1.241 KDKMP di Priangan Timur, Garut Terbanyak
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gedung KDKMP di Tasikmalaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada 1.241 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) jika data enam kabupaten/kota di Priangan Timur dijumlahkan. Namun, angka tersebut bukan total resmi yang tertulis dalam satu baris dokumen pemerintah. Angka 1.241 merupakan hasil pengolahan data per wilayah oleh redaksi AlbadarPost.
Dari penghitungan tersebut, Kabupaten Garut mencatat jumlah KDKMP terbanyak, yakni 441 unit. Berikutnya Kabupaten Tasikmalaya dengan 350 unit dan Ciamis sebanyak 265 unit.
Data per wilayah tercantum dalam dokumen Bappeda Jawa Barat dengan sumber Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat.
Jika seluruh angka tersebut dijumlahkan, hasilnya:
441 + 350 + 265 + 93 + 67 + 25 = 1.241 KDKMP.
Inilah yang menjadi dasar temuan data KDKMP Priangan Timur dalam artikel ini.
Garut 441 KDKMP, Banjar 25
Kabupaten Garut berada di urutan jumlah terbanyak dengan 441 KDKMP. Di sisi lain, Kota Banjar mencatat angka paling kecil dalam enam wilayah yang dihitung, yakni 25 unit.
Kabupaten Tasikmalaya menyusul Garut dengan 350 unit. Kemudian Ciamis mencatat 265 unit, Pangandaran 93 unit, dan Kota Tasikmalaya 67 unit.
Rinciannya sebagai berikut:
| Wilayah | Jumlah KDKMP |
|---|---|
| Kabupaten Garut | 441 |
| Kabupaten Tasikmalaya | 350 |
| Kabupaten Ciamis | 265 |
| Kabupaten Pangandaran | 93 |
| Kota Tasikmalaya | 67 |
| Kota Banjar | 25 |
| Total hasil pengolahan | 1.241 |
Selisih antara Garut dan Kota Banjar mencapai 416 unit. Artinya, jumlah KDKMP di Garut sekitar 17,6 kali jumlah KDKMP di Kota Banjar berdasarkan data yang dihitung.
Namun, perbandingan tersebut hanya menunjukkan jumlah unit, bukan tingkat keberhasilan koperasi.
Data yang tersedia tidak secara otomatis menjelaskan berapa omzet masing-masing koperasi, jumlah anggota aktif, aset, volume transaksi, laba, maupun manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.
Karena itu, angka tersebut perlu ditempatkan pada konteks yang tepat.
1.056 KDKMP Terkonsentrasi di Tiga Kabupaten
Ada temuan lain dari angka-angka tersebut.
Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Ciamis secara kumulatif memiliki 1.056 KDKMP. Jumlah itu setara sekitar 85,1 persen dari total hasil pengolahan enam wilayah.
Sementara itu, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar jika digabungkan mencatat 185 unit.
Komposisi tersebut menarik untuk ditelusuri lebih lanjut. Sebab, jumlah absolut belum tentu menggambarkan tingkat cakupan yang sama antardaerah.
Kabupaten memiliki karakter wilayah dan jumlah desa yang berbeda dengan kota. Karena itu, membandingkan jumlah KDKMP tanpa memperhitungkan jumlah desa dan kelurahan dapat menghasilkan pembacaan yang kurang lengkap.
Pertanyaan berikutnya menjadi lebih penting: berapa KDKMP per desa atau kelurahan di masing-masing wilayah?
Perhitungan berbasis rasio akan memberikan perspektif berbeda dibandingkan sekadar melihat jumlah unit.
1.241 Unit Bukan Berarti 1.241 Koperasi Sudah Berhasil
Besarnya jumlah KDKMP di Priangan Timur menunjukkan luasnya jaringan kelembagaan koperasi yang tercatat dalam enam daerah tersebut.
Akan tetapi, jumlah unit bukan ukuran tunggal keberhasilan koperasi.
Setelah kelembagaan terbentuk, tantangannya bergeser pada operasional. Koperasi membutuhkan anggota aktif, tata kelola yang sehat, kegiatan usaha yang berjalan, serta model bisnis yang mampu memberikan manfaat kepada anggota.
Pemerintah juga menempatkan operasionalisasi sebagai bagian penting dalam pengembangan KDKMP. Berbagai pedoman telah diterbitkan terkait pembangunan gerai, pergudangan, kelengkapan koperasi, dan operasional KDKMP.
Dengan demikian, angka 1.241 lebih tepat dibaca sebagai potret awal skala jaringan KDKMP, bukan sebagai ukuran keberhasilan program.
Bagi masyarakat, pertanyaan yang paling relevan bukan hanya berapa koperasi yang tercatat.
Yang jauh lebih penting adalah apakah koperasi tersebut benar-benar menyediakan layanan, menjalankan usaha, membuka akses ekonomi, dan memberikan manfaat bagi anggotanya.
Catatan Metodologi AlbadarPost
Angka 1.241 KDKMP Priangan Timur merupakan hasil penjumlahan enam data kabupaten/kota yang tercantum dalam dokumen sumber.
Data yang digunakan terdiri atas:
- Kabupaten Garut: 441
- Kabupaten Tasikmalaya: 350
- Kabupaten Ciamis: 265
- Kabupaten Pangandaran: 93
- Kota Tasikmalaya: 67
- Kota Banjar: 25
Hasil penghitungan:
441 + 350 + 265 + 93 + 67 + 25 = 1.241.
Redaksi menggunakan istilah “hasil pengolahan data” karena dokumen sumber mencantumkan angka masing-masing daerah, bukan angka agregat yang secara eksplisit diberi label “total KDKMP Priangan Timur”.
Catatan ini penting untuk menjaga perbedaan antara data yang tercantum dalam sumber dan hasil perhitungan redaksi.
Pada akhirnya, 1.241 KDKMP adalah angka yang menarik, tetapi belum merupakan cerita lengkap.
Cerita sesungguhnya baru dimulai ketika data jumlah koperasi bertemu dengan data anggota, omzet, aset, transaksi, lapangan usaha, dan manfaat ekonomi.
Sebab koperasi tidak cukup hanya banyak di atas kertas. Ukuran yang paling berarti adalah seberapa hidup koperasi itu di tengah anggotanya dan seberapa nyata manfaatnya bagi ekonomi desa. (Red)
- Penulis: redaktur







