Dua Kebakaran Garut, Rp885 Juta Aset Berhasil Diselamatkan
- account_circle redaktur
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar menangani dua kebakaran di Wanaraja dan Singajaya, Senin (31/8/2026).(Dok. Damkar Garut).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Garut terjadi dua kali dalam sehari pada Senin, 31 Agustus 2026. Dua insiden tersebut berlangsung di Kecamatan Wanaraja dan Singajaya. Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, petugas bergerak menangani kedua lokasi dengan pengerahan armada dan personel sesuai kondisi di lapangan.
Dua kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, masing-masing meninggalkan kerugian material. Di sisi lain, petugas berhasil menyelamatkan aset bernilai ratusan juta rupiah.
Yang menarik, dua peristiwa kebakaran di Garut tersebut memiliki karakter berbeda. Di Singajaya, api bermula dari aktivitas membakar sampah di tungku. Sementara itu, kejadian di Wanaraja memiliki penyebab yang masih perlu ditempatkan sebagai dugaan berdasarkan laporan awal.
Damkar Singajaya Tiba dalam Response Time 2 Menit
Kebakaran kedua terjadi di Kampung Albiso, Kecamatan Singajaya, sekitar pukul 18.18 WIB.
Objek yang terdampak merupakan area dapur milik warga berinisial K, 57 tahun. Menurut laporan Disdamkarmat Garut, api bermula ketika warga membakar sampah menggunakan tungku.
Api kemudian menyambar kayu bakar yang berada di atas tungku. Kondisi tersebut membuat api berkembang dan memerlukan penanganan petugas pemadam.
Pos Damkar Singajaya langsung mengerahkan satu unit armada dan empat personel. Petugas tiba di lokasi dengan response time sekitar dua menit berdasarkan laporan kejadian.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 29 menit.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Petugas juga berhasil menyelamatkan dua jiwa dan aset dengan nilai sekitar Rp250 juta.
Sementara itu, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Kecepatan laporan menjadi salah satu faktor penting dalam situasi seperti ini. Semakin cepat informasi diterima dan petugas bergerak, semakin besar peluang api ditangani sebelum meluas.
Api di Wanaraja Padam dalam 33 Menit
Beberapa jam sebelumnya, kebakaran Garut terjadi di Kampung Bebedahan, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja.
Laporan masuk sekitar 12.10 WIB. Rumah permanen milik warga bernama Iya menjadi objek dalam kejadian tersebut.
Disdamkarmat Garut melalui Pos Damkar Pangatikan kemudian mengerahkan dua unit armada dan sembilan personel untuk melakukan penanganan.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 33 menit hingga api berhasil dipadamkan.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp75 juta.
Di sisi lain, aset dengan nilai sekitar Rp635 juta berhasil diselamatkan.
Data tersebut menunjukkan besarnya nilai aset yang dapat diamankan ketika petugas segera memperoleh informasi dan melakukan penanganan.
Untuk penyebab kejadian Wanaraja, laporan awal menyebut adanya dugaan tindakan yang memicu kebakaran. Karena belum terdapat dasar yang cukup untuk menjadikannya kesimpulan final, informasi tersebut sebaiknya tetap ditulis sebagai dugaan.
Dua Kejadian, Dua Pemicu Kebakaran
Dua kebakaran rumah di Garut pada hari yang sama memperlihatkan bahwa sumber api dapat muncul dari aktivitas yang berbeda.
Di Singajaya, persoalannya berkaitan dengan aktivitas membakar sampah menggunakan tungku. Api yang menyambar kayu bakar kemudian berkembang menjadi kebakaran.
Kejadian semacam ini menjadi pengingat bahwa membakar sampah bukan aktivitas yang bisa ditinggalkan begitu saja. Bara dan sumber panas tetap memiliki potensi menyambar benda lain, terutama material yang mudah terbakar.
Karena itu, warga perlu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan tungku.
Sementara itu, kejadian Wanaraja memiliki kronologi yang berbeda. Redaksi tidak perlu berspekulasi mengenai penyebabnya. Informasi yang belum terkonfirmasi cukup disampaikan sesuai atribusi sumber awal.
Pendekatan tersebut penting agar pemberitaan tetap faktual sekaligus tidak merugikan pihak tertentu.
Rp80 Juta Kerugian, Rp885 Juta Aset Terselamatkan
Jika dua kejadian tersebut dihitung secara keseluruhan, estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp80 juta.
Rinciannya, sekitar Rp75 juta berasal dari kejadian di Wanaraja dan Rp5 juta dari kejadian di Singajaya.
Namun, terdapat angka lain yang tidak kalah menarik.
Petugas mencatat aset sekitar Rp635 juta berhasil diselamatkan di Wanaraja. Sementara di Singajaya, aset sekitar Rp250 juta juga berhasil diamankan.
Jika kedua angka tersebut digabungkan, nilai aset yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp885 juta.
Angka itu menggambarkan dampak penting dari penanganan kebakaran secara cepat. Sebab, api yang tidak segera dikendalikan dapat merambat ke bagian bangunan lain dan memperbesar kerugian.
Meski begitu, nilai aset tersebut tetap merupakan estimasi dalam laporan kejadian, bukan penilaian independen atas seluruh harta milik korban.
Damkar Garut Ingatkan Warga Tak Tinggalkan Api
Disdamkarmat Garut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api di rumah.
Warga perlu memeriksa kondisi tungku, kompor, dan sumber panas lainnya sebelum meninggalkan rumah. Hal yang sama berlaku ketika masyarakat melakukan pembakaran sampah.
Jika api masih menyala atau bara belum sepenuhnya padam, jangan meninggalkan lokasi.
Selain pencegahan, masyarakat juga perlu segera melaporkan kebakaran ketika melihat tanda-tanda api. Jangan menunggu kobaran membesar sebelum meminta bantuan.
Disdamkarmat Garut menyampaikan bahwa pelayanan kebakaran dan nonkebakaran diberikan secara gratis tanpa biaya.
Informasi tersebut penting karena sebagian masyarakat mungkin masih ragu meminta bantuan akibat mengira layanan pemadam membutuhkan pembayaran.
Dua Menit, 33 Menit, dan Pelajaran yang Sama
Dua kejadian kebakaran Garut pada 31 Agustus 2026 memiliki lokasi, waktu, dan karakter berbeda.
Di Singajaya, petugas mencatat response time dua menit dan menyelesaikan pemadaman sekitar 29 menit. Sementara di Wanaraja, petugas menggunakan dua unit armada dan sembilan personel serta memadamkan api dalam sekitar 33 menit.
Tidak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa tersebut.
Namun, kejadian ini kembali menunjukkan bahwa keselamatan tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Masyarakat tetap memegang peran pertama dalam mencegah api berkembang menjadi kebakaran besar.
Api tidak pernah mengenal kata “sebentar”. Tungku yang ditinggalkan, bara yang dianggap sudah mati, atau sumber panas yang luput diperiksa bisa mengubah aktivitas biasa menjadi kerugian puluhan juta rupiah. Dalam urusan kebakaran, mencegah selalu lebih murah daripada menghitung sisa setelah api padam. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar