Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Syariat dan adab semestinya berjalan beriringan. Namun belakangan, banyak orang terlihat lebih sibuk membawa dalil untuk menyalahkan sesama dibanding memperbaiki akhlak sendiri. Media sosial penuh ceramah keras, potongan ayat, hingga kalimat penghakiman yang dilontarkan seolah-olah surga sudah berada di tangan mereka.

Ironisnya, sebagian orang begitu lantang membicarakan dosa orang lain, tetapi lupa bahwa Islam juga mengajarkan kasih sayang, kelembutan, dan adab.

Hari ini, agama kadang berubah menjadi panggung untuk merasa paling benar.

Rajin Mengoreksi Orang, Lupa Mengoreksi Hati

Kita sering menemukan orang yang sangat mudah menulis ‘haram’ di kolom komentar, tetapi sulit mengucapkan maaf kepada keluarganya sendiri

Fenomena ini mudah ditemukan di media sosial. Ada yang sibuk mengomentari pakaian orang lain, ada yang gemar menghakimi pilihan hidup orang lain, bahkan ada yang merasa wajib mengukur tingkat keimanan seseorang hanya dari potongan video berdurasi beberapa detik.

Padahal, Rasulullah SAW justru dikenal sebagai pribadi yang lembut.

Beliau tidak berdakwah dengan caci maki. Beliau juga tidak menjadikan agama sebagai alat mempermalukan manusia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)

Namun hari ini, sebagian orang justru lebih bangga terlihat keras daripada berakhlak baik.

Seolah-olah nada tinggi menjadi ukuran ketakwaan.

Dalil Dipakai seperti Palu

Di ruang digital, potongan ayat dan hadis kadang dipakai bukan untuk mengajak, tetapi untuk memukul.

Kalau ada orang berbeda pandangan, langsung dicap sesat.
>Kalau ada yang belum berhijrah, langsung dihina.
>Kalau ada yang salah, langsung dipermalukan ramai-ramai.

Padahal Allah SWT berfirman:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekitarmu.”
(QS. Ali Imran: 159)

Ayat itu sering dibaca, tetapi sayangnya jarang benar-benar dipahami.

Banyak orang hafal dalil, tetapi lupa cara menjaga hati ketika berbicara kepada manusia lain.

Padahal tujuan syariat bukan untuk membuat manusia saling membenci.

Agama Bukan Tempat Memelihara Kesombongan

Satirnya, ada orang yang marah besar ketika agamanya dihina, tetapi santai saat dirinya menghina orang lain atas nama agama.

Ada yang merasa paling islami karena penampilannya berubah, tetapi lisannya justru makin tajam kepada sesama.

Ada juga yang rajin membahas neraka orang lain, namun lupa bertanya apakah dirinya sendiri sudah pantas masuk surga.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.”
(HR. Muslim)

Masalahnya, kesombongan tidak selalu muncul lewat harta atau jabatan. Kadang ia tumbuh diam-diam melalui rasa paling benar dalam urusan agama.

Dan itu jauh lebih berbahaya.

Syariat Tanpa Adab Akan Kehilangan Cahaya

Islam tidak hanya berbicara tentang halal dan haram. Islam juga mengajarkan cara menghormati manusia, menjaga lisan, dan menahan ego.

Karena itu, ulama terdahulu sangat menekankan pentingnya adab sebelum ilmu.

Imam Malik bahkan pernah berkata:

“تَعَلَّمِ الْأَدَبَ قَبْلَ الْعِلْمِ”
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.”

Sebab ilmu tanpa adab sering melahirkan manusia yang gemar menghakimi.

Sementara adab tanpa ilmu bisa membuat manusia kehilangan arah.

Keduanya harus berjalan bersama.

Media Sosial Membuat Semua Orang Merasa Jadi Hakim

Hari ini, media sosial memberi panggung besar bagi siapa saja untuk berbicara. Masalahnya, tidak semua orang siap menjaga lisannya ketika diberi ruang.

