Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pembangunan Tasikmalaya Selesai, Tantangan Baru Dimulai

Pembangunan Tasikmalaya Selesai, Tantangan Baru Dimulai

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah Kota Tasikmalaya meresmikan hasil pembangunan Tahun Anggaran 2025 yang tersebar di 10 kecamatan, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya.

Namun, peresmian bukan menjadi akhir dari proses pembangunan. Setelah pekerjaan fisik dinyatakan selesai, perhatian berikutnya justru bergeser pada pertanyaan yang lebih penting: apakah fasilitas tersebut benar-benar berfungsi, dimanfaatkan masyarakat, dan dirawat secara berkelanjutan?

Dilansir dari Pemkot Tasikmalaya, pembangunan Tahun Anggaran 2025 terealisasi dalam 907 paket kegiatan dengan total anggaran Rp121,882 miliar. Paket pembangunan itu tersebar di seluruh kecamatan dan mencakup sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur dasar hingga fasilitas pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik.

Dari Infrastruktur Air hingga Jalan Lingkungan

Rangkaian pembangunan tersebut mencakup sejumlah proyek yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Di sektor penyediaan air, terdapat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Margabakti, Kecamatan Cibeureum, serta Bantarsari, Kecamatan Bungursari.

Sementara itu, bidang lingkungan mencakup pembangunan drainase di Kampung Depok dan Jalan BKR. Pemerintah juga membangun tangki septik individual di Kelurahan Tugujaya serta melakukan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TPA Ciangir.

Pada sektor konektivitas, pembangunan menyasar Jalan Lingkungan Kampung Peundeuy, Kelurahan Ciakar, serta Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk di Kecamatan Mangkubumi.

Berbagai proyek tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbentuk gedung yang mudah terlihat. Infrastruktur air, drainase, sanitasi, jalan lingkungan, dan pengelolaan limbah juga menentukan kualitas kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sekolah dan Puskesmas Masuk Dalam Pembangunan

Pembangunan 2025 juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan.

Dua ruang kelas baru dibangun di SDN 1 Siluman, Kecamatan Cibeureum, dan SDN Ciparay, Kecamatan Mangkubumi.

Kemudian, Puskesmas Panglayungan di Kecamatan Cipedes mendapatkan renovasi sekaligus penambahan ruangan.

Pada sektor pelayanan pemerintahan, pembangunan mencakup Gedung Kantor Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, serta rehabilitasi Kantor Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum.

Artinya, sebagian hasil pembangunan tersebut berada pada fasilitas yang digunakan masyarakat secara rutin. Karena itu, ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada selesainya pekerjaan konstruksi.

Bangunan sekolah harus menunjang kegiatan belajar. Puskesmas harus memberikan pelayanan. Kantor kelurahan harus mendukung administrasi masyarakat. Begitu pula jalan, drainase, SPAM, dan fasilitas lingkungan harus tetap berfungsi setelah proyek selesai.

D'Arrian Collections

907 Paket Bukan Sekadar Angka

Pemkot Tasikmalaya menyatakan pembangunan tidak semata-mata dinilai berdasarkan jumlah kegiatan atau besarnya anggaran. Fokus akhirnya adalah manfaat yang dirasakan masyarakat.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan bahwa 907 paket pembangunan tersebut diharapkan memberikan dampak nyata, terutama bagi pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Pernyataan itu sekaligus memberikan konteks penting dalam membaca angka pembangunan.

907 paket memang merupakan angka yang besar. Namun, angka tersebut baru menggambarkan volume kegiatan. Dampak pembangunan baru terlihat ketika fasilitas benar-benar digunakan dan memberikan manfaat.

Karena itu, setelah seremoni peresmian selesai, pekerjaan pemerintah tidak otomatis berhenti.

Ada tahap berikutnya yang tidak kalah penting: memastikan fasilitas berfungsi sesuai peruntukannya, melakukan pemeliharaan secara berkala, serta memastikan masyarakat mengetahui dan dapat memanfaatkannya.

Tantangan Setelah Peresmian

Pembangunan memiliki siklus yang lebih panjang daripada proses pengerjaan fisik.

Sebuah jalan membutuhkan pemeliharaan. Drainase perlu dijaga agar tidak tersumbat. Sistem air minum membutuhkan pengelolaan. Fasilitas kesehatan membutuhkan perawatan. Sekolah dan kantor pelayanan juga memerlukan anggaran pemeliharaan agar tetap layak digunakan.

Karena itu, keberhasilan pembangunan sebaiknya tidak hanya dilihat pada saat proyek selesai atau ketika pita peresmian dipotong.

Indikator yang lebih substantif muncul beberapa bulan dan beberapa tahun kemudian: apakah fasilitas tetap berfungsi, apakah masyarakat menggunakannya, dan apakah manfaatnya benar-benar bertahan?

Pertanyaan tersebut bukan tuduhan terhadap proyek tertentu. Sebaliknya, itu merupakan bagian dari evaluasi pembangunan agar investasi pemerintah memiliki manfaat jangka panjang.

Pada akhirnya, pembangunan daerah bukan sekadar tentang berapa banyak proyek yang selesai dalam satu tahun.

Bangunan bisa diresmikan dalam sehari. Tetapi manfaatnya harus dibuktikan setiap hari. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less