Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Kabut Asap Malaysia Bertahan 3–5 Hari, 10 Kawasan Terdampak

Kabut Asap Malaysia Bertahan 3–5 Hari, 10 Kawasan Terdampak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kabut asap Malaysia diperkirakan masih bertahan selama tiga hingga lima hari ke depan. Kondisi kualitas udara Malaysia juga menjadi perhatian setelah 10 kawasan tercatat mengalami kualitas udara tidak sehat pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Di Malaysia, kondisi kabut asap ini dikenal dengan istilah jerebu.

BMKG-nya Malaysia, MetMalaysia memperkirakan belum ada perubahan besar dalam kondisi tersebut selama beberapa hari ke depan. Hujan memang berpeluang turun di sejumlah wilayah, tetapi curah hujan diperkirakan belum cukup untuk memperbaiki kualitas udara secara signifikan.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Kabut Asap Diperkirakan Bertahan hingga Lima Hari

Menurut MetMalaysia, kondisi kabut asap masih dipengaruhi oleh pola cuaca yang berlangsung di Malaysia.

Saat ini, Malaysia berada dalam periode Monsun Barat Daya, yang berlangsung sekitar Mei hingga September. Pada periode tersebut, beberapa wilayah dapat mengalami cuaca lebih kering dan curah hujan yang lebih rendah.

Kondisi yang kering dapat meningkatkan risiko pembakaran. Asap dari pembakaran kemudian dapat menurunkan kualitas udara di wilayah sekitarnya.

Selain kondisi cuaca, MetMalaysia juga memantau titik panas menggunakan citra satelit. Data tersebut dipadukan dengan arah angin untuk memperkirakan pergerakan asap.

Dengan demikian, kabut asap Malaysia tidak hanya dipengaruhi oleh hujan. Arah angin, titik panas, kondisi atmosfer, dan sumber asap juga ikut menentukan kualitas udara di suatu wilayah.

10 Kawasan Catat Udara Tidak Sehat

Data Sistem Pengurusan Indeks Pencemar Udara Malaysia (APIMS) pada Kamis siang menunjukkan 10 kawasan mengalami kualitas udara tidak sehat.

Tujuh kawasan berada di Sarawak, yaitu:

  • Samarahan,
  • Serian,
  • Kuching,
  • Sri Aman,
  • Sarikei,
  • Mukah, dan
  • Sibu.

Sementara itu, tiga kawasan lainnya berada di luar Sarawak, yaitu:

  • Johan Setia, Selangor,
  • Cheras, Kuala Lumpur, dan
  • Minden, Pulau Pinang.

Data tersebut menunjukkan bahwa masalah kualitas udara Malaysia tidak hanya terjadi di satu daerah.

Namun, kondisi udara setiap wilayah dapat berbeda. Faktor cuaca, arah angin, hujan, serta sumber asap membuat tingkat pencemaran tidak selalu sama antara satu kawasan dan kawasan lainnya.

Karena itu, masyarakat sebaiknya memantau kualitas udara berdasarkan lokasi masing-masing.

Sarawak Menjadi Salah Satu Wilayah yang Terdampak

Sarawak menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam perkembangan kabut asap Malaysia.

MetMalaysia menyebut bagian barat dan selatan Sarawak mengalami kondisi yang lebih buruk dibandingkan sejumlah wilayah lainnya.

Dampaknya bahkan masuk ke sektor pendidikan.

Lebih dari 100 sekolah di Serian ditutup pada Rabu, 12 Agustus 2026, akibat kondisi kabut asap.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap bukan hanya masalah perubahan warna langit atau jarak pandang.

Ketika kualitas udara memburuk, kegiatan masyarakat dapat ikut terganggu. Sekolah dapat membatasi kegiatan luar ruangan, sementara pekerja dan warga yang harus beraktivitas di luar rumah perlu menyesuaikan kegiatannya.

Karena itu, perkiraan kabut asap bertahan sampai lima hari perlu menjadi perhatian masyarakat.

Kabut Asap Juga Muncul di Semenanjung Malaysia

Dampak kabut asap tidak hanya terjadi di Sarawak.

Sejumlah kawasan di Semenanjung Malaysia, termasuk Lembah Klang, juga mengalami kualitas udara yang kurang baik.

Kawasan Cheras di Kuala Lumpur bahkan masuk dalam daftar lokasi yang mencatat kualitas udara tidak sehat pada Kamis siang.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah Malaysia mengalami kualitas udara yang sama.

Kualitas udara dapat berubah dalam waktu singkat. Hujan, arah angin, dan kondisi atmosfer dapat memengaruhi penyebaran asap.

Karena itu, masyarakat perlu melihat data kualitas udara berdasarkan lokasi dan waktu terbaru.

Langit yang terlihat lebih cerah juga tidak selalu berarti kualitas udara sudah kembali normal.

Mengapa Kabut Asap Bisa Bertahan?

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah kondisi cuaca yang relatif kering.

Ketika curah hujan rendah, sumber-sumber pembakaran lebih mudah menghasilkan asap. Jika kondisi atmosfer dan arah angin mendukung, asap dapat bertahan dan menyebar ke wilayah lain.

MetMalaysia menggunakan data titik panas dan arah angin untuk memantau perkembangan tersebut.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan asal seluruh kabut asap hanya berdasarkan kondisi yang terlihat di satu wilayah.

