baru

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Momen santri kembali ke pesantren setelah libur Lebaran kembali menjadi bahasan. Tradisi tahunan ini selalu menghadirkan suasana haru sekaligus semangat baru bagi para santri yang kembali mondok setelah berkumpul bersama keluarga. Perjalanan kembali ke pondok pesantren, atau yang sering disebut kembali mondok, bukan sekadar rutinitas. Momen ini menjadi fase penting dalam kehidupan […]

  • Ilustrasi perjalanan hidup manusia dari lahir dalam kekosongan, menjalani kehidupan penuh ambisi dunia, hingga kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amalnya

    Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari. Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir […]

  • Jamaah Haji Tasikmalaya

    Penuh Haru! Jamaah Haji Tasikmalaya Resmi Berangkat, Pesan Wali Kota Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jamaah Haji Kota Tasikmalaya akhirnya resmi diberangkatkan. Suasana pelepasan jamaah haji Tasikmalaya 2026 di Masjid Agung berubah haru. Tangis keluarga pecah. Doa-doa mengalir tanpa henti. Kamis (16/4/2026), Viman Alfarizi Ramadhan hadir langsung dalam prosesi pelepasan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Ia berdiri di hadapan ratusan jamaah dan keluarga yang sejak pagi […]

  • korupsi kepala daerah

    OTT Serentak KPK Pertegas Perang Korupsi Kepala Daerah

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan intensitas penegakan hukum terhadap korupsi kepala daerah. Dalam satu hari operasi, KPK menangkap dua kepala daerah dari wilayah berbeda. Langkah ini mengirim pesan tegas soal akuntabilitas pejabat publik pada awal 2026. Operasi tangkap tangan (OTT) tersebut menyasar Wali Kota Madiun dan Bupati Pati. Keduanya diamankan […]

  • Hari Jumat

    Hari Jumat Sebagai Titik Disiplin Ibadah

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari Jumat kembali diingatkan para ulama sebagai hari yang menentukan arah ibadah dan kesadaran umat Islam. Jumat bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi momentum disiplin spiritual yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral masyarakat. Penegasan ini muncul di tengah kecenderungan sebagian umat yang memandang Jumat sebatas kewajiban formal. Padahal, dalam ajaran Islam, […]

expand_less