Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Genjot Pendapatan Daerah

Pemkab Tasikmalaya Genjot Pendapatan Daerah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkab Tasikmalaya memperkuat Satgas Pendapatan Daerah guna menaikkan kemandirian fiskal yang masih rendah.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kinerja Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Daerah sebagai langkah strategis menghadapi rendahnya tingkat kemandirian fiskal. Penguatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Aula Wiradadaha Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025).

Langkah tersebut dinilai penting karena kapasitas fiskal daerah masih sangat bergantung pada transfer pemerintah pusat. Di tengah tuntutan pembangunan dan pelayanan publik yang terus meningkat, optimalisasi pendapatan asli daerah menjadi isu mendesak bagi keberlanjutan keuangan daerah.

Rapat koordinasi ini menjadi forum konsolidasi antarperangkat daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk menyatukan langkah dalam menggali potensi pendapatan yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.


Kemandirian Fiskal Masih Rendah

Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menyampaikan bahwa kondisi kemandirian fiskal daerah pada 2025 masih menghadapi tantangan serius. Data yang dipaparkan menunjukkan ketergantungan fiskal Kabupaten Tasikmalaya masih cukup tinggi.

“Tingkat kemandirian fiskal Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2025 tercatat sebesar 14,10 persen jika memasukkan Badan Layanan Umum Daerah,” kata Cecep. Angka tersebut bahkan turun menjadi 7,22 persen apabila komponen BLUD tidak diperhitungkan.

Rendahnya rasio tersebut mencerminkan terbatasnya kontribusi pendapatan asli daerah terhadap total pendapatan APBD. Kondisi ini membuat ruang gerak pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembangunan menjadi relatif sempit.

Baca juga: Gelombang Pejabat Mundur Terjadi di Cianjur

Menurut Cecep, situasi tersebut tidak bisa disikapi secara biasa. Pemerintah daerah, kata dia, harus keluar dari pola kerja rutin dan mulai membangun pendekatan yang lebih inovatif dalam pengelolaan pendapatan daerah.


Satgas Pendapatan Daerah Jadi Penggerak

Dalam konteks itu, peran Satgas Optimalisasi Pendapatan Daerah dinilai krusial. Satgas ini diposisikan sebagai penggerak utama dalam mengidentifikasi, mengamankan, dan meningkatkan sumber-sumber pendapatan daerah secara terukur dan berkelanjutan.

“Satuan tugas optimalisasi pendapatan daerah harus bekerja secara terpadu, terkoordinasi, dan berorientasi pada hasil,” ujar Cecep.

Ia menekankan bahwa optimalisasi pendapatan daerah tidak hanya soal mengejar target angka, tetapi juga memastikan tata kelola yang akuntabel dan sesuai regulasi. Pendekatan ini diperlukan agar peningkatan pendapatan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Bupati juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif memetakan potensi yang selama ini belum tergarap maksimal. Mulai dari retribusi, pemanfaatan aset daerah, hingga kinerja BUMD yang dinilai masih memiliki ruang perbaikan.


Sinergi Perangkat Daerah dan BUMD

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pimpinan BUMD, serta anggota Satgas Optimalisasi Pendapatan Daerah.

Baca juga: Melaka Siapkan Jembatan ke Indonesia

Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan upaya membangun sinergi yang lebih solid. Pemerintah daerah menilai bahwa optimalisasi pendapatan tidak bisa berjalan parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang konsisten antarunit kerja.

Dalam forum tersebut, dibahas pula perlunya penyelarasan data dan kebijakan antarperangkat daerah. Sinkronisasi ini penting untuk menghindari tumpang tindih kewenangan dan memastikan setiap potensi pendapatan tercatat serta dikelola secara optimal.


Konteks dan Dampak Publik

Penguatan Satgas Pendapatan Daerah diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas fiskal Kabupaten Tasikmalaya. Dengan pendapatan daerah yang lebih kuat, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kemandirian fiskal juga menjadi indikator penting bagi daya tahan keuangan daerah di tengah ketidakpastian ekonomi. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap langkah ini menjadi fondasi awal menuju struktur APBD yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Penguatan Satgas Pendapatan Daerah menjadi kunci Pemkab Tasikmalaya keluar dari ketergantungan fiskal dan memperkuat pembiayaan pembangunan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saad bin Abi Waqqas

    Perang Qadisiyah: Saat Pasukan Kecil Mengalahkan Kekaisaran Persia

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagaimana mungkin seorang panglima memenangkan perang terbesar dalam sejarah Islam tanpa turun langsung ke medan tempur? Pertanyaan itulah yang membuat kisah Saad bin Abi Waqqas, panglima penakluk Persia dan sahabat Nabi Muhammad SAW, terus menarik perhatian hingga hari ini. Nama Saad bin Abi Waqqas sering muncul dalam sejarah Perang Qadisiyah, penaklukan Persia, […]

  • Fikih Muamalah

    Mengapa Rezeki Berkah Lebih Mahal dari Kekayaan?

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Seorang pedagang menutup tokonya dengan omzet puluhan juta rupiah. Di rumah, ia masih gelisah memikirkan keuntungan esok hari. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang penjual gorengan menghitung hasil dagangannya yang sederhana. Sebelum pulang, ia menyisihkan sebagian uang untuk membantu tetangganya yang sedang sakit. Malam itu, ia tidur dengan hati tenang. Dua kisah […]

  • Biaya Haji 2027

    Biaya Haji 2027 Belum Final, DPR RI Beri Penjelasan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Biaya Haji 2027 kembali menjadi perhatian publik setelah beredar informasi mengenai usulan BPIH 2027 sebesar Rp107,3 juta. Namun, DPR RI menegaskan bahwa angka tersebut belum menjadi keputusan resmi. Hingga kini, usulan biaya penyelenggaraan ibadah haji masih berada pada tahap pembahasan bersama pemerintah melalui Komisi VIII DPR RI. Klarifikasi tersebut disampaikan melalui materi publikasi […]

  • Ilustrasi kemacetan jalan raya dengan banyak kendaraan sebagai metafora kehidupan yang penuh tekanan dan pentingnya makna syukur

    Bukan Kurang Nikmat, Tapi Kurang Syukur: Ini Faktanya

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna syukur sering kita ucapkan, tetapi jarang kita rasakan sepenuhnya. Banyak orang memahami syukur sebagai sekadar ucapan “terima kasih,” padahal arti syukur, esensi bersyukur, dan nilai rasa cukup jauh lebih dalam dari itu. Ironisnya, di tengah hidup yang serba cepat, kita justru makin jauh dari makna syukur yang sebenarnya. Padahal, syukur bukan […]

  • Bandara Husein Bandung

    Bandara Husein Bandung Dibidik 9 Maskapai, Ini Rute Favorit

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandara Husein Bandung kembali menarik perhatian dunia penerbangan. Sedikitnya sembilan maskapai nasional dan internasional telah mengajukan slot penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, membuka peluang bertambahnya pilihan penerbangan Bandung menuju sejumlah kota besar di Indonesia hingga Asia Tenggara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan pengajuan tersebut masih berada dalam […]

  • WFH ASN Jabar

    WFH ASN Jabar Berlaku 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar tetapkan WFH ASN setiap Kamis mulai 2026 lewat surat edaran dengan pengecualian layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan kebijakan kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui skema work from home (WFH) setiap hari Kamis mulai tahun 2026. Kebijakan ini menegaskan upaya penataan birokrasi dengan pengaturan operasional yang […]

expand_less