Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ulama mengingatkan kewajiban ibadah di tengah jaminan rezeki Allah agar masyarakat lebih tenang dan berimbang.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam kecemasan berlebihan soal urusan dunia. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas, mereka menegaskan bahwa jaminan rezeki telah ditetapkan Allah Swt, sementara kewajiban utama manusia adalah menunaikan amanah ibadah dan tanggung jawab moral. Pesan ini dinilai relevan karena kegelisahan ekonomi kerap menggerus ketenangan spiritual masyarakat.

Dalam berbagai kajian keislaman, ulama merujuk pandangan Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam yang menempatkan ketenangan hati sebagai fondasi iman. Menurut mereka, kerisauan berlebih atas hal-hal yang telah dijamin justru menjadi tanda melemahnya keyakinan.

Ulama Menegaskan Batas Ikhtiar dan Jaminan Rezeki

Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam secara tegas mengingatkan agar manusia tidak menghabiskan energi batin untuk mengatur sesuatu yang sudah dijamin Allah Swt. Ia menulis, manusia diperintahkan untuk “mengistirahatkan hati dan pikiran” dari kegelisahan duniawi, sebab apa yang telah ditetapkan tidak akan luput.

Baca juga: Istri Gugat Cerai, Ini Batasan dan Tujuannya Dalam Islam

“Keraguan terhadap jaminan Allah Swt adalah tanda kurangnya iman,” tulis Ibnu Athaillah dalam salah satu aforismenya.

Ulama menjelaskan, manusia sering kali terbalik dalam memprioritaskan hidup. Banyak yang bersungguh-sungguh mengejar rezeki yang sudah dijamin, tetapi justru lalai terhadap kewajiban yang diperintahkan. Sikap ini, menurut Ibnu Athaillah, mencerminkan “kebutaan mata hati”.

Konsep jaminan rezeki dalam Islam tidak dimaksudkan untuk melemahkan ikhtiar. Sebaliknya, ia berfungsi sebagai pengingat bahwa usaha tidak boleh mengorbankan kewajiban utama kepada Allah Swt.

Rujukan Al-Qur’an tentang Jaminan Rezeki

Pandangan ulama ini berdasar pada Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Ankabut ayat 60, Allah Swt berfirman:

“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan juga kepadamu.”

Ayat ini kerap dijadikan rujukan oleh para ulama untuk menegaskan bahwa jaminan rezeki bukan semata teori teologis, melainkan prinsip dasar kehidupan. Hewan yang tidak menyimpan bekal pun tetap hidup karena ketentuan Allah Swt. Manusia, dengan akal dan usaha, justru sering terjebak dalam kecemasan berlebih.

Dalam kerangka ini, Islam mengajarkan pembagian peran yang jelas: manusia menjalankan kewajiban, sementara Allah Swt menjamin rezeki dan hasil.

Menjaga Keseimbangan antara Amanah dan Tawakal

Syekh Al-Hawas, salah satu ulama sufi yang juga sering dikutip dalam kajian tasawuf, menegaskan prinsip serupa. Ia mengingatkan agar manusia tidak memaksakan diri mengejar apa yang telah dicukupi oleh Allah Swt, tetapi juga tidak menyia-nyiakan amanah yang dibebankan kepadanya.

Baca juga: Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

Pesan ini menegaskan dua prinsip utama. Pertama, terhadap apa yang telah dijamin Allah Swt, manusia dilarang berburuk sangka. Kedua, terhadap apa yang dituntut Allah Swt, manusia tidak boleh lalai.

Ulama menilai, ketidakseimbangan dalam memahami dua hal ini berpotensi melahirkan kelelahan mental. Masyarakat menjadi mudah cemas, merasa selalu kurang, dan kehilangan orientasi spiritual. Dalam jangka panjang, kondisi ini berdampak pada relasi sosial dan kualitas ibadah.

