Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Perahu Terdampar di Pangandaran, Ternyata Ini Penyebabnya

Perahu Terdampar di Pangandaran, Ternyata Ini Penyebabnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Perahu terdampar Pangandaran di kawasan Pantai Barat sempat menarik perhatian warga pada Sabtu malam. Namun, berdasarkan keterangan kepolisian, perahu nelayan tersebut bukan perahu tanpa pemilik. Kapal itu terbawa arus setelah tali jangkar putus ketika berada di perairan Ciborok.

Peristiwa tersebut terjadi di depan Pantai Pos 5 Taman Sunset, Pangandaran, pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kemunculan perahu di kawasan pantai pada malam hari membuat warga memperhatikan keberadaannya. Selanjutnya, informasi mengenai kondisi perahu ditelusuri dan mendapat penjelasan dari pihak kepolisian.

Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin, S.H., menjelaskan bahwa perahu tersebut diketahui memiliki pemilik. Dengan demikian, tidak ada indikasi bahwa perahu itu merupakan kapal misterius atau kapal yang tidak diketahui asal-usulnya.

Perahu Terbawa Arus Setelah Tali Jangkar Putus

Sebelum mencapai kawasan Pantai Pos 5, perahu tersebut berada di perairan Ciborok.

Pemiliknya, Selamet (65), seorang nelayan asal Perembun, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, sebelumnya menjangkarkan perahu tersebut di kawasan perairan itu.

Setelah itu, Selamet meninggalkan perahu untuk kembali ke daratan.

Namun, ketika perahu tidak lagi berada dalam pengawasan langsung pemiliknya, tali jangkar mengalami putus. Kondisi tersebut membuat perahu kehilangan penahan posisinya.

Selanjutnya, arus laut membawa perahu menjauh dari lokasi semula.

Pergerakan tersebut kemudian berakhir ketika perahu mencapai kawasan Pantai Pos 5 Taman Sunset.

Karena itu, penyebab perahu terdampar di Pantai Barat Pangandaran dapat dijelaskan secara sederhana. Putusnya tali jangkar membuat perahu terbawa arus hingga akhirnya mencapai kawasan pantai.

Tidak terdapat informasi mengenai faktor lain yang menyebabkan perahu bergerak dari lokasi awalnya.

Pemilik Tidak Berada di Atas Perahu

Salah satu fakta penting dalam kejadian tersebut adalah posisi pemilik ketika insiden berlangsung.

Selamet tidak berada di atas perahu saat tali jangkar putus. Karena itu, peristiwa tersebut tidak melibatkan awak atau penumpang yang terjebak di tengah laut.

Berdasarkan keterangan yang tersedia, kejadian tersebut juga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Fakta itu sekaligus memperjelas situasi setelah masyarakat menemukan perahu terdampar.

Dengan adanya identitas pemilik dan kronologi yang diketahui, warga tidak perlu berspekulasi mengenai asal-usul perahu tersebut.

Peristiwa ini lebih tepat dipahami sebagai insiden di laut akibat terlepasnya sistem penambat perahu.

Sejumlah Bagian Perahu Mengalami Kerusakan

Meskipun tidak menimbulkan korban manusia, peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan pada perahu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, katir perahu bagian kiri terlepas. Selain itu, katir pada bagian kanan juga mengalami kondisi serupa.

Kerusakan lainnya terjadi pada mesin.

Satu unit mesin Suzuki berkapasitas 15 PK terendam air laut setelah perahu mencapai kawasan pantai.

Kerusakan tersebut menjadi kerugian material dalam kejadian perahu terdampar Pangandaran itu.

Namun, kondisi perahu kemudian mendapat penanganan dari masyarakat sekitar. Warga mengamankan perahu agar situasinya tetap terkendali.

Setelah proses pengamanan, perahu tersebut diserahterimakan kembali kepada pemiliknya.

Bukan Perahu Misterius, Ini Kronologi Sebenarnya

Kemunculan sebuah perahu di kawasan pantai pada malam hari memang mudah mengundang pertanyaan. Terlebih, masyarakat yang pertama kali melihatnya belum tentu mengetahui bagaimana kapal tersebut bisa mencapai garis pantai.

Akan tetapi, informasi yang tersedia memberikan gambaran yang cukup jelas.

Perahu tersebut memiliki pemilik, yaitu Selamet. Lokasi awal perahu juga diketahui berada di perairan Ciborok. Kemudian, tali jangkar putus sehingga kapal terbawa arus.

Setelah bergerak mengikuti arus laut, perahu akhirnya terdampar di depan Pantai Pos 5 Taman Sunset.

Dengan demikian, penyebutan perahu tersebut sebagai “misterius” tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan pihak kepolisian.

