Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Kabut Asap Kalimantan Terpantau ke Sarawak, 591 Sekolah Ditutup

Kabut Asap Kalimantan Terpantau ke Sarawak, 591 Sekolah Ditutup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kabut asap Kalimantan kini menjadi perhatian di kawasan Borneo setelah asap lintas batas terpantau bergerak menuju Sarawak, Malaysia. Di tengah memburuknya kabut asap dan kualitas udara, 591 sekolah di Sarawak ditutup dan 197.323 siswa terdampak. Pada saat yang sama, data yang dikutip otoritas lingkungan Sarawak menunjukkan terdapat 7.286 titik panas di Kalimantan sepanjang 1–19 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak selalu berhenti di wilayah tempat api muncul. Sebaliknya, asap dapat bergerak mengikuti kondisi angin dan memengaruhi kawasan lain.

Karena itu, persoalan kabut asap kali ini bukan hanya tentang jarak pandang. Ada aktivitas sekolah, kesehatan masyarakat, serta kualitas lingkungan yang ikut terdampak.

591 Sekolah Ditutup, 197.323 Siswa Terdampak

Pemerintah Sarawak memerintahkan 591 sekolah di 10 distrik untuk ditutup selama dua hari mulai Kamis, 20 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut mencakup sekolah di Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong. Departemen Pendidikan Sarawak menyatakan keputusan itu merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa serta tenaga sekolah.

Dari 591 sekolah tersebut, 509 merupakan sekolah dasar dengan 107.590 siswa. Sementara itu, 82 sekolah menengah mencakup 89.733 siswa.

Jika digabungkan, jumlah siswa yang terdampak mencapai 197.323 orang.

Selama penutupan, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke rumah. Dengan demikian, proses pendidikan tetap berjalan meskipun siswa tidak datang ke sekolah.

Yang menarik, penutupan sekolah akibat kabut asap bukan kejadian pertama di Sarawak pada Agustus ini. CNA melaporkan sekolah di Serian sebelumnya juga sempat ditutup selama tiga hari ketika indeks pencemaran udara mencapai ambang 200.

API Serian Mencapai 239

Selain sekolah, kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak juga memburuk.

Pada Jumat, 21 Agustus 2026, indeks pencemaran udara atau API di Serian mencapai 239 pada pukul 11.00 waktu setempat. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat dalam skala API Malaysia.

Dalam klasifikasi tersebut, angka 0–50 masuk kategori baik. Kemudian, 51–100 tergolong sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Sebelumnya, pada Kamis, API Serian berada di angka 193. Kuching tercatat 190, sedangkan Samarahan mencapai 173. Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas udara dapat memburuk dalam waktu relatif singkat ketika kondisi atmosfer mendukung penyebaran asap.

Selain Serian, sejumlah wilayah lain di Sarawak juga mencatat kualitas udara pada tingkat tidak sehat.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena kelompok rentan, termasuk anak-anak, dapat lebih sensitif terhadap paparan polusi udara.

7.286 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Di balik memburuknya kabut asap Sarawak, terdapat data penting dari kawasan Kalimantan.

Mengutip data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak menyebut 7.286 titik panas terdeteksi di Kalimantan pada 1–19 Agustus 2026.

Sebagai pembanding, pada periode yang sama terdapat 148 titik panas yang terdeteksi di Sarawak.

Namun, angka tersebut perlu dipahami secara tepat.

Titik panas bukan berarti sama dengan jumlah kebakaran. Data tersebut merupakan hasil deteksi terhadap anomali panas dan perlu dibaca bersama informasi mengenai kondisi lahan, cuaca, serta pengamatan lapangan.

Karena itu, pemberitaan tidak seharusnya mengubah angka 7.286 titik panas menjadi klaim bahwa terdapat 7.286 kebakaran di Kalimantan.

Justru, data itu memberikan gambaran mengenai tingginya aktivitas panas yang terdeteksi di kawasan tersebut selama periode yang diamati.

Asap Lintas Batas Bergerak ke Sarawak

Dewan lingkungan Sarawak menyatakan asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga pekat terpantau di Kalimantan Barat dan bergerak ke arah utara menuju bagian barat Sarawak. Otoritas tersebut juga memperingatkan risiko kabut asap lintas batas dapat meningkat jika kondisi kering dan pembakaran biomassa terus berlangsung.

Pihak berwenang Malaysia dan media setempat mengaitkan kondisi kabut asap tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Namun, hubungan antara sumber kebakaran tertentu dan kondisi udara di suatu wilayah tetap perlu dijelaskan berdasarkan data pemantauan dan keterangan otoritas.

Dengan kata lain, tidak tepat menyederhanakan seluruh kondisi udara Sarawak hanya berdasarkan satu sumber kebakaran.

Faktor angin juga berperan. NREB menyebut kawasan tersebut berada dalam periode monsun barat daya dengan tiupan angin dari arah barat daya yang dapat mendukung pergerakan asap lintas batas.

