Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » TBC Tasikmalaya Tembus 68,95 Persen, Target 100 Persen Menanti

TBC Tasikmalaya Tembus 68,95 Persen, Target 100 Persen Menanti

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Hingga 19 September, capaian penemuan kasus tercatat 68,95 persen dari target yang ditetapkan.

Angka tersebut bukan berarti 68,95 persen warga Kabupaten Tasikmalaya menderita TBC. Persentase itu menunjukkan capaian penemuan kasus dibandingkan target penemuan kasus.

Masih ada jarak 31,05 poin persentase menuju target 100 persen yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya hingga akhir Desember 2026.

Target tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 22 September 2026. Kunjungan berlangsung di Aula Pendopo Baru dan dilanjutkan dengan peninjauan pelaksanaan skrining TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Balai Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna.

Dari 50,5 Persen Naik ke 68,95 Persen

Capaian tahun ini menunjukkan pergerakan dibandingkan 2025.

Data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mencatat penemuan kasus TBC pada 2025 baru mencapai 50,5 persen dari target. Sementara hingga 19 September 2026, angkanya meningkat menjadi 68,95 persen.

Pada saat yang sama, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) disebut berada di angka 78,29 persen.

Dua angka tersebut perlu dibaca sebagai indikator yang berbeda. Capaian penemuan kasus TBC menggambarkan sejauh mana kasus yang diperkirakan ada berhasil ditemukan, sedangkan SPM merupakan indikator pelayanan kesehatan dengan cakupan dan definisi tersendiri.

Artinya, kenaikan capaian penemuan kasus memang menjadi sinyal adanya kemajuan, tetapi pekerjaan belum selesai.

Justru angka 31,05 poin yang tersisa menjadi bagian paling penting untuk melihat tantangan sampai penghujung 2026.

Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin menyatakan optimistis target penemuan kasus TBC dapat mencapai 100 persen pada akhir Desember.

“Saya optimis, dengan kerja keras bersama, target 100 persen pada akhir Desember 2026 dapat kita capai.”

D'Arrian Collections

CKG Tidak Cukup Berhenti di Pemeriksaan

Integrasi skrining TBC dengan CKG membuat pemeriksaan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai siapa yang datang untuk diperiksa.

Kementerian Kesehatan sejak awal 2026 memang menekankan bahwa keberhasilan CKG tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta. Temuan kesehatan harus ditindaklanjuti melalui tata laksana, pengobatan, atau rujukan yang sesuai.

Konteks ini penting ketika CKG digunakan sebagai pintu masuk untuk menemukan TBC.

Sebab, menemukan seseorang yang diduga atau terkonfirmasi mengalami TBC hanyalah satu tahap. Setelah itu masih ada pekerjaan lain: memastikan pasien memperoleh pemeriksaan lanjutan, mendapatkan pengobatan sesuai ketentuan, menjalani pengobatan secara teratur, dan tidak terputus dari sistem pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga telah mengintegrasikan data CKG dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) untuk mendukung kesinambungan pelayanan, penemuan kasus, serta tindak lanjut pasien.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan di lapangan tidak cukup berhenti pada bertambahnya angka penemuan.

Kasus yang ditemukan harus benar-benar masuk ke jalur penanganan.

TBC dan Stunting Tidak Berdiri Sendiri

Dalam agenda kesehatan daerah, Pemkab Tasikmalaya menempatkan stunting, TBC, dan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari rantai prioritas.

Bupati menilai stunting dan TBC tidak dapat dipandang sebagai dua persoalan yang sepenuhnya terpisah.

“Stunting dan TBC tidak bisa kita lihat sebagai dua persoalan yang berdiri sendiri. Kita harus memutus rantai keduanya secara bersamaan.”

Pendekatan tersebut menempatkan pencegahan dan deteksi dini sebagai bagian dari pekerjaan yang saling berhubungan.

Di satu sisi, masyarakat perlu lebih mudah mengakses pemeriksaan. Di sisi lain, pemerintah harus memastikan hasil pemeriksaan tidak berhenti sebagai angka dalam laporan.

Masih Ada 31,05 Poin yang Harus Dikejar

Dengan capaian 68,95 persen hingga 19 September, waktu menuju akhir Desember menjadi semakin penting.

Ada 31,05 poin persentase yang masih harus dikejar untuk mencapai target 100 persen.

Di sinilah tantangan program penemuan TBC menjadi lebih konkret. Pemerintah tidak hanya membutuhkan cakupan skrining yang luas, tetapi juga kemampuan menemukan kasus yang selama ini belum teridentifikasi.

Kementerian Kesehatan sendiri terus memperluas skrining TBC dan menekankan pentingnya penemuan kasus secara aktif. Dalam pelaksanaan CKG 2026, pemerintah juga mengarahkan program agar terhubung dengan tindak lanjut hasil pemeriksaan, bukan sekadar menghasilkan jumlah peserta yang diperiksa.

Bagi masyarakat, pesan terpentingnya sederhana: pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu tubuh menunjukkan keluhan berat.

Bagi pemerintah daerah, tantangannya lebih panjang. Kasus harus ditemukan, pasien harus ditangani, pengobatan harus berlanjut, dan rantai penularan harus diputus.

68,95 persen bukan garis akhir.

Angka itu justru menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan yang belum selesai. Dengan target 100 persen pada akhir Desember, keberhasilan Kabupaten Tasikmalaya nantinya bukan hanya akan terlihat dari seberapa tinggi angka penemuan kasus, tetapi juga dari seberapa kuat sistem memastikan setiap temuan berujung pada penanganan.

Sebab dalam perang melawan TBC, menemukan kasus adalah awal pekerjaan—bukan akhir. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less