100 Ribu Jemaah Padati Monas dalam Zikir Kebangsaan
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Monas (foto : Kemensetneg).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Lebih dari 100 ribu jemaah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam, untuk mengikuti Zikir Kebangsaan atau Doa Kebangsaan sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa melalui doa bersama lintas agama sekaligus mengingat jasa para pendiri negara.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Ribuan peserta dari berbagai daerah berdatangan menuju kawasan Monas dengan tertib untuk mengikuti rangkaian acara yang mengusung semangat kebersamaan dalam keberagaman.
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan HUT ke-81 RI yang akan berlangsung sepanjang Agustus. Selain menjadi agenda seremonial, kegiatan ini mengajak masyarakat menjadikan kemerdekaan sebagai ruang refleksi bersama agar nilai persatuan terus terjaga di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
Lebih dari 100 Ribu Jemaah Memenuhi Kawasan Monas
Hamparan jemaah memenuhi area pelataran hingga lapangan utama Monas. Suasana tenang menyelimuti lokasi ketika lantunan zikir menggema dan doa dipanjatkan secara bersama-sama.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kegiatan yang memadukan nilai spiritual dan kebangsaan. Banyak peserta datang bersama keluarga, komunitas, maupun rombongan dari berbagai daerah untuk mengikuti pembukaan rangkaian HUT Kemerdekaan RI.
Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang silaturahmi antarmasyarakat dengan latar belakang yang beragam. Kebersamaan itu mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi salah satu fondasi kehidupan berbangsa.
Menteri Agama: Persatuan Tumbuh dari Doa dan Akhlak
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa bangsa yang besar tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik maupun kemajuan ekonomi. Menurutnya, kekuatan spiritual, akhlak yang luhur, serta kerukunan antarumat beragama menjadi fondasi penting bagi perjalanan Indonesia ke depan.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, saling menghormati, dan memperkuat harmoni di tengah keberagaman yang menjadi identitas bangsa.
Nasaruddin juga menilai doa merupakan bagian dari ikhtiar kolektif bangsa. Karena itu, ia berharap semangat yang tumbuh melalui Zikir Kebangsaan dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya pada momentum peringatan kemerdekaan.
Enam Tokoh Agama Bergantian Memimpin Doa Kebangsaan
Salah satu bagian paling bermakna dalam acara tersebut adalah pelaksanaan doa kebangsaan yang dipimpin oleh enam tokoh lintas agama.
Masing-masing tokoh memanjatkan doa sesuai keyakinannya sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus harapan agar bangsa ini senantiasa memperoleh kedamaian, persatuan, dan keberkahan.
Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta menundukkan kepala mengikuti doa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Momen itu memperlihatkan bahwa keberagaman dapat berjalan selaras dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Doa lintas agama tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa persaudaraan nasional mampu tumbuh di atas rasa saling menghormati dan semangat kebersamaan.
Refleksi Kemerdekaan Menuju Indonesia yang Lebih Kuat
Zikir Kebangsaan bukan sekadar agenda pembuka HUT RI. Kegiatan ini mengingatkan bahwa kemerdekaan merupakan amanah yang harus dijaga melalui persatuan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah tantangan global yang terus berkembang, Indonesia membutuhkan masyarakat yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai kesempatan mempererat persaudaraan dan memperkuat optimisme menuju masa depan.
Lebih dari 100 ribu jemaah yang hadir di Monas menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat. Kebersamaan itu menjadi modal penting untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.
Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dijaga melalui persatuan. Ketika lebih dari 100 ribu doa bersatu di Monas, Indonesia kembali diingatkan bahwa kekuatan terbesar bangsa ini lahir dari kebersamaan. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar