Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Larangan Jilbab Austria Berlaku 2026, Kritik HAM Menguat

Larangan Jilbab Austria Berlaku 2026, Kritik HAM Menguat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Austria melarang jilbab siswi di bawah 14 tahun. Kebijakan diuji HAM dan berpotensi digugat ke Mahkamah Konstitusi.


Larangan Jilbab Disahkan, Ribuan Siswi Terdampak

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Parlemen Austria menyetujui kebijakan larangan penggunaan jilbab bagi siswi perempuan di bawah usia 14 tahun. Keputusan ini diambil Dewan Nasional Austria pada Kamis (11/12/2025) dan akan berlaku mulai tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah memperkirakan sekitar 12.000 anak perempuan terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.

Larangan jilbab Austria ini berlaku di seluruh sekolah negeri dan swasta. Namun, kegiatan sekolah di luar lingkungan sekolah dikecualikan dari aturan tersebut. Pemerintah juga menetapkan sanksi administratif berupa denda antara 150 hingga 800 euro bagi pelanggar.

Kebijakan ini menjadi sorotan karena menyentuh irisan sensitif antara perlindungan anak, kebebasan beragama, dan prinsip kesetaraan hukum. Di satu sisi, pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah protektif. Di sisi lain, kelompok HAM dan komunitas Muslim melihatnya sebagai bentuk pembatasan hak dasar.


Pemerintah: Jilbab Dianggap Simbol Penindasan

Menteri Integrasi Austria, Claudia Plakolm, menyatakan larangan jilbab diperlukan untuk melindungi perkembangan anak perempuan. Menurutnya, jilbab tidak dapat dilepaskan dari konteks tekanan sosial terhadap tubuh perempuan.

“Ketika seorang gadis diberitahu bahwa dia harus menutupi tubuhnya demi melindungi diri dari pandangan laki-laki, itu bukan ritual keagamaan, melainkan penindasan,” kata Plakolm, dikutip dari AFP.

Pemerintah menilai kebijakan ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang netral dan bebas dari simbol tekanan agama. Menteri Pendidikan Christoph Wiederkehr juga mendukung kebijakan tersebut dan menilai larangan jilbab Austria dapat memperkuat iklim pendidikan yang inklusif.

Dukungan politik datang dari sejumlah partai, termasuk NEOS. Partai sayap kanan FPO bahkan mengaitkan jilbab dengan isu Islam politik dan imigrasi massal, narasi yang kerap memicu kontroversi di Austria.


Penolakan dan Ancaman Gugatan Konstitusional

Meski mendapat dukungan luas di parlemen, kebijakan ini menuai penolakan keras. Partai Hijau menentang rancangan undang-undang tersebut dan mengingatkan bahwa aturan serupa pernah dibatalkan Mahkamah Konstitusi Austria pada 2020.

Baca juga: HSBC Rain Vortex Digelar, Daya Tarik Jewel Changi Kian Konsisten

Wakil Ketua Parlemen Sigrid Maurer menilai undang-undang ini berpotensi kembali melanggar prinsip kesetaraan. “Pemerintah tahun ini berisiko kembali dibatalkan,” ujarnya.

Komunitas Agama Islam Austria mengumumkan rencana mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menyebut larangan jilbab Austria menimbulkan persoalan serius terkait hak asasi manusia dan kebebasan beragama.

Organisasi tersebut menegaskan penolakannya terhadap pemaksaan berjilbab, namun tetap membela hak anak perempuan yang memilih mengenakannya secara sukarela. Sejumlah pengacara dan pendidik Muslim juga menyatakan siap menggugat kebijakan ini.


Analisis: Kebijakan Perlindungan atau Diskriminasi?

Sejumlah pakar hukum menilai justifikasi pemerintah masih lemah secara konstitusional. Larangan yang secara spesifik menyasar satu simbol agama dinilai rawan diskriminasi, terutama jika tidak disertai bukti kuat adanya paksaan sistemik.

