Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tanah Basah Tak Menghentikan Warga Tanam 1000 Pohon di Garut

Tanah Basah Tak Menghentikan Warga Tanam 1000 Pohon di Garut

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

penanaman pohon Garut

Selesai giat. Polisi, TNI dan unsur Pemerintahan berfoto bersama dilokasi, Rabu (22/4/2026)

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penanaman pohon Garut kali ini terasa berbeda. Pagi itu, tanah di sekitar Embung Padaawas, Pasirwangi, masih lembap setelah hujan semalam. Tanah basah mulai memenuhi sepatu dan sandal beberapa peserta. Namun mereka tetap bertahan. Cangkul terus diayunkan, lubang digali, lalu bibit pohon ditanam satu per satu.

Bukan seremoni. Ini kerja bersama.

Sekitar seribu orang berkumpul di Kampung Cihurang, Desa Padaawas, Rabu (22/4/2026). Mereka datang dari berbagai latar belakang, tetapi punya tujuan yang sama: menjaga lingkungan yang mulai rentan.

Seribu Orang, Satu Gerakan Nyata

Kegiatan penanaman pohon Garut ini melibatkan banyak pihak. Aparat TNI-Polri berdiri berdampingan dengan warga. Pegawai pemerintah ikut turun tangan. Perusahaan juga hadir, tidak sekadar memberi dukungan, tetapi ikut bekerja di lapangan.

Kapolsek Pasirwangi, Wahyono Aji, terlihat berada di tengah kegiatan. Ia tidak hanya memberi arahan, tetapi juga ikut menyatu dengan peserta.

“Kesadaran menjaga alam harus dibangun bersama,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, PT Indonesia Power UBP Kamojang menggagas kegiatan ini. Kolaborasi terasa nyata. Tidak ada sekat. Semua bergerak.

Bukan Sekadar Tanam Pohon

Jika dilihat sekilas, kegiatan ini tampak sederhana. Menanam pohon, menyiram, lalu selesai. Namun di balik itu, ada tujuan yang jauh lebih besar.

Pasirwangi berada di kawasan perbukitan. Saat musim hujan datang, ancaman longsor dan banjir sering muncul. Warga sudah cukup akrab dengan kondisi itu.

Karena itu, penanaman pohon Garut di titik ini menjadi langkah penting.

 

Akar pohon akan menahan tanah. Air hujan tidak langsung menggerus lereng. Risiko bisa ditekan.

“Ini bukan kegiatan seremonial. Ini upaya menjaga keseimbangan alam,” kata Wahyono.

Bibit Dipilih, Dampak Dipikirkan

Bibit yang ditanam tidak dipilih sembarangan. Sebagian merupakan tanaman keras. Sebagian lagi pohon buah.

Pendekatannya sederhana, tetapi terukur.

Tanaman keras memperkuat struktur tanah. Pohon buah memberi manfaat ekonomi. Dalam beberapa tahun ke depan, warga bisa merasakan hasilnya.

Dengan cara ini, penanaman pohon Garut tidak berhenti pada aspek lingkungan saja. Kegiatan ini juga membangun nilai keberlanjutan.

Embung Kini Tidak Sendiri

Embung Padaawas selama ini menjadi sumber air bagi warga. Kini, kawasan itu mulai berubah. Di sekelilingnya, bibit-bibit pohon mulai berdiri.

Masih kecil. Masih rapuh. Tapi arah perubahannya jelas.

Beberapa warga terlihat menancapkan bambu kecil sebagai penyangga bibit. Ada juga yang bolak-balik membawa air menggunakan ember. Suasana terasa hidup, tanpa komando berlebihan.

Perlahan, embung ini tidak lagi berdiri sendiri. Ia mulai dikelilingi pelindung alami.

Benteng hijau.

Harapan yang Tidak Ingin Berhenti Hari Ini

Kegiatan ini berlangsung dalam momentum Hari Bumi 2026. Namun pesan yang muncul jauh lebih luas.

