Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Program Bantuan Bedah Rumah PUPR: Solusi Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

Program Bantuan Bedah Rumah PUPR: Solusi Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
  • visibility 237
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Program Bedah Rumah PUPR bantu ribuan keluarga berpenghasilan rendah wujudkan hunian layak dan sehat.

albadarpost.com, LENSA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pemerataan hunian layak di seluruh Indonesia. Melalui program Bedah Rumah PUPR, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki rumah tidak layak huni sekaligus mengurangi backlog perumahan yang selama ini menjadi tantangan nasional.


Bedah Rumah PUPR Dorong Akses Hunian Layak

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Kementerian PUPR mencatat hingga 12 Juni 2023, program Bedah Rumah PUPR telah merehabilitasi sebanyak 93.139 unit rumah atau mencapai 62,07 persen dari target nasional sebanyak 150.050 unit. Program ini merupakan salah satu langkah nyata untuk menekan angka kekurangan perumahan (backlog) sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program Bedah Rumah PUPR bukan sekadar kegiatan fisik memperbaiki bangunan, tetapi juga menjadi upaya sosial memperkuat kemandirian masyarakat dalam membangun rumah yang sehat dan aman. Melalui mekanisme Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memiliki hunian yang memenuhi standar kelayakan.

Sesuai dengan ketentuan Permen PUPR Nomor 17/PRT/M/2018, setiap penerima manfaat akan menerima Rp 20 juta, terdiri dari Rp 17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Skema ini memastikan penggunaan dana tepat sasaran, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam memperbaiki rumah masing-masing.


Syarat dan Mekanisme Program Bedah Rumah PUPR

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan ini, terdapat sejumlah syarat utama yang harus dipenuhi. Berdasarkan aturan Pasal 11 Permen PUPR Nomor 17/PRT/M/2018, penerima harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah berkeluarga, memiliki lahan sah untuk tempat tinggal, serta menempati rumah satu-satunya dalam kondisi tidak layak huni. Selain itu, penerima belum pernah mendapatkan bantuan BSPS atau program serupa dalam 10 tahun terakhir, dan memiliki penghasilan maksimal setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Tahapan awal program Bedah Rumah PUPR dimulai dari pendataan oleh masyarakat secara swadaya. Warga dapat mengusulkan rumah sendiri atau rumah tetangga di wilayah desa atau kelurahan. Data tersebut akan diverifikasi oleh pemerintah desa untuk kemudian diteruskan kepada instansi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Pola ini membuat masyarakat menjadi bagian penting dari solusi, bukan sekadar penerima bantuan pasif.

Penerapan prinsip “tanggung renteng” atau tanggung jawab bersama antarwarga menjadi kunci keberhasilan program ini. Masyarakat diharapkan bekerja berkelompok untuk saling membantu selama proses pembangunan berlangsung. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan.


BSPS Sebagai Langkah Strategis Kurangi Rumah Tidak Layak Huni

Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam penyediaan rumah layak huni bagi seluruh rakyatnya. Berdasarkan data pemerintah, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) masih cukup tinggi, terutama di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Kondisi bangunan yang rapuh, sanitasi buruk, serta keterbatasan akses air bersih menjadi indikator utama kategori RTLH.

Program Bedah Rumah PUPR hadir sebagai solusi strategis untuk memperbaiki kondisi tersebut. Tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memastikan aspek kesehatan lingkungan, seperti penyediaan sarana sanitasi yang memadai dan akses air bersih. Pemerintah berharap, rumah yang telah direhabilitasi dapat menjadi tempat tinggal yang sehat, aman, dan mendukung produktivitas keluarga.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11 tentang kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan program, pemerintah berupaya menciptakan model pembangunan partisipatif yang efektif.


Dampak Ekonomi dan Sosial Program Bedah Rumah PUPR

Selain meningkatkan kualitas hunian, Bedah Rumah PUPR juga memberikan efek ganda terhadap ekonomi lokal. Kegiatan pembangunan rumah swadaya mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa karena bahan bangunan dibeli dari toko lokal dan tenaga kerja berasal dari lingkungan sekitar. Hal ini membantu menggerakkan sektor informal dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Baca juga: Prabowo Targetkan 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Direhabilitasi pada 2026

Secara sosial, program ini turut mempererat hubungan antarwarga. Semangat gotong royong yang muncul dalam proses pembangunan menjadi nilai tambah yang tidak ternilai. Masyarakat tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kepercayaan, solidaritas, dan kemandirian.

Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan program Bedah Rumah PUPR tidak hanya diukur dari jumlah unit yang selesai, tetapi dari meningkatnya kesejahteraan warga yang kini dapat menikmati hunian yang lebih layak dan sehat.

Program Bedah Rumah PUPR bukan hanya proyek fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan partisipasi aktif warga, program ini menjadi simbol gotong royong modern yang mengakar pada semangat kemandirian bangsa.

Program Bedah Rumah PUPR bantu ribuan warga miliki rumah layak, sehat, dan mandiri melalui gotong royong masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hijab Allah

    Hijab Allah: Mengapa Hati Sulit Mengenal-Nya?

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ “Bagaimana mungkin Allah dihijab oleh sesuatu, padahal Dialah yang menampakkan segala sesuatu?” Kalimat-kalimat dalam Al-Hikam Ibnu Athaillah tentang Hijab Allah terasa seperti tamparan yang halus, tetapi menghunjam. Frasa Hijab Allah, tertutupnya hati dari Allah, atau terhalangnya ma’rifat kepada-Nya bukan berbicara tentang Allah […]

  • Revitalisasi Tugu Koperasi

    Revitalisasi Tugu Koperasi, Tasikmalaya Hidupkan Jejak Kongres 1947

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Revitalisasi Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya resmi memasuki tahap pencanangan sebagai upaya merawat jejak Kongres Koperasi Indonesia Pertama Tahun 1947 sekaligus mengembangkan kawasan tersebut menjadi ruang edukasi, budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat. Program yang digagas Kementerian Koperasi bersama DEKOPIN dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ini akan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, […]

  • Operasi Patuh 2026

    Bukan Sekadar Tilang, Ini Pesan Penting di Balik Operasi Patuh 2026

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi hari di sebuah persimpangan kota biasanya selalu sama. Lampu lalu lintas berganti dari merah ke hijau. Deretan sepeda motor mulai bergerak perlahan. Suara knalpot bercampur dengan bunyi klakson pendek yang sesekali terdengar dari belakang antrean. Di sisi jalan, seorang pengendara terlihat buru-buru mengenakan helm sambil sesekali melirik jam di layar […]

  • MBG 5 hari

    MBG Jadi 5 Hari: Strategi Hemat atau Risiko Baru bagi Pelajar?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan MBG 5 hari langsung memicu perbincangan publik setelah pemerintah mengurangi frekuensi program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari dalam sepekan. Program makan bergizi atau bantuan nutrisi sekolah ini disebut mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. Namun, di tengah klaim efisiensi tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait keberlanjutan gizi anak, kualitas asupan nutrisi […]

  • Perpres 111/2025

    Pemkab Garut Sosialisasikan Perpres 111/2025

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perpres 111/2025 menjadi materi sosialisasi yang diunggah melalui akun resmi Pemerintah Kabupaten Garut. Dalam unggahan tersebut, Pemkab Garut menjelaskan sejumlah poin mengenai ancaman nonmiliter yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029, termasuk pentingnya peran keluarga dan pendampingan generasi muda. Unggahan itu dikemas dalam beberapa […]

  • Pendidikan Era Digital

    Kemendikdasmen Ungkap Tantangan Pendidikan Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kemajuan teknologi telah mengubah wajah pendidikan era digital di Indonesia. Digitalisasi pendidikan menghadirkan berbagai kemudahan, mulai dari akses informasi tanpa batas hingga pembelajaran yang lebih fleksibel melalui perangkat digital. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, muncul pula sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Melalui materi edukasi dalam program Selasar (Selasa Belajar) yang dipublikasikan […]

expand_less