Setiap informasi mengenai sumber asap perlu mengacu pada data dan keterangan resmi.

Pendekatan tersebut penting agar informasi mengenai asap Malaysia tidak berkembang menjadi tuduhan yang belum terbukti.

Warga Diimbau Tidak Melakukan Pembakaran Terbuka

MetMalaysia mengimbau masyarakat untuk menghindari pembakaran terbuka.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak baik.

Imbauan tersebut penting karena pembakaran terbuka dapat menambah sumber asap dan memperburuk kondisi udara.

Warga dapat ikut membantu dengan tidak membakar sampah atau material lain secara terbuka.

Selain itu, masyarakat sebaiknya memeriksa informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Jika kualitas udara memburuk, kegiatan luar ruangan dapat dikurangi atau disesuaikan.

Tiga hingga Lima Hari Menjadi Masa Penting

Perkiraan kabut asap Malaysia bertahan selama tiga hingga lima hari menunjukkan bahwa kondisi udara masih perlu dipantau.

Hujan memang dapat membantu mengurangi partikel di udara. Namun, menurut MetMalaysia, hujan yang turun dalam jumlah terbatas belum tentu mampu memperbaiki kondisi secara cepat.

Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya melihat kondisi langit.

Data indeks kualitas udara menjadi salah satu rujukan penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Bagi pemerintah, tantangannya adalah mengendalikan sumber asap dan memantau wilayah yang terdampak. Bagi masyarakat, langkah pentingnya adalah menghindari pembakaran terbuka serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara.

Kabut asap bukan sekadar langit yang berubah warna. Ketika 10 kawasan sudah mencatat kualitas udara tidak sehat dan lebih dari 100 sekolah terdampak, persoalannya sudah menyentuh kehidupan sehari-hari. Tiga hingga lima hari ke depan akan menjadi waktu penting untuk melihat apakah hujan mampu membersihkan udara, atau kabut asap masih menjadi masalah bagi warga Malaysia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prediksi Indonesia vs Kamboja

    Prediksi Indonesia vs Kamboja, Nadeo Siap Pimpin Garuda

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Prediksi Indonesia vs Kamboja menjadi perhatian besar menjelang laga pembuka Timnas Indonesia vs Kamboja pada ajang Piala AFF 2026. Selain hasil pertandingan, publik juga menunggu seperti apa susunan pemain Indonesia vs Kamboja yang akan dipilih pelatih John Herdman untuk mengawali turnamen dengan kemenangan. Laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, pada […]

  • Daging Kurban

    Terungkap! Alasan Daging Kurban Terasa Berbeda dari Hari Biasa

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 272
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang setiap Idul Adha: daging kurban terasa berbeda. Padahal bumbunya kadang sederhana. Bahkan cara memasaknya juga tidak selalu istimewa. Ada yang hanya dibakar seadanya di halaman rumah. Ada juga yang dimasak cepat karena dapur sedang penuh. Namun tetap saja rasanya seperti punya suasana sendiri. Dalam […]

  • kenaikan UMK Cimahi

    Pemkot Cimahi Tunggu Kebijakan Pusat Soal Kenaikan UMK 2026

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Pemkot Cimahi menunggu keputusan pusat terkait kenaikan UMK 2026, serikat buruh diminta menjaga situasi kondusif. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kota Cimahi belum memutuskan besaran kenaikan UMK Cimahi tahun 2026. Keputusan masih menunggu arahan pemerintah pusat yang tengah merumuskan formula upah minimum secara nasional. Di lapangan, tuntutan kenaikan dari serikat buruh mulai menguat, namun Pemkot Cimahi […]

  • tafsir bersyukur

    Tafsir Syukur dalam Al-Qur’an: Cara Sederhana Mengundang Rezeki

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir bersyukur menjadi topik yang selalu relevan, terutama saat banyak orang mencari ketenangan hidup. Dalam Islam, makna bersyukur, tafsir syukur, dan keutamaan bersyukur tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga tindakan nyata. Karena itu, memahami tafsir ayat tentang bersyukur membantu seseorang meraih kebahagiaan yang lebih dalam sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah. Mengapa Bersyukur […]

  • Tarif listrik dunia

    Tarif Listrik Dunia: Iran Termurah, Bermuda Termahal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tarif listrik dunia menunjukkan jurang perbedaan yang sangat lebar. Berdasarkan data GlobalPetrolPrices yang dipublikasikan kembali oleh DataIndonesia.id, Iran menjadi negara dengan tarif listrik termurah di dunia, sedangkan Bermuda mencatat tarif listrik termahal untuk pelanggan rumah tangga. Selisih harga keduanya bahkan mencapai sekitar 155 kali lipat. Lalu, bagaimana gambaran tarif listrik Indonesia […]

  • Petugas Polres Garut melakukan patroli dan pengamanan di kawasan wisata pantai saat libur panjang dipadati wisatawan.

    Garut Diserbu Wisatawan Saat Long Weekend, Polisi Siaga di Pantai hingga Jalur Arteri

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Libur panjang membuat kawasan wisata di Kabupaten Garut dipadati wisatawan sejak Kamis 14 Mei 2026. Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Garut memperketat pengamanan libur Garut di sejumlah titik strategis. Pengawasan difokuskan ke objek wisata, jalur arteri, gereja, hingga kawasan pantai yang mengalami lonjakan pengunjung selama long weekend. Arus kendaraan menuju kawasan […]

expand_less