Kejadian itu juga tidak berkaitan dengan kecelakaan yang menimpa pemilik perahu. Sebab, Selamet tidak berada di atas kapal ketika perahu kehilangan jangkar.

Sementara itu, tidak ada korban jiwa ataupun korban luka yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Pentingnya Informasi Berdasarkan Fakta

Kejadian perahu terdampar di kawasan wisata seperti Pangandaran tentu layak mendapat perhatian. Namun, informasi mengenai sebuah insiden di laut perlu disampaikan berdasarkan fakta yang telah diketahui.

Dalam kasus ini, fakta utama justru terletak pada kronologi sederhana: perahu dijangkarkan, pemilik kembali ke daratan, tali jangkar putus, kemudian arus membawa kapal hingga ke kawasan Pantai Pos 5.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum mengetahui keterangan dari sumber yang berwenang.

Bagi media, prinsip yang sama juga penting. Sebuah peristiwa yang terlihat tidak biasa belum tentu memiliki cerita yang misterius.

Yang lebih penting adalah menemukan fakta di balik peristiwa tersebut dan menyampaikannya secara proporsional kepada pembaca.

Hingga perahu kembali kepada pemiliknya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Perahu itu memang terdampar. Tetapi ceritanya bukan tentang misteri—melainkan tentang tali jangkar yang putus, arus laut yang bergerak, dan fakta yang akhirnya menemukan jalannya kembali ke daratan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • takdir Allah

    Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Takdir Allah SWT membatasi kehendak manusia. Ulama menegaskan ikhtiar wajib, hasil tetap ditentukan Tuhan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keyakinan bahwa manusia bebas menentukan nasibnya kembali ditegaskan memiliki batas. Ulama mengingatkan, sekuat apa pun ikhtiar dilakukan, hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan takdir Allah Swt. Pemahaman ini dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak pada ambisi berlebihan yang […]

  • SPPG Tasikmalaya

    Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya tak lagi sekadar data di atas kertas. Saat Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung ke dapur layanan gizi di Singkup, Purbaratu, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Aktivitas memasak tetap berjalan, sementara izin belum terlihat. Dapur yang memasok makanan untuk balita, ibu hamil, […]

  • Demo Camat Indihiang

    Demo Camat Indihiang Berakhir, Warga Menang Dialog

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Camat Indihiang yang dilakukan puluhan warga RW 011 Kampung Sindangwargi, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, pada Senin (3/8/2026), berakhir dengan kesepakatan. Menurut keterangan sejumlah perwakilan warga yang mengikuti dialog, Camat Indihiang Hendro Haryoko, S.IP., M.M. menyampaikan permintaan maaf dan bersedia menandatangani dokumen aspirasi masyarakat terkait permohonan penutupan Kings […]

  • Ilustrasi Baghdad sebagai pusat ilmu pada masa keemasan Islam dengan perpustakaan besar dan ilmuwan berdiskusi

    Baghdad Pernah Jadi Pusat Ilmu Dunia, Kenapa Jarang Dibahas?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Baghdad kota ilmu bukan sekadar frasa historis, melainkan simbol kejayaan peradaban yang pernah memimpin dunia. Kota ini, yang kini sering diasosiasikan dengan konflik, justru dahulu dikenal sebagai pusat intelektual global. Baghdad sebagai pusat ilmu, kota peradaban Islam, hingga pusat pengetahuan dunia menjadi identitas kuatnya di masa lalu. Di jantung Baghdad, para ilmuwan, […]

  • Makna Kurban

    Idul Adha Kini Makin Ramai, Tapi Makna Kurban Justru Mulai Sepi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang Idul Adha, pembicaraan tentang makna kurban, ibadah kurban, dan hewan kurban kembali ramai di tengah masyarakat. Namun di balik semarak itu, ada sesuatu yang perlahan berubah. Banyak orang kini lebih fokus pada harga sapi, ukuran hewan, hingga unggahan media sosial dibanding memahami pesan keikhlasan dan pengorbanan yang menjadi inti kurban dalam […]

  • Kasus Korupsi Dana Desa

    Kasus Korupsi Dana Desa Kutim Ungkap Investasi Bodong Bendahara Rp 2,1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Kasus Korupsi Dana Desa di Kutim terungkap setelah bendahara desa diduga gelapkan Rp 2,1 miliar untuk investasi bodong. albadarpost.com, LENSA – Gulungan perkara Kasus Korupsi Dana Desa di Kutai Timur kembali mencuat setelah Kejaksaan Negeri Kutai Timur menetapkan bendahara Desa Bumi Etam, berinisial J, sebagai tersangka penyalahgunaan anggaran desa hingga Rp 2,1 miliar untuk investasi […]

expand_less