HP Berbunyi Saat Salat, Bolehkah Langsung Dimatikan?
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi ponsel berdering saat jemaah melaksanakan salat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HIKMAH – HP berbunyi saat salat bisa mengganggu kekhusyukan diri sendiri sekaligus konsentrasi jemaah lain. Lantas, apakah ponsel yang berdering ketika salat harus dibiarkan sampai selesai, atau boleh langsung dimatikan? Hukum mematikan HP saat salat berkaitan dengan kebutuhan menghentikan gangguan, kadar gerakan, dan ketentuan fikih yang menjadi pedoman.
Pada dasarnya, seorang muslim perlu menjaga ketenangan selama salat. Namun, jika ponsel terus berbunyi, tindakan ringan untuk menghentikannya dibolehkan menurut sejumlah penjelasan ulama. Sebaliknya, gerakan berlebihan yang tidak diperlukan dapat memengaruhi keabsahan salat.
HP Berbunyi Saat Salat, Bolehkah Dimatikan?
Boleh menurut sejumlah ulama, selama dilakukan dengan gerakan ringan dan tidak merusak salat. Contohnya, menekan tombol senyap atau menghentikan nada dering dengan satu gerakan tangan yang terkendali, apabila ponsel mudah dijangkau.
Syekh Faraz Rabbani, dalam jawaban fikih Hanafi yang diterbitkan Qibla.com dan kini tersedia melalui IslamQA.org, menjelaskan bahwa gerakan ringan untuk mematikan ponsel yang berdering diperbolehkan. Beliau membedakan gerakan kecil karena kebutuhan dari tindakan berlebihan yang dapat membatalkan salat.
Meski demikian, kebolehan tersebut bukan alasan untuk mengabaikan persiapan sebelum salat. Sebaiknya aktifkan mode senyap, matikan nada dering, atau gunakan mode jangan ganggu sebelum takbiratul ihram.
Jika ponsel berada jauh dari jangkauan, jangan memaksakan diri meraihnya dengan gerakan rumit. Utamakan menjaga pelaksanaan salat dan hindari tindakan yang justru menambah gangguan.
Dalil Al-Qur’an tentang Menjaga Kekhusyukan
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Mu’minun ayat 1–2:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Artinya: “Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.”
Ayat tersebut menegaskan pentingnya kekhusyukan dalam salat. Karena itu, seorang muslim perlu menghindari gangguan yang dapat mengalihkan perhatian, termasuk bunyi ponsel yang sebenarnya bisa dicegah.
Namun, ayat ini merupakan landasan umum tentang kekhusyukan, bukan dalil khusus yang secara langsung menetapkan hukum mematikan ponsel ketika salat. Ketentuan mengenai gerakan saat salat perlu dijelaskan melalui hadis dan pembahasan ulama fikih.
Hadis tentang Gerakan Ketika Salat
Dalam Sunan Abi Dawud nomor 922, Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. sedang salat ketika pintunya tertutup. Beliau kemudian berjalan untuk membukakan pintu bagi Aisyah, lalu kembali ke tempat salat.
Pada laman Sunnah.com, hadis ini dicantumkan dengan penilaian hasan dari Syekh Al-Albani. Meski demikian, terdapat perbedaan penilaian pada sebagian sumber lain. Karena itu, penyebutan kualitas hadis sebaiknya disertai nama ulama yang memberikan penilaian tersebut.
Riwayat ini menjadi salah satu rujukan dalam pembahasan gerakan karena kebutuhan ketika salat. Namun, hadis tersebut tidak membahas ponsel secara khusus dan tidak berarti setiap gerakan otomatis dibolehkan.
Penerapannya pada kasus HP berdering merupakan penalaran fikih: apakah gerakan itu diperlukan, seberapa besar gerakannya, dan apakah tindakan tersebut masih sesuai dengan keadaan orang yang sedang salat.
Qaul Ulama: Kapan Gerakan Membatalkan Salat?
Dalam penjelasan fikih Hanafi, Syekh Faraz Rabbani menerangkan bahwa gerakan kecil karena kebutuhan dapat ditoleransi, sedangkan gerakan berlebihan dapat membatalkan salat. Penjelasan tersebut merujuk pada pembahasan kitab fikih, termasuk Radd al-Muhtar karya Ibnu Abidin.
Sementara itu, Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, sebagaimana dikutip dalam pembahasan IslamQA.info tentang gerakan saat salat, menjelaskan bahwa tidak ada satu jumlah gerakan yang menjadi batas universal pembatal salat. Penilaiannya berkaitan dengan kadar gerakan dan apakah tindakan tersebut, menurut kebiasaan yang berlaku, membuat orang yang melihatnya menganggap pelakunya tidak sedang salat.
Kedua penjelasan ini menunjukkan pentingnya membedakan gerakan ringan karena kebutuhan dari gerakan berlebihan. Namun, pendapat tersebut berasal dari penjelasan ulama tertentu dan tidak boleh langsung disebut sebagai kesepakatan seluruh mazhab.
Karena itu, anggapan bahwa tiga gerakan selalu membatalkan salat tidak tepat jika diperlakukan sebagai aturan universal tanpa mempertimbangkan rincian fikih yang menjadi dasarnya.
Bagaimana Jika HP Berdering Saat Salat Berjemaah?
Dalam salat berjemaah, bunyi ponsel dapat mengganggu banyak orang sekaligus. Jika ponsel mudah dijangkau, pemiliknya dapat menghentikan bunyi tersebut dengan gerakan ringan yang tidak merusak salat.
Namun, jangan membuka pesan, membaca notifikasi, atau menjawab panggilan ketika salat berlangsung. Jika ponsel berada di dalam tas atau sulit dijangkau, hindari gerakan berlebihan hanya untuk mematikannya.
Pencegahan tetap menjadi pilihan terbaik. Sebelum masuk saf, periksa pengaturan ponsel dan aktifkan mode senyap. Langkah sederhana ini membantu menjaga kekhusyukan diri sendiri sekaligus menghormati jemaah lain.
Cara Mencegah HP Mengganggu Salat
Agar kejadian serupa tidak terulang, lakukan beberapa langkah berikut:
- Aktifkan mode senyap sebelum salat.
- Matikan nada dering dan getaran jika berpotensi mengganggu jemaah.
- Simpan ponsel di tempat yang mudah dijangkau tanpa harus membungkuk atau bergerak berlebihan.
- Hindari memeriksa notifikasi ketika sudah berada di saf.
- Jika salat di masjid, pastikan ponsel tidak mengeluarkan suara sebelum takbiratul ihram.
Langkah-langkah tersebut merupakan bentuk ikhtiar menjaga kekhusyukan dan ketenangan bersama.
Kesimpulannya, HP yang berbunyi saat salat boleh dimatikan dengan gerakan ringan menurut sejumlah penjelasan ulama, tetapi gerakan berlebihan perlu dihindari karena dapat memengaruhi keabsahan salat. Jangan menunggu gangguan terjadi jika bisa mencegahnya sejak awal. Senyapkan ponsel sebelum salat, lalu arahkan perhatian sepenuhnya kepada Allah Swt. (Red)
- Penulis: redaktur
