Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Program MBG Disorot: Ganggu Belajar, Guru Jadi “Karyawan” SPPG?

Program MBG Disorot: Ganggu Belajar, Guru Jadi “Karyawan” SPPG?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digadang sebagai solusi peningkatan gizi siswa kini mulai menuai kritik dari lapangan. Sejumlah sekolah mengeluhkan implementasinya justru mengganggu proses belajar mengajar—bahkan membebani guru di luar tugas utamanya.

Sorotan ini mencuat setelah SMAN 1 Ciemas menyampaikan evaluasi pelaksanaan program tersebut. Pihak sekolah menilai, distribusi makanan di lingkungan sekolah belum tertata optimal dan berpotensi mengganggu fokus pembelajaran di kelas.

“Guru akhirnya ikut mengatur pembagian makanan. Waktu belajar jadi terpotong,” ujar salah satu tenaga pengajar yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah program sebesar ini benar-benar disiapkan dengan sistem yang matang?

Beban Baru di Balik Program Populer

Secara konsep, program makan bergizi gratis memang sulit ditolak. Asupan gizi yang cukup diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan performa siswa di kelas.

Namun di lapangan, pelaksanaannya tidak sesederhana itu.

Distribusi makanan membutuhkan koordinasi ketat—mulai dari penerimaan, pembagian, hingga pengawasan. Tanpa tenaga khusus, tugas-tugas ini sering kali “jatuh” ke guru dan pihak sekolah.

Di beberapa kasus, proses distribusi bahkan memakan waktu 30 hingga 60 menit, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar.

Akibatnya, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga merangkap sebagai pengatur logistik.

Kualitas Pembelajaran Jadi Taruhan

Ketika waktu belajar tergerus, dampaknya tidak bisa dianggap sepele.

Guru yang seharusnya fokus pada materi pelajaran, pembimbingan, dan evaluasi siswa kini harus membagi perhatian. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran.

“Kalau terus seperti ini, yang dikorbankan bukan hanya waktu, tapi juga kualitas belajar siswa,” kata seorang pengamat pendidikan.

Di sinilah dilema muncul. Program makan bergizi gratis penting untuk kesehatan siswa, tetapi jika pelaksanaannya mengganggu proses belajar, maka tujuan pendidikan bisa ikut terdampak.

Masalah Bukan di Program, Tapi Eksekusi

Sejumlah pihak menilai persoalan utama bukan terletak pada programnya, melainkan pada desain implementasinya.

Tanpa sistem distribusi yang jelas—termasuk tenaga khusus dan manajemen waktu—program berpotensi menjadi beban tambahan bagi sekolah.

Idealnya, guru tidak dilibatkan dalam urusan teknis seperti pembagian makanan. Tanpa pemisahan peran yang tegas, risiko terganggunya kegiatan belajar akan terus berulang.

Jangan Abaikan Suara Sekolah

Apa yang terjadi di SMAN 1 Ciemas bisa jadi hanya permukaan dari persoalan yang lebih luas.

Jika tidak segera dievaluasi, keluhan serupa berpotensi muncul di banyak sekolah lain—terutama yang memiliki keterbatasan sumber daya.

Mendengar suara dari lapangan menjadi kunci agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan efektif tanpa efek samping.

Program makan bergizi gratis adalah langkah besar dengan tujuan yang tidak diragukan. Namun tanpa perencanaan teknis yang matang, program ini bisa menimbulkan masalah baru di ruang kelas.

Di tengah upaya meningkatkan gizi siswa, satu hal tidak boleh dilupakan: kualitas pembelajaran tetap harus jadi prioritas utama.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi mushaf Al-Qur’an terbuka pada Surat Yasin dengan cahaya lembut sebagai simbol keutamaan Surat Yasin.

    Surat Yasin: Jawaban Langit atas Keraguan Manusia

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keutamaan Surat Yasin selalu dikaitkan dengan sebutan hati Al-Qur’an, sebuah istilah yang membuat banyak orang penasaran. Fadilah Yasin, keistimewaan Surah Yasin, dan sebab turun Surat Yasin menjadi pembahasan yang terus dicari setiap waktu. Surat ini bukan sekadar rangkaian ayat, melainkan jawaban tegas atas keraguan yang pernah diarahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Surat […]

  • penghargaan LPM Banjar

    Banjar Raih Penghargaan Nasional, Ada Peran LPM di Baliknya

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penghargaan LPM Banjar dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI) membawa satu pesan penting: pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Di balik apresiasi tersebut ada sinergi Pemerintah Kota Banjar dengan LPM Desa/Kelurahan yang menjadi perhatian di tingkat nasional. Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, […]

  • Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup

    Dari Jalanan ke Istana, Kisah Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup kini menjadi sorotan. Sosok yang juga dikenal sebagai aktivis buruh dan tokoh pergerakan ini menempuh jalur yang tidak biasa menuju kursi kabinet. Ia pernah berdiri di barisan demonstran. Ia pernah merasakan tekanan kekuasaan. Kini, ia justru menjadi bagian dari sistem yang dulu ia kritisi. Pelantikan oleh […]

  • Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyampaikan pesan konsolidasi NU menjelang abad kedua dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama

    Konsolidasi NU Menjelang Abad Kedua

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nahdlatul Ulama resmi melangkah ke fase baru sejarahnya. Seratus tahun perjalanan NU bukan hanya penanda usia, melainkan titik refleksi sekaligus penentuan arah. Dalam momentum Harlah ke-100, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan kunci yang tegas: konsolidasi organisasi menjadi syarat utama memasuki NU abad kedua. Pesan itu bukan sekadar seruan […]

  • digital publik

    Website DPRD Tasikmalaya: Hak Publik yang Terabaikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kinerja digital DPRD Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Website resmi lembaga legislatif kota tersebut dinilai belum mampu menjalankan fungsi utama sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat hak masyarakat untuk mengakses informasi kerja-kerja DPRD secara mudah dan akurat. Sorotan tersebut muncul setelah dilakukan perbandingan sederhana terhadap sejumlah website […]

  • Kapolres Cup

    Mini Soccer Satukan Polisi dan Wartawan Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Prista Utama memilih cara berbeda untuk memperingati HUT Bhayangkara ke-80. Melalui Kapolres Cup, ia mempertemukan para perwira Polres Tasikmalaya dan Pokja Wartawan Kabupaten Tasikmalaya dalam pertandingan mini soccer. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres dan Ketua Pokja Wartawan, kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara kepolisian dengan […]

expand_less