Akibatnya, kolom komentar berubah seperti ruang sidang.
Semua merasa punya hak mengadili.
Semua merasa paling benar.
Dan semua merasa paling suci.

Padahal belum tentu Allah menilai manusia berdasarkan seberapa keras ia berbicara tentang agama.

Bisa jadi Allah justru melihat seberapa lembut ia memperlakukan sesama.

Jangan jadikan syariat sebagai senjata untuk menyalahkan orang lain, sebab agama yang kehilangan kasih sayang hanya akan melahirkan manusia yang merasa suci sambil perlahan kehilangan hati.

وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِٱلصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • admin OPD

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Admin OPD, Standarisasi Informasi Publik

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk menyatukan komunikasi publik dan memperkuat transparansi layanan pemerintah. Pemerintah Daerah Dorong Tata Kelola Informasi yang Seragam albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang pengelolaan informasi publik di lingkungan birokrasi. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin perangkat daerah, pemerintah daerah berupaya menyatukan pola komunikasi publik agar lebih […]

  • Sambal Terasi Artisan

    Sambal Terasi Artisan Ini Bikin Pecinta Pedas Susah Move On

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tren Sambal Terasi Artisan mulai mencuri perhatian pecinta kuliner di berbagai daerah. Tidak hanya menawarkan rasa pedas, sambal premium ini hadir dengan perpaduan cabai pilihan, terasi berkualitas, dan tampilan yang menggoda selera. Karena itu, banyak penikmat makanan mulai mencari sambal terasi rumahan dengan cita rasa autentik namun tetap modern. Berbeda dengan sambal […]

  • insest tasikmalaya

    Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti insest Tasikmalaya: kejahatan keluarga, kelalaian negara, dan ancaman sosial bagi anak. Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman albadarpost.com, EDITORIAL – Polisi Kota Tasikmalaya menangkap seorang pria berinisial DT (41), warga Kecamatan Indihiang, setelah terungkap ia memperkosa anak kandungnya selama bertahun-tahun. Kejahatan ini terdeteksi bukan karena keberanian aparat atau sistem perlindungan sosial, […]

  • ilustrasi aktivitas jual beli barang bekas di pasar sebagai contoh transaksi yang dibahas dalam hukum Islam

    Bolehkah Menjual Barang Bekas? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perdagangan barang bekas semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang menjual pakaian, elektronik, hingga kendaraan yang pernah digunakan sebelumnya. Namun sebagian orang masih bertanya-tanya tentang hukum jual barang bekas dalam Islam. Apakah transaksi seperti ini diperbolehkan atau justru dilarang? Dalam fikih muamalah, jual beli barang bekas sebenarnya termasuk transaksi yang sah […]

  • remaja tenggelam Pangandaran

    Pencarian Remaja Tenggelam di Pangandaran Berakhir Haru, Ini Kronologinya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa remaja tenggelam Pangandaran kembali menyita perhatian publik. Insiden tragis ini melibatkan seorang pelajar berusia 14 tahun yang hilang di perairan Pantai Timur Pangandaran. Kasus remaja tenggelam di Pangandaran ini tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga memicu kekhawatiran tentang keselamatan di kawasan wisata laut. Muhamad Luthfi Padilah (14), warga Dusun […]

  • Prediksi pertandingan Arema FC vs Bali United Liga Indonesia di Stadion Kanjuruhan dengan analisis statistik performa kedua tim.

    Arema vs Bali United Malam Ini: Statistik Bicara, Siapa Lebih Siap?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan prediksi Arema vs Bali United atau duel Arema melawan Bali United dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia diprediksi berlangsung sengit. Laga yang mempertemukan dua tim papan tengah ini menarik perhatian karena statistik performa keduanya menunjukkan tren yang berbeda namun sama kuat. Arema tampil solid saat bermain di kandang, sementara Bali United justru cukup tajam ketika menjalani laga […]

expand_less