Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Program MBG Disorot: Ganggu Belajar, Guru Jadi “Karyawan” SPPG?

Program MBG Disorot: Ganggu Belajar, Guru Jadi “Karyawan” SPPG?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digadang sebagai solusi peningkatan gizi siswa kini mulai menuai kritik dari lapangan. Sejumlah sekolah mengeluhkan implementasinya justru mengganggu proses belajar mengajar—bahkan membebani guru di luar tugas utamanya.

Sorotan ini mencuat setelah SMAN 1 Ciemas menyampaikan evaluasi pelaksanaan program tersebut. Pihak sekolah menilai, distribusi makanan di lingkungan sekolah belum tertata optimal dan berpotensi mengganggu fokus pembelajaran di kelas.

“Guru akhirnya ikut mengatur pembagian makanan. Waktu belajar jadi terpotong,” ujar salah satu tenaga pengajar yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah program sebesar ini benar-benar disiapkan dengan sistem yang matang?

Beban Baru di Balik Program Populer

Secara konsep, program makan bergizi gratis memang sulit ditolak. Asupan gizi yang cukup diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan performa siswa di kelas.

Namun di lapangan, pelaksanaannya tidak sesederhana itu.

Distribusi makanan membutuhkan koordinasi ketat—mulai dari penerimaan, pembagian, hingga pengawasan. Tanpa tenaga khusus, tugas-tugas ini sering kali “jatuh” ke guru dan pihak sekolah.

Di beberapa kasus, proses distribusi bahkan memakan waktu 30 hingga 60 menit, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar.

Akibatnya, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga merangkap sebagai pengatur logistik.

Kualitas Pembelajaran Jadi Taruhan

Ketika waktu belajar tergerus, dampaknya tidak bisa dianggap sepele.

Guru yang seharusnya fokus pada materi pelajaran, pembimbingan, dan evaluasi siswa kini harus membagi perhatian. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran.

“Kalau terus seperti ini, yang dikorbankan bukan hanya waktu, tapi juga kualitas belajar siswa,” kata seorang pengamat pendidikan.

Di sinilah dilema muncul. Program makan bergizi gratis penting untuk kesehatan siswa, tetapi jika pelaksanaannya mengganggu proses belajar, maka tujuan pendidikan bisa ikut terdampak.

Masalah Bukan di Program, Tapi Eksekusi

Sejumlah pihak menilai persoalan utama bukan terletak pada programnya, melainkan pada desain implementasinya.

Tanpa sistem distribusi yang jelas—termasuk tenaga khusus dan manajemen waktu—program berpotensi menjadi beban tambahan bagi sekolah.

Idealnya, guru tidak dilibatkan dalam urusan teknis seperti pembagian makanan. Tanpa pemisahan peran yang tegas, risiko terganggunya kegiatan belajar akan terus berulang.

Jangan Abaikan Suara Sekolah

Apa yang terjadi di SMAN 1 Ciemas bisa jadi hanya permukaan dari persoalan yang lebih luas.

Jika tidak segera dievaluasi, keluhan serupa berpotensi muncul di banyak sekolah lain—terutama yang memiliki keterbatasan sumber daya.

Mendengar suara dari lapangan menjadi kunci agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan efektif tanpa efek samping.

Program makan bergizi gratis adalah langkah besar dengan tujuan yang tidak diragukan. Namun tanpa perencanaan teknis yang matang, program ini bisa menimbulkan masalah baru di ruang kelas.

Di tengah upaya meningkatkan gizi siswa, satu hal tidak boleh dilupakan: kualitas pembelajaran tetap harus jadi prioritas utama.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • klausula parkir

    Klausula Parkir Dilarang Hukum, Mengapa Masih Marak?

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Klausula parkir yang mengalihkan tanggung jawab dilarang hukum. Negara diuji pada pengawasan dan perlindungan konsumen. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tulisan kecil di sudut area parkir kerap luput dari perhatian: “kehilangan bukan tanggung jawab pengelola.” Kalimat ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar. Ia menyentuh hak dasar konsumen, relasi kuasa antara warga dan pelaku usaha, serta kehadiran negara […]

  • kultur ngopi

    Indonesia Jadi Negara dengan Tempat Kopi Terbanyak Dunia

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Kultur ngopi menjadikan Indonesia negara dengan tempat kopi terbanyak dunia dan mendorong perubahan sosial ekonomi lokal. albadarpost.com, LIFESTYLE – Indonesia kini tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai negara dengan jumlah tempat ngopi terbanyak secara global. Fenomena ini menandai perubahan besar dalam kultur ngopi nasional—dari sekadar kebiasaan minum kopi […]

  • Patroli Malam Polsek Purwaharja

    Patroli Malam Polsek Purwaharja Jangkau Perbatasan Jabar-Jateng

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Saat sebagian besar warga mulai beristirahat, personel Patroli Malam Polsek Purwaharja justru bergerak menyusuri sejumlah kawasan permukiman hingga wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Langkah preventif itu tidak sekadar menunjukkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Patroli dialogis tersebut […]

  • Skyline Singapura sebagai pusat keuangan global dengan sistem anti pencucian uang terbaik dunia namun tetap berisiko tinggi

    Rating Tertinggi FATF: Singapura Kuat, Tapi Uang Gelap Tetap Menyusup

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Rating FATF Singapura akhirnya mencapai level tertinggi dunia. Namun di balik pencapaian itu, muncul fakta yang sulit diabaikan: Singapura justru semakin dilirik sebagai target pencucian uang global. Peringkat FATF Singapura ini mengukuhkan kekuatan sistem, sekaligus membuka celah risiko yang tidak kecil. Penilaian dari Financial Action Task Force menempatkan Singapura dalam kategori […]

  • Presiden bersama para menteri menunaikan zakat melalui Baznas di Istana Negara pada bulan Ramadan

    Momen Tak Biasa di Istana: Zakat Presiden Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada suasana berbeda di Istana Negara pada bulan Ramadan kali ini. Bukan hanya agenda kenegaraan yang berlangsung di dalamnya. Di tempat yang biasanya identik dengan keputusan politik, para pemimpin negara justru berkumpul untuk menunaikan ibadah. Momen zakat Presiden di Istana bersama para menteri langsung menarik perhatian publik. Banyak orang melihat peristiwa […]

  • tanggap darurat Garut.

    Pemkab Garut Perpanjang Tanggap Darurat demi Pulihkan Akses Warga

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Pemkab memperpanjang tanggap darurat Garut 14 hari untuk percepatan penanganan longsor, banjir, dan pergeseran tanah. albadarpost.com, LENSA – Pemkab Garut kembali memperpanjang status tanggap darurat Garut selama 14 hari setelah rangkaian bencana hidrometeorologi masih terjadi dan penanganan infrastruktur rusak belum sepenuhnya selesai. Perpanjangan ini menjadi langkah penting untuk memastikan akses warga tidak kembali terputus dan […]

expand_less