Wahyono berharap gerakan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

“Kalau hanya setahun sekali, tidak cukup,” katanya.

Kesadaran lingkungan harus tumbuh dari kebiasaan. Dari hal kecil. Dari tindakan yang diulang.

Dan hari itu, langkah kecil itu mulai terlihat.

Seribu pohon sudah ditanam. Tapi yang lebih penting, kesadaran mulai tumbuh.

Sisanya tinggal satu: kita menjaga, merawat, dan tidak melupakannya. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • nilai kehidupan santri

    Jarang Disadari, Ini 9 Pelajaran Hidup Santri di Pesantren

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nilai kehidupan santri menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Di pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga menyerap nilai kehidupan santri, pendidikan karakter, dan pembentukan akhlak mulia secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengalaman di pesantren sering kali melahirkan pribadi yang tangguh, mandiri, dan berintegritas tinggi di tengah tantangan […]

  • digital detox

    Digital Detox: 7 Tanda Anda Terlalu Lama Hidup di Layar

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com | Lifestyle – Pernah berniat membuka HP hanya lima menit, tetapi tiba-tiba sudah hampir satu jam? Kebiasaan seperti ini membuat digital detox, atau detoks digital, semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari. Istilah penggunaan layar berlebihan, screen time, dan detoks digital merujuk pada upaya mengatur kembali kebiasaan menggunakan perangkat agar teknologi tetap membantu tanpa mengambil terlalu […]

  • PKL Ciamis

    Satpol PP Ciamis Relokasi PKL Lewat Pendekatan Humanis

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PKL Ciamis kembali menjadi perhatian setelah Satpol PP Kabupaten Ciamis menata pedagang kaki lima di kawasan RS Permata Bunda, Rabu (29/7/2026). Setelah menerima aspirasi dari para pedagang pascapenataan sebelumnya, Satpol PP bersama dinas terkait melakukan koordinasi untuk mencari solusi. Hasilnya, PKL Ciamis difasilitasi menempati lokasi baru di depan rumah sakit agar […]

  • Gugatan nasabah bank

    Nasabah Gugat Bank, Dana Talang Rp6,85 Miliar Belum Kembali

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gugatan nasabah bank menjadi sorotan setelah seorang nasabah mengklaim masih memiliki dana talang sebesar Rp6,85 miliar yang belum dikembalikan. Sengketa tersebut kini mengarah ke proses hukum setelah upaya penyelesaian melalui somasi belum menghasilkan kesepakatan. Kuasa hukum nasabah, Dr. H. Nana Suryana, SH., S.Sos., MH, mengatakan kliennya telah melayangkan tiga kali somasi […]

  • merokok dan wudhu

    Merokok dan Wudhu dalam Ibadah Sehari-hari

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Merokok dan wudhu sering dipertanyakan keluarga Muslim. Ini penjelasan hukumnya dan dampaknya pada kualitas ibadah. albadarpost.com, FOKUS – Di banyak rumah Muslim, waktu shalat sering datang di sela rutinitas harian. Ayah pulang kerja. Ibu menyiapkan makan. Anak-anak bersiap mengaji. Di sela itu, ada kebiasaan yang kerap memunculkan tanya: merokok sebelum shalat. Apakah ia membatalkan wudhu? […]

  • Keselamatan Anak & Pendidikan

    Dulu Seberangi Sungai, Kini Akses Pendidikan Pedesaan Lebih Aman

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya kini menjadi jalur utama warga, sekaligus membuka babak baru bagi akses pendidikan pedesaan. Bagi anak-anak sekolah, jembatan ini mengakhiri risiko harian yang selama bertahun-tahun mereka hadapi saat menyeberangi sungai. Jembatan gantung Harumandala menghubungkan Desa Harumandala, Kabupaten Pangandaran, dengan Desa Sindangasih, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak berfungsi […]

expand_less