Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » 5 Fakta Suyudi Ario Seto, Pengganti Listyo Sigit yang Disetujui DPR

5 Fakta Suyudi Ario Seto, Pengganti Listyo Sigit yang Disetujui DPR

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Suyudi Ario Seto menjadi nama baru di pucuk pimpinan Polri setelah Rapat Paripurna DPR menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Kamis, 1 Oktober 2026. Persetujuan tersebut menjadi tahapan penting dalam proses pergantian Kapolri setelah sebelumnya Komisi III DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Suyudi bukan figur yang tiba-tiba muncul dalam bursa pimpinan Polri. Sebelum diajukan sebagai calon Kapolri, ia memiliki perjalanan panjang di kepolisian, termasuk pengalaman di bidang reserse, memimpin sejumlah satuan kewilayahan, menjabat Kapolda Banten, hingga dipercaya menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Berikut lima fakta penting tentang Suyudi Ario Seto yang relevan setelah DPR menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri.

1. Lulusan Akpol 1994

Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Pendidikan tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di institusi kepolisian.

Dalam perjalanan kariernya, ia kemudian menempuh pendidikan lanjutan di lingkungan kepolisian. Pengalaman pendidikan itu berjalan beriringan dengan penugasannya di sejumlah fungsi dan wilayah.

Latar belakang tersebut menjadi bagian penting dari rekam perjalanan Suyudi sebelum mencapai jenjang pimpinan tinggi Polri.

2. Jejak Kariernya Kuat di Bidang Reserse

Sebelum menduduki berbagai jabatan pimpinan, Suyudi memiliki pengalaman panjang di bidang reserse.

Ia pernah menjalankan tugas di lingkungan Resmob Polda Metro Jaya dan sejumlah jabatan yang berkaitan dengan penanganan perkara. Setelah itu, kariernya berkembang melalui sejumlah posisi strategis di tingkat kewilayahan.

Nama Suyudi kemudian tercatat pernah memimpin Polres Majalengka, Polres Bogor, Polresta Bogor Kota, serta Polres Metro Jakarta Pusat.

Rangkaian penugasan tersebut membuat pengalaman penegakan hukum menjadi salah satu bagian menonjol dalam perjalanan kariernya.

3. Pernah Menjabat Kapolda Banten

Perjalanan karier Suyudi kemudian memasuki level pimpinan kepolisian daerah.

Ia dipercaya menjadi Kapolda Banten sebelum mendapat penugasan berikutnya di luar struktur Polri.

Posisi tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya karena memberikan pengalaman memimpin organisasi kepolisian pada tingkat provinsi.

Setelah itu, Suyudi mendapat penugasan yang membawanya ke lembaga lain yang masih memiliki keterkaitan erat dengan penegakan hukum dan pemberantasan narkotika.

4. Sebelum Menuju Kapolri, Ia Memimpin BNN

Sebelum namanya diajukan sebagai Kapolri, Suyudi menjabat Kepala BNN RI.

Situs resmi BNN pada 2026 masih mencatat Suyudi sebagai Kepala BNN dalam berbagai kegiatan kelembagaan. Salah satunya terkait penguatan kebijakan BNN berbasis data dan bukti.

Pengalaman memimpin BNN memberikan dimensi lain dalam rekam karier Suyudi. Ia tidak hanya memiliki pengalaman dalam struktur kepolisian, tetapi juga memimpin lembaga yang berfokus pada pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Bahkan, pada Januari 2026, BNN mencatat Suyudi memperoleh gelar Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara.

5. Mengusung “Polisi Bersama Masyarakat”

Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR pada 1 Oktober 2026, Suyudi menyampaikan gagasan “Polisi Bersama Masyarakat”.

Dalam pemaparannya, gagasan tersebut ditempatkan sebagai doktrin kepemimpinan sekaligus arah transformasi Polri apabila ia memimpin institusi tersebut. Masyarakat disebut sebagai pusat orientasi pelaksanaan tugas kepolisian.

Suyudi juga menyampaikan bahwa kritik dan keluhan publik yang berbasis fakta dapat menjadi sistem peringatan dini bagi Polri untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki.

Poin tersebut merupakan gagasan yang disampaikan Suyudi dalam proses pencalonannya, sehingga belum tepat diperlakukan sebagai kebijakan yang sudah berjalan di seluruh tubuh Polri.

Dari Reserse, Kapolda, hingga BNN

Jika dirangkai, perjalanan Suyudi memiliki beberapa titik penting: lulusan Akpol 1994, berkarier di bidang reserse, memimpin sejumlah kepolisian wilayah, menjadi Kapolda Banten, kemudian dipercaya memimpin BNN.

Kini, Rapat Paripurna DPR telah memberikan persetujuan atas pengangkatannya sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Tahapan tersebut menjadi dasar penting menuju pergantian pucuk pimpinan Polri.

Namun, rekam jejak dan gagasan yang disampaikan dalam proses pencalonan tetap perlu dipisahkan dari penilaian atas kinerja yang akan datang. Apa yang sudah tercatat adalah perjalanan kariernya; sementara bagaimana arah Polri di bawah kepemimpinannya akan menjadi bagian dari babak berikutnya.

Dari dunia reserse hingga memimpin BNN, Suyudi kini memasuki fase baru dalam perjalanan panjangnya di kepolisian. Pergantian figur telah mendapat persetujuan parlemen; selanjutnya, publik akan melihat bagaimana gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” diterjemahkan dalam kerja nyata. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less