Larangan jilbab Austria diperkirakan akan kembali diuji di Mahkamah Konstitusi dalam waktu dekat. Putusan pengadilan nantinya akan menjadi penentu apakah negara dapat membatasi ekspresi agama atas nama perlindungan anak.

Kasus ini menunjukkan ketegangan yang terus berulang di Eropa antara kebijakan integrasi, sekularisme negara, dan perlindungan hak minoritas. Sekolah menjadi ruang paling rentan, karena kebijakan publik langsung menyentuh kehidupan anak.

Larangan jilbab Austria menandai babak baru perdebatan kebebasan beragama dan perlindungan anak di Eropa. Kebijakan ini kini bergantung pada uji konstitusional yang akan menentukan batas intervensi negara.

Larangan jilbab Austria memicu polemik HAM dan berpotensi kembali diuji Mahkamah Konstitusi terkait kebebasan beragama. (Red/Arrian)


.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocah Tenggelam Cijolang

    Bocah Tenggelam Cijolang Saat Berenang Bersama Teman

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Siang yang semula berjalan biasa di Bendungan Cijolang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang bocah berusia 8 tahun dilaporkan hilang saat berenang bersama dua temannya pada Senin (8/6/2026). Peristiwa bocah tenggelam Cijolang itu mengundang perhatian warga sekitar. Dalam hitungan menit, kabar tersebut menyebar dari mulut ke mulut. Orang-orang […]

  • Polisi mengamankan sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya yang memeras pedagang rokok dengan modus penyergapan dan atribut palsu.

    Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya menggemparkan publik setelah Satreskrim Polresta Tasikmalaya berhasil membongkar aksi pemerasan yang menyasar pedagang rokok di Jalan Raya Mangkubumi. Kelompok ini tidak hanya melakukan penipuan, tetapi juga mengatasnamakan aparat resmi dengan modus yang terstruktur dan berlapis. Dalam kasus ini, istilah bea cukai palsu Tasikmalaya dan penyergapan pedagang […]

  • Mahasiswa Ciamis

    Mahasiswa Ciamis Desak DPRD Kawal MBG dan Harga BBM

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gelombang aksi mahasiswa Ciamis kembali menguat. Ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga BBM, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan ruang demokrasi. Aksi mahasiswa Ciamis ini berlangsung di pelataran Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Senin (22/6/2026). Koalisi […]

  • Prestasi Polresta Tasikmalaya

    Polresta Tasikmalaya Borong Prestasi Hari Bhayangkara Ke-80

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Prestasi Polresta Tasikmalaya kembali mencuri perhatian pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Melalui berbagai capaian di tingkat Polda Jawa Barat, Polresta Tasikmalaya berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi yang mencerminkan profesionalisme, inovasi, dan soliditas personel. Selain itu, Polresta Tasikmalaya berprestasi hingga tingkat nasional melalui ajang yang digelar Mabes Polri. Kapolda Jawa Barat Irjen […]

  • pencairan TPD tertunda

    Pencairan TPD TPG Tertunda, Guru Kemenag Gelisah

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Janji pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada Maret 2026 kembali menguat, tetapi kegelisahan guru dan dosen belum sepenuhnya reda. Hingga akhir Januari, pencairan TPD tertunda karena anggaran belum tersedia dalam pagu awal Kementerian Agama. Bagi guru dan dosen di bawah naungan Kemenag, tunjangan profesi bukan sekadar tambahan penghasilan. Dana tersebut menjadi penopang […]

  • dana lender tertahan

    OJK Awasi Ketat Dana Lender Tertahan di PT Dana Syariah Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    OJK perketat pengawasan PT Dana Syariah Indonesia terkait dana lender tertahan dan potensi pelanggaran hukum. OJK Perketat Pengawasan atas Kasus Dana Lender Tertahan di DSI albadarpost.com, PERSPEKTIF – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap penyelenggara pinjaman online (pinjol) PT Dana Syariah Indonesia (DSI) menyusul laporan adanya dana lender tertahan dan pembayaran imbal hasil yang […]

expand_less