Pemahaman Jaminan Rezeki

Pemahaman yang utuh tentang jaminan rezeki dinilai dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dengan lebih tenang. Kesadaran bahwa rezeki telah diatur tidak membuat seseorang pasif, tetapi mendorongnya bekerja dengan niat yang lebih jernih dan etis.

Di sisi lain, konsep ini juga mencegah sikap rakus dan praktik tidak adil dalam mencari penghidupan. Ulama menilai, ketika kewajiban ibadah ditempatkan di atas kepentingan dunia, solidaritas sosial dan kejujuran lebih mudah tumbuh.

Ulama menegaskan bahwa ketenangan hidup terletak pada keseimbangan antara kewajiban dan jaminan rezeki. Manusia diminta fokus menjalankan amanah, sementara hasil diserahkan kepada Allah Swt. Prinsip ini dinilai semakin relevan di tengah tekanan hidup modern. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penataan Pesantren

    Pemprov Jabar Kebut Penataan Bangunan Pesantren untuk Tingkatkan Keamanan

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Jawa Barat percepat penataan dan audit bangunan pesantren untuk memenuhi standar keselamatan dan kelayakan. albadarpost.com, LENSA – Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia. Namun, kondisi bangunannya belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan. Dari hampir 13 ribu pesantren yang berdiri, hanya sebagian kecil yang telah memiliki Perizinan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat […]

  • Wakil Wali Kota Bandung

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin Diperiksa Kejari, Kasusnya Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin diperiksa Kejari Bandung, penyelidikan belum diungkap ke publik. albadarpost.com, LENSA – Kota Bandung kembali menjadi sorotan publik. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pemeriksaan ini menimbulkan beragam spekulasi lantaran belum ada penjelasan resmi mengenai kasus yang tengah […]

  • Tahun Baru 2026

    Menyambut Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Umat Islam menyambut Tahun Baru 2026 dengan doa dan muhasabah sebagai fondasi spiritual dan sikap sosial. albadarpost.com, FOKUS – Pergantian Tahun Baru 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk menata ulang niat, memperbaiki sikap, dan menguatkan ikatan spiritual. Di tengah arus perayaan yang sering menonjolkan euforia, sebagian umat memilih jalur yang lebih sunyi: berdoa, […]

  • Satu siswa satu pohon

    Bupati Tasikmalaya Dorong Sekolah Jadi Pusat Perubahan Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong sekolah menjadi pusat perubahan dalam pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peluncuran program Satu siswa satu pohon yang dirangkaikan dengan swasembada pangan berbasis sekolah di wilayah selatan Tasikmalaya, Senin (19/1/2026). Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menerima langsung kunjungan kerja Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) di […]

  • cemilan pereda pegal dan pusing

    Capek dan Pusing Setelah Kerja? Coba 8 Cemilan Ini, Efektif Pulihkan Energi!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Cemilan pereda pegal dan pusing bantu tubuh pulih cepat setelah kerja dan jaga energi tetap stabil. Cemilan Pereda Pegal dan Pusing, Solusi Cepat Pulihkan Tubuh Setelah Seharian Bekerja albadarpost.com, PELITA – Setelah melewati jam kerja yang panjang, tubuh sering kali memberi sinyal kelelahan melalui rasa pegal, pusing, atau kepala terasa berat. Kondisi ini bukan sekadar […]

  • data bansos

    Data Bansos Meleset, Lansia di Bekasi Tidak Menerima Bantuan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kasus Inah di Bekasi menunjukkan data bansos meleset, warga rentan tidak menerima bantuan sosial. albadarpost.com, HUMANIORA – Di sebuah rumah kecil di Kampung Wangkal, Desa Sukajaya, Cibitung, Bekasi, seorang lansia bernama Inah hidup tanpa kepastian. Perempuan 64 tahun itu mengaku tak pernah menerima bantuan sosial, sementara banyak warga di sekitarnya memperoleh bantuan dalam jumlah besar. […]

expand_less