FTBI Ciamis 2026, Ini 7 Lomba Bahasa Sunda untuk SD
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

FTBI Ciamis 2026 (Foto: Disdik Ciamis).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — FTBI Ciamis 2026 menghadirkan tujuh mata lomba bahasa dan sastra Sunda untuk peserta didik jenjang sekolah dasar. Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Ciamis itu berlangsung di SD Negeri 1 Cijeungjing, Kamis, 27 Agustus 2026.
Tujuh cabang dalam lomba bahasa Sunda Ciamis tersebut mencakup Ngadongéng, Biantara, Maca Sajak, Nembang Pupuh, Borangan, Maca jeung Nulis Aksara Sunda, serta Ngarang Carpon.
Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan melalui akun Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Dalam keterangannya, FTBI menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sekaligus apresiasi peserta didik terhadap bahasa dan budaya daerah.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya menempatkan kemampuan berbahasa Sunda sebagai materi perlombaan. Sebaliknya, tujuh mata lomba tersebut mempertemukan kemampuan berbicara, membaca, menulis, bersastra, hingga penguasaan aksara Sunda.
7 mata lomba FTBI Ciamis 2026
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui FTBI jenjang SD Ciamis, daftar tujuh mata lomba menjadi bagian penting dari kegiatan tahun ini.
Berikut cabang yang tercantum dalam informasi Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis:
1. Ngadongéng
Cabang ini mengangkat kemampuan peserta dalam menyampaikan dongeng berbahasa Sunda. Selain penguasaan bahasa, penampilan juga menjadi bagian dari kemampuan yang ditampilkan peserta.
2. Biantara
Biantara merupakan cabang yang berkaitan dengan kemampuan berbicara atau menyampaikan pidato dalam bahasa Sunda. Cabang ini menjadi salah satu bentuk latihan komunikasi menggunakan bahasa daerah.
3. Maca Sajak
Peserta menampilkan kemampuan membaca sajak berbahasa Sunda. Karena itu, penghayatan terhadap karya sastra menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cabang ini.
4. Nembang Pupuh
Cabang ini membawa unsur tradisi Sunda melalui pupuh. Peserta tidak hanya berhadapan dengan teks, tetapi juga dengan bentuk kesenian yang memiliki tempat dalam khazanah budaya Sunda.
5. Borangan
Borangan juga masuk dalam daftar tujuh mata lomba FTBI jenjang SD Kabupaten Ciamis tahun 2026 sebagaimana tercantum dalam informasi kegiatan.
6. Maca jeung Nulis Aksara Sunda
Cabang ini secara khusus menguji kemampuan membaca dan menulis menggunakan Aksara Sunda. Dengan demikian, kegiatan FTBI tidak hanya menyentuh bahasa lisan, tetapi juga aspek literasi dalam aksara daerah.
7. Ngarang Carpon
Peserta juga mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan menulis cerita pendek atau carpon dalam bahasa Sunda. Cabang ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan gagasan melalui karya sastra.
Bukan sekadar perlombaan bahasa Sunda
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr. Erwan Darmawan, S.STP., M.Si., membuka kegiatan FTBI Jenjang SD Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa FTBI tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Menurut keterangan yang dipublikasikan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu.
Di sisi lain, format tujuh perlombaan menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan melalui berbagai bentuk. Ada kemampuan berbicara melalui biantara, kemampuan bercerita melalui ngadongéng, serta kemampuan menulis melalui carpon.
Selain itu, keberadaan Maca jeung Nulis Aksara Sunda memberi perhatian pada kemampuan literasi aksara daerah. Sementara itu, Nembang Pupuh dan Maca Sajak menghadirkan unsur sastra serta seni dalam kegiatan peserta didik.
FTBI Ciamis menjadi ruang mengenalkan identitas daerah
Kegiatan yang dilaksanakan KKG SD Ciamis tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya mengenalkan bahasa dan budaya daerah sejak usia sekolah.
Namun, keberlanjutan upaya tersebut tentu tidak hanya bergantung pada satu kegiatan festival. FTBI dapat menjadi momentum, sedangkan penggunaan bahasa Sunda dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi bagian yang lebih luas dari proses pelestarian bahasa daerah.
Karena itu, kompetisi seperti FTBI memiliki nilai lebih ketika pengalaman peserta tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Kemampuan berbicara, membaca, menulis, bercerita, dan mengenal aksara Sunda dapat terus digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Pada akhirnya, FTBI Ciamis 2026 memperlihatkan bahwa bahasa daerah dapat dikenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan kompetitif.
Tujuh mata lombanya juga menunjukkan satu hal sederhana: melestarikan bahasa Sunda bukan hanya soal mempertahankan kata-kata lama, tetapi memastikan generasi berikutnya masih mau berbicara, membaca, menulis, berkarya, dan bangga menggunakannya. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar