Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diduga dari Pembakaran Sampah, Kandang Ayam Singajaya Terbakar

Diduga dari Pembakaran Sampah, Kandang Ayam Singajaya Terbakar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Singajaya terjadi pada Minggu malam, 27 September 2026, setelah api diduga berasal dari pembakaran sampah kemudian merembet ke sebuah kandang ayam di Kampung Nangka Leah, RT 04/RW 05, Desa Cigintung, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.55 WIB. Kandang yang terbakar sudah tidak berproduksi. Karena lokasinya tidak jauh dari permukiman warga, masyarakat segera meminta bantuan petugas pemadam untuk mencegah api meluas.

Dilansir dari informasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, petugas Pos Sektor Singajaya tiba di lokasi sekitar pukul 20.08 WIB menggunakan satu unit kendaraan pancar.

Api akhirnya berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.

Api Diduga Merembet dari Pembakaran Sampah

Kronologi awal menunjukkan kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah.

Api kemudian diduga merembet hingga mencapai kandang ayam yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan produksi. Posisi kandang yang berada tidak jauh dari permukiman membuat warga segera mengambil tindakan dengan menghubungi petugas pemadam.

Respons cepat menjadi penting dalam kondisi seperti itu.

Api yang awalnya berada di area terbatas dapat berkembang ketika bertemu material yang mudah terbakar. Selain itu, arah dan kecepatan angin juga dapat memengaruhi penyebaran api di area terbuka.

Karena itu, pembakaran sampah membutuhkan pengawasan sampai api benar-benar padam.

Dalam kejadian di Cigintung, warga memilih meminta bantuan petugas ketika melihat situasi berpotensi berkembang. Langkah tersebut membantu mempercepat penanganan sebelum api menjalar lebih jauh.

Damkar Singajaya Tiba Sekitar 13 Menit

Petugas Pos Sektor Singajaya bergerak setelah menerima laporan kebakaran.

Mereka tiba di lokasi sekitar 20.08 WIB, atau sekitar 13 menit setelah kejadian dilaporkan pada pukul 19.55 WIB.

Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman menggunakan satu unit kendaraan pancar. Dalam penanganan tersebut, petugas menerapkan pola 1A.

Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari TNI, Satpol PP Kecamatan, serta warga sekitar.

Kolaborasi tersebut membantu petugas menangani api sekaligus menjaga situasi di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 20.35 WIB, api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman.

Dengan demikian, penanganan sejak laporan awal hingga situasi aman berlangsung sekitar 40 menit.

Tidak terdapat laporan korban jiwa ataupun luka-luka.

Kerugian Kebakaran Diperkirakan Rp15 Juta

Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran Garut di wilayah Singajaya tersebut tetap menyebabkan kerugian material.

Nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta. Objek yang terbakar berupa kandang ayam yang sudah tidak berproduksi.

Nilai tersebut masih berupa perkiraan sehingga tidak tepat diperlakukan sebagai angka kerugian final.

Kebakaran juga menunjukkan bahwa bangunan yang sudah tidak aktif tetap membutuhkan perhatian terhadap potensi bahaya api.

Bangunan kosong, kandang, gudang, atau area yang jarang digunakan sering kali menyimpan material yang mudah terbakar. Karena itu, lingkungan sekitar tetap perlu diperiksa, terutama jika berdekatan dengan rumah warga.

Bakar Sampah Jangan Ditinggalkan

Peristiwa kandang ayam terbakar di Singajaya memberikan pengingat sederhana bagi masyarakat: jangan meninggalkan api yang belum benar-benar padam.

Pembakaran sampah yang dilakukan di ruang terbuka tetap memiliki risiko. Bara dapat bertahan meskipun nyala api sudah tidak terlihat.

Ketika angin bertiup atau bara bersentuhan dengan bahan kering, api dapat kembali muncul dan merambat ke lingkungan sekitar.

Karena itu, masyarakat yang membakar sampah perlu memastikan lokasi pembakaran berada jauh dari bangunan, tumpukan barang, rumput kering, dan material mudah terbakar lainnya.

Selain itu, kondisi angin perlu diperhatikan.

Jika angin mulai menguat, pembakaran sebaiknya dihentikan. Jangan pula meninggalkan lokasi sebelum memastikan tidak ada bara yang masih menyala.

Warga Perlu Cepat Bertindak Saat Api Membesar

Respons masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang.

Ketika api masih kecil dan berada dalam kondisi aman untuk ditangani, upaya awal dapat dilakukan dengan cara yang tepat. Namun, jika api mulai membesar atau mendekati bangunan, masyarakat sebaiknya tidak mengambil risiko.

Segera menjauh dari titik api dan meminta bantuan petugas pemadam.

Kejadian di Desa Cigintung menunjukkan pentingnya komunikasi cepat antara masyarakat dan petugas. Api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Namun, situasi bisa berbeda jika kebakaran terjadi lebih dekat dengan rumah warga atau ketika api sudah menjalar ke beberapa bangunan.

Karena itu, pencegahan tetap menjadi langkah pertama.

Kebakaran Singajaya Jadi Pengingat

Kebakaran di Kampung Nangka Leah memang hanya melibatkan kandang ayam yang sudah tidak berproduksi. Namun, kejadian tersebut tetap memberikan pelajaran penting bagi masyarakat.

Api kecil tidak selalu berhenti di tempat pertama kali dinyalakan.

Ketika pengawasan lemah, bara dapat berubah menjadi kobaran dan merembet ke bangunan di sekitarnya.

Karena itu, masyarakat perlu memperlakukan aktivitas pembakaran sampah dengan serius. Pastikan lokasi aman, jangan meninggalkan api, dan padamkan bara hingga tidak lagi memiliki potensi menyala.

Jika situasi mulai tidak terkendali, keselamatan manusia harus menjadi prioritas.

Kandang ayam di Singajaya mungkin sudah berhenti berproduksi. Namun, api tidak mengenal apakah sebuah bangunan masih digunakan atau tidak. Dari bara kecil hingga kerugian sekitar Rp15 juta, peristiwa ini menyisakan satu pesan sederhana: jangan pernah meninggalkan api sebelum benar-benar padam. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less