Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tanah Basah Tak Menghentikan Warga Tanam 1000 Pohon di Garut

Tanah Basah Tak Menghentikan Warga Tanam 1000 Pohon di Garut

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

penanaman pohon Garut

Selesai giat. Polisi, TNI dan unsur Pemerintahan berfoto bersama dilokasi, Rabu (22/4/2026)

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penanaman pohon Garut kali ini terasa berbeda. Pagi itu, tanah di sekitar Embung Padaawas, Pasirwangi, masih lembap setelah hujan semalam. Tanah basah mulai memenuhi sepatu dan sandal beberapa peserta. Namun mereka tetap bertahan. Cangkul terus diayunkan, lubang digali, lalu bibit pohon ditanam satu per satu.

Bukan seremoni. Ini kerja bersama.

Sekitar seribu orang berkumpul di Kampung Cihurang, Desa Padaawas, Rabu (22/4/2026). Mereka datang dari berbagai latar belakang, tetapi punya tujuan yang sama: menjaga lingkungan yang mulai rentan.

Seribu Orang, Satu Gerakan Nyata

Kegiatan penanaman pohon Garut ini melibatkan banyak pihak. Aparat TNI-Polri berdiri berdampingan dengan warga. Pegawai pemerintah ikut turun tangan. Perusahaan juga hadir, tidak sekadar memberi dukungan, tetapi ikut bekerja di lapangan.

Kapolsek Pasirwangi, Wahyono Aji, terlihat berada di tengah kegiatan. Ia tidak hanya memberi arahan, tetapi juga ikut menyatu dengan peserta.

“Kesadaran menjaga alam harus dibangun bersama,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, PT Indonesia Power UBP Kamojang menggagas kegiatan ini. Kolaborasi terasa nyata. Tidak ada sekat. Semua bergerak.

Bukan Sekadar Tanam Pohon

Jika dilihat sekilas, kegiatan ini tampak sederhana. Menanam pohon, menyiram, lalu selesai. Namun di balik itu, ada tujuan yang jauh lebih besar.

Pasirwangi berada di kawasan perbukitan. Saat musim hujan datang, ancaman longsor dan banjir sering muncul. Warga sudah cukup akrab dengan kondisi itu.

Karena itu, penanaman pohon Garut di titik ini menjadi langkah penting.

 

Akar pohon akan menahan tanah. Air hujan tidak langsung menggerus lereng. Risiko bisa ditekan.

“Ini bukan kegiatan seremonial. Ini upaya menjaga keseimbangan alam,” kata Wahyono.

Bibit Dipilih, Dampak Dipikirkan

Bibit yang ditanam tidak dipilih sembarangan. Sebagian merupakan tanaman keras. Sebagian lagi pohon buah.

Pendekatannya sederhana, tetapi terukur.

Tanaman keras memperkuat struktur tanah. Pohon buah memberi manfaat ekonomi. Dalam beberapa tahun ke depan, warga bisa merasakan hasilnya.

Dengan cara ini, penanaman pohon Garut tidak berhenti pada aspek lingkungan saja. Kegiatan ini juga membangun nilai keberlanjutan.

Embung Kini Tidak Sendiri

Embung Padaawas selama ini menjadi sumber air bagi warga. Kini, kawasan itu mulai berubah. Di sekelilingnya, bibit-bibit pohon mulai berdiri.

Masih kecil. Masih rapuh. Tapi arah perubahannya jelas.

Beberapa warga terlihat menancapkan bambu kecil sebagai penyangga bibit. Ada juga yang bolak-balik membawa air menggunakan ember. Suasana terasa hidup, tanpa komando berlebihan.

Perlahan, embung ini tidak lagi berdiri sendiri. Ia mulai dikelilingi pelindung alami.

Benteng hijau.

Harapan yang Tidak Ingin Berhenti Hari Ini

Kegiatan ini berlangsung dalam momentum Hari Bumi 2026. Namun pesan yang muncul jauh lebih luas.

Wahyono berharap gerakan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

“Kalau hanya setahun sekali, tidak cukup,” katanya.

Kesadaran lingkungan harus tumbuh dari kebiasaan. Dari hal kecil. Dari tindakan yang diulang.

Dan hari itu, langkah kecil itu mulai terlihat.

Seribu pohon sudah ditanam. Tapi yang lebih penting, kesadaran mulai tumbuh.

Sisanya tinggal satu: kita menjaga, merawat, dan tidak melupakannya. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kuota haji Cianjur

    Aturan Baru Kurangi Kuota Haji Cianjur 2026, Antrean Melonjak 26 Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kuota haji Cianjur 2026 turun drastis jadi 59 orang setelah aturan baru distribusi kuota diberlakukan. albadarpost.com, HIKMAH – Penurunan kuota haji Cianjur untuk keberangkatan 2026 memicu kegelisahan besar di tingkat calon jemaah. Dari kuota sekitar 1.300 orang pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah itu kini menyusut tajam menjadi hanya 59 jemaah. Kebijakan baru pemerintah pusat mengenai distribusi […]

  • Kereta Petani dan Pedagang

    Pemerintah Terapkan Tarif Rp3.000 Kereta Petani dan Pedagang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi dengan tarif Rp3.000 melalui subsidi PSO untuk pelaku distribusi lokal. Layanan Transportasi Terjangkau, Pemerintah Tekan Biaya Distribusi Lokal albadarpost.com, LENSA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi mulai 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000. Kereta Petani dan Pedagang ini dirancang sebagai armada distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha kecil […]

  • F-15 vs Iran

    Terungkap! Ini Kelemahan F-15 Saat Hadapi Pertahanan Iran

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Isu F-15 vs Iran langsung menyita perhatian dunia. Banyak orang menyebutnya sebagai duel antara jet tempur AS vs pertahanan udara Iran, bahkan sebagian menyebutnya sebagai bukti bahwa jet canggih tidak selalu unggul di medan perang modern. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: seberapa kuat sebenarnya F-15 saat menghadapi sistem Iran? Di atas […]

  • pemotongan bansos PKH

    Pendamping PKH di Pamekasan Diperiksa Usai Dugaan Pemotongan Bansos

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Kasus dugaan pemotongan bansos PKH di Pamekasan diselidiki. Pendamping diperiksa setelah warga melapor soal dana tak utuh diterima. albadarpost.com, HUMANIORA – Rabu, 12 November 2025, publik Pamekasan dihebohkan oleh dugaan pemotongan bansos PKH di Kecamatan Tlanakan, Jawa Timur. Seorang warga bernama Jumaati mengaku hanya menerima Rp1,2 juta dari total bantuan yang seharusnya Rp2,05 juta. Kasus […]

  • ayam masak kecap

    Ayam Masak Kecap, Menu Hemat Bunda

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah tekanan harga bahan pangan yang fluktuatif, warga memilih strategi sederhana untuk menjaga dapur tetap mengepul. Salah satunya dengan mengandalkan ayam masak kecap sebagai menu harian keluarga. Olahan ini dinilai efisien, mudah dibuat, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi empat porsi dalam satu kali masak. Data resep menunjukkan, dengan 300 gram ayam […]

  • bupati Tasikmalaya

    Proyek di Kabupaten Tasikmalaya Dikondisikan oleh Tim Bupati?

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Laporan Khusus Albadarpost. albadarpost.com, EDITORIAL – Pelaksanaan proyek di lingkungan pemerintah daerah pada prinsipnya diatur melalui mekanisme yang jelas dan berlapis. Regulasi seperti Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (beserta aturan turunannya) menegaskan bahwa proses pengadaan harus dilakukan oleh struktur resmi: mulai dari perencanaan oleh SKPD, pemilihan penyedia oleh pejabat atau unit pengadaan, hingga pelaksanaan […]

expand_less