Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Persija vs Persib 2-1: Gol 90+5 Bikin GBK Meledak

Persija vs Persib 2-1: Gol 90+5 Bikin GBK Meledak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALPersija vs Persib berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Macan Kemayoran dalam pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 12 September 2026. Hasil Persija vs Persib tersebut menjadi sorotan karena Ivan Mamut mencetak gol kemenangan pada menit 90+5, setelah Persib sempat menyamakan kedudukan melalui Balsa Sekulic.

Pertandingan berjalan ketat hingga penghujung laga. Persija lebih dahulu unggul melalui Alexander Jeremejeff pada menit ke-41, kemudian Persib membalas pada menit ke-81. Ketika skor 1-1 mulai terlihat sebagai hasil akhir, Mamut muncul sebagai penentu.

Gol tersebut sekaligus mengubah suasana di SUGBK.

Persija Unggul Lebih Dulu, Persib Menolak Menyerah

Persija mencoba mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Serangan tuan rumah beberapa kali mengarah ke pertahanan Persib, sedangkan Maung Bandung berusaha menjaga keseimbangan permainan.

Kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum.

Alexander Jeremejeff mencetak gol pada menit ke-41 dan membawa Persija unggul 1-0. Sejumlah laporan pertandingan mencatat gol tersebut menjadi hasil dari tekanan Persija sebelum jeda.

Keunggulan itu membuat Persija memasuki babak kedua dengan posisi yang lebih nyaman.

Namun, Persib tidak membiarkan pertandingan berjalan satu arah.

Maung Bandung meningkatkan tekanan setelah jeda. Salah satu peluang penting datang melalui Luka Menalo yang sepakannya membentur tiang gawang. Persib terus mencari celah, sementara Persija berusaha mempertahankan keunggulan.

Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81.

Balsa Sekulic mencetak gol penyama kedudukan. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.

Ivan Mamut Datang Ketika Laga Hampir Berakhir

Inilah bagian paling menentukan dari Persija vs Persib.

Ketika pertandingan memasuki menit-menit terakhir, kedua tim sebenarnya memiliki peluang untuk mengubah keadaan. Akan tetapi, Persija yang akhirnya menemukan momen emas.

Ivan Mamut masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-78. Hanya beberapa menit setelah itu, penyerang tersebut mencatatkan namanya di papan skor. Ia mencetak gol pada menit 90+5 dan membawa Persija kembali unggul 2-1.

Gol itu datang ketika waktu pertandingan praktis tinggal beberapa detik.

Persib pun tidak memiliki cukup waktu untuk membangun serangan balasan. Setelah peluit panjang berbunyi, Persija mengamankan tiga poin di kandang.

Mamut akhirnya menjadi nama yang paling banyak dibicarakan dari laga tersebut.

Bukan karena ia mencetak gol pembuka. Bukan pula karena ia bermain sejak menit pertama. Justru sebaliknya, ia datang dari bangku cadangan dan memberikan dampak terbesar ketika pertandingan hampir selesai.

Kemenangan yang Memutus Lima Pertemuan Tanpa Menang

Kemenangan Persija tidak hanya berarti tiga poin.

Hasil 2-1 tersebut juga memutus catatan lima pertemuan terakhir tanpa kemenangan Persija atas Persib. Data pertandingan menunjukkan Persib memenangkan dua pertemuan pada 2026 sebelum laga ini, masing-masing 2-1 pada 10 Mei dan 1-0 pada 11 Januari. Sebelumnya, kedua tim juga bermain imbang 2-2 pada Februari 2025.

Karena itu, kemenangan di SUGBK memiliki nilai psikologis tersendiri bagi Persija.

Terlebih, Persib datang sebagai juara musim sebelumnya. Persija kemudian mengalahkan sang juara bertahan melalui pertandingan yang berlangsung sampai detik-detik terakhir.

Pelatih Persija Shin Tae-yong juga tidak ingin anak asuhnya cepat puas. Seusai laga, ia menilai masih ada aspek permainan yang harus diperbaiki, terutama efektivitas penyelesaian akhir.

Pesan tersebut penting karena musim masih panjang.

Kemenangan atas Persib memberikan modal besar, tetapi Persija tetap harus menjaga konsistensi pada pertandingan berikutnya.

SUGBK Penuh, Rivalitas Tetap Menjadi Magnet

Besarnya perhatian terhadap Persija vs Persib juga terlihat dari jumlah penonton.

Sebanyak 58.961 penonton dilaporkan memadati SUGBK untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Angka itu memperlihatkan bahwa duel Persija dan Persib masih memiliki daya tarik besar bagi publik sepak bola Indonesia.

Sebelum pertandingan, pihak kepolisian juga menyampaikan estimasi sekitar 58 ribu penonton yang dipersiapkan dalam penjualan tiket dan menerapkan pemeriksaan ketat di area stadion.

Atmosfer seperti itu membuat gol Mamut terasa semakin dramatis.

Bagi Persija, kemenangan datang di depan puluhan ribu pendukung. Bagi Persib, kekalahan terasa lebih pahit karena mereka sempat bangkit setelah tertinggal.

Sementara itu, dari sisi persaingan klasemen, tambahan tiga poin membuat Persija tetap berada di papan atas setelah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Posisi klasemen setelah rangkaian laga pekan kedua masih dapat berubah mengikuti hasil pertandingan tim lain.

Bukan Sekadar 2-1, Ini Tentang Momentum

Jika melihat jalannya pertandingan, Persija vs Persib sebenarnya menghadirkan dua momentum besar.

Momentum pertama datang ketika Jeremejeff membuat Persija unggul menjelang turun minum.

Momentum kedua jauh lebih menentukan.

Sekulic mengembalikan Persib ke pertandingan. Saat skor 1-1 bertahan sampai akhir, peluang kemenangan kedua tim kembali terbuka. Namun, Mamut memanfaatkan momen terakhir dan mengubah pertandingan hanya dalam satu serangan.

Itulah mengapa skor 2-1 tidak sepenuhnya menggambarkan ketegangan laga.

Persija tidak hanya menang karena mampu mencetak dua gol. Mereka menang karena mampu mempertahankan konsentrasi sampai penghujung pertandingan.

Persib juga bukan tanpa perlawanan. Mereka bangkit dari ketertinggalan dan sempat berada dalam posisi untuk membawa pulang satu poin.

Namun, sepak bola tidak mengenal hasil “hampir”.

Yang tercatat di papan skor adalah Persija 2, Persib 1.

Persib sudah menyamakan skor. Waktu hampir habis. Satu poin tampak di depan mata. Lalu Ivan Mamut datang pada menit 90+5 dan menghapus semuanya.

Di SUGBK malam itu, 90 menit bukan akhir pertandingan—karena satu detik terakhir ternyata cukup untuk mengubah siapa yang pulang membawa tiga poin. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less