Kabut Asap Tidak Mengenal Batas Negara

Peristiwa di Sarawak memperlihatkan satu persoalan penting dalam penanganan karhutla: asap tidak mengenal batas administratif negara.

Ketika kebakaran menghasilkan asap dalam jumlah besar, angin dapat membawa partikel tersebut ke wilayah lain. Dampaknya pun bisa muncul dalam bentuk berbeda.

Di Sarawak, dampak tersebut terlihat jelas melalui penutupan ratusan sekolah.

Bagi hampir 200 ribu siswa yang terdampak, kabut asap bukan lagi sekadar pemandangan langit yang keruh. Mereka harus mengubah rutinitas belajar dan mengikuti pembelajaran dari rumah.

Sementara itu, bagi Indonesia, perkembangan di Sarawak menjadi pengingat bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan memiliki konsekuensi yang lebih luas.

Upaya pencegahan karhutla bukan hanya berkaitan dengan hutan, lahan gambut, satwa, dan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran. Lebih jauh, persoalan tersebut dapat menyentuh kualitas udara di wilayah lain, bahkan melintasi batas negara.

Karena itu, data 7.286 titik panas, 591 sekolah yang ditutup, dan 197.323 siswa yang terdampak perlu dibaca sebagai satu rangkaian persoalan lingkungan yang saling berkaitan.

Asap mungkin tidak memiliki paspor, tetapi dampaknya nyata. Ketika api tidak mengenal batas, maka udara yang tercemar pun bisa membawa masalah melintasi perbatasan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dapur MBG Banjar

    Kasus Dapur MBG Banjar Berlanjut, Kini Muncul Laporan Baru

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Polemik Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar memasuki babak baru. Setelah sebelumnya muncul laporan dugaan penipuan dan penggelapan terkait pembangunan dapur MBG, kini Sherly Ingga Setiawati melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Banjar. Perkara ini menjadi perhatian karena kedua belah pihak sama-sama memilih jalur hukum. Hingga berita ini […]

  • korupsi pengadaan

    Perspektif: Pola Putusan MA dan Arah Penindakan Korupsi Pengadaan

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Putusan MA dalam perkara pengadaan menunjukkan pergeseran arah penegakan hukum korupsi yang lebih substantif. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung dalam perkara korupsi pengadaan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di sekolah dasar Kabupaten Gresik tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari pola yang kian konsisten dalam beberapa tahun terakhir: MA memperketat tafsir hukum atas korupsi […]

  • Ilustrasi penipuan emas dengan pelaku menyerahkan barang berharga dalam transaksi mencurigakan di area perkotaan

    Geger! Wanita Singapura Rugi 8,6 Kg Emas Akibat Penipuan Canggih

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus penipuan emas kembali menghebohkan publik setelah seorang wanita di Singapura kehilangan 8,6 kilogram emas akibat modus penipuan yang sangat rapi. Penipuan emas ini, yang juga dikenal sebagai scam penyamaran pejabat atau penipuan aset, menunjukkan bagaimana pelaku memanfaatkan rasa takut korban untuk melancarkan aksinya. Peristiwa ini bermula ketika korban menerima panggilan […]

  • Nabi Ayub AS

    Refleksi Harian dari Kisah Nabi Ayub AS

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kisah Nabi Ayub AS mengajarkan keteguhan iman saat kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan. albadarpost.com, OPINI – Hidup modern bergerak cepat, tetapi rapuh. Krisis kesehatan, tekanan ekonomi, dan permasalahan sosial bisa datang tanpa aba-aba. Dalam situasi seperti ini, kisah Nabi Ayub AS tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Ia hadir sebagai cermin harian tentang bagaimana manusia […]

  • Tabrakan Leuwipanjang

    Leuwipanjang Lumpuh, Tabrakan Beruntun Memakan Korban

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com,BERITA DAERAH – Aktivitas lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Leuwipanjang, Kota Bandung, mendadak tersendat pada Rabu (29/7/2026) setelah terjadi tabrakan Leuwipanjang yang melibatkan sebuah truk, dua mobil minibus, sejumlah sepeda motor, dan sebuah gerobak pedagang. Kecelakaan beruntun itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, sementara petugas kepolisian bergerak cepat mengevakuasi kendaraan serta mengurai kemacetan yang […]

  • Pramuka Cerdas Keuangan

    OJK Dorong Pramuka Cerdas Keuangan, Ini Pesan Pentingnya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada bekal yang tak kalah penting dari keterampilan organisasi dan kepemimpinan bagi generasi muda: Pramuka Cerdas Keuangan. Program ini menjadi bagian dari upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui rangkaian Literasi Keuangan Indonesia Terdepan atau LIKE IT 2026. Pesannya sederhana, tetapi penting: anak muda perlu memahami cara […]

expand_less