Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi 12
- account_circle redaktur
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi klasemen medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menunjukkan Indonesia di posisi 12 dengan 1 perak dan 4 perunggu.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Klasemen medali Asian Games 2026 terus bergerak pada hari pertama pertandingan Aichi-Nagoya. Berdasarkan pembaruan NOC Indonesia pada Minggu, 20 September 2026 pukul 21.00 WIB, Indonesia berada di posisi ke-12 dengan koleksi 5 medali, terdiri atas 1 perak dan 4 perunggu.
Posisi tersebut menunjukkan Indonesia sudah membuka perolehan medali, meski belum mendapatkan emas. Sementara itu, persaingan papan atas berlangsung ketat karena China dan Jepang sama-sama mengoleksi 20 medali.
Dikutip dari Kemenpora, perjuangan kontingen Indonesia pada hari pertama juga menghasilkan tambahan medali dari sejumlah cabang olahraga, termasuk teqball dan karate. Kemenpora menyebut perjuangan tim teqball menjadi bagian penting dalam pembukaan perjalanan Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Indonesia Kumpulkan 5 Medali
Dalam pembaruan klasemen pukul 21.00 WIB, rincian perolehan Indonesia adalah:
- Emas: 0
- Perak: 1
- Perunggu: 4
- Total: 5 medali
- Peringkat: 12
Perolehan tersebut berasal dari beberapa cabang olahraga yang tampil pada hari pertama kompetisi.
Medali pertama Indonesia datang dari wushu melalui Seraf Naro Siregar. Ia meraih perunggu pada nomor changquan putra dengan skor 9,720. Hasil tersebut menjadi pembuka perolehan medali Merah Putih di Aichi-Nagoya.
Setelah itu, Indonesia menambah medali dari teqball. Yoga Ardika Putra meraih perunggu pada nomor tunggal putra. Sementara itu, Sumaya berhasil merebut perak pada nomor tunggal putri setelah melalui pertandingan final yang ketat.
Cabang soft tenis juga menyumbang perunggu melalui tim beregu putra setelah kalah dari Jepang pada semifinal.
Dengan demikian, komposisi lima medali Indonesia dalam pembaruan malam tersebut memperlihatkan bahwa perolehan medali datang dari beberapa cabang, bukan hanya satu disiplin olahraga.
China Memimpin, Jepang Membuntuti
Di papan teratas, China langsung mengumpulkan 20 medali, terdiri atas 11 emas, 6 perak, dan 3 perunggu.
Jepang memiliki jumlah medali yang sama, yakni 20. Namun, komposisinya berbeda dengan 6 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.
Karena medali emas menjadi penentu utama posisi dalam klasemen, China berada di peringkat pertama.
Korea Selatan kemudian menempati posisi ketiga dengan 14 medali, terdiri atas 4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu.
Kazakhstan berada di peringkat keempat dengan enam medali. Negara tersebut sudah mengumpulkan empat emas dan dua perunggu.
Thailand menyusul dengan empat medali, terdiri atas tiga emas dan satu perak. Myanmar berada di posisi keenam dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Menariknya, Macao dan Kuwait sama-sama memiliki dua medali. Macao mengoleksi satu emas dan satu perak, sedangkan Kuwait meraih satu emas dan satu perunggu.
Chinese Taipei dan Hong Kong berada di posisi kesembilan dan ke-10. Chinese Taipei memiliki tiga medali, sedangkan Hong Kong mengumpulkan dua medali.
Dalam grafis pembaruan NOC Indonesia yang menjadi dasar artikel ini, peringkat ke-11 tidak ditampilkan, sehingga Indonesia tercantum pada posisi ke-12.
Belum Ada Emas, Perburuan Indonesia Masih Panjang
Posisi Indonesia perlu dibaca dalam konteks waktu.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 baru memasuki hari pertama pertandingan pada 20 September. Ajang tersebut masih berlangsung hingga 4 Oktober 2026, sehingga klasemen pada pukul 21.00 WIB belum menggambarkan hasil akhir kompetisi.
Karena itu, posisi ke-12 bukanlah angka final.
Justru, tantangan Indonesia berikutnya adalah mengubah medali perak dan perunggu menjadi tambahan emas. Satu medali emas dapat memberikan perubahan signifikan terhadap posisi sebuah negara dalam klasemen.
Kondisi itu terlihat dari papan atas. Kazakhstan, misalnya, memiliki total enam medali, tetapi mampu berada di atas negara dengan jumlah medali yang lebih besar karena mengoleksi empat emas.
Indonesia sendiri memiliki modal awal lima medali. Empat di antaranya berupa perunggu dan satu lainnya perak.
Dikutip dari Kemenpora, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga mengapresiasi perjuangan tim teqball Indonesia yang mempersembahkan dua medali pada debut cabang tersebut di Asian Games 2026.
Artinya, perjalanan Merah Putih masih terbuka lebar. Berbagai cabang olahraga Indonesia masih akan bertanding dan berpeluang menambah koleksi medali.
Bagi pembaca Indonesia, angka 5 medali malam ini memang menjadi catatan penting. Namun, angka tersebut sebaiknya tidak dibaca sebagai hasil akhir.
Klasemen akan terus berubah seiring pertandingan berlangsung.
Malam ini Indonesia berada di posisi 12. Besok, papan klasemen bisa berubah. Satu hal yang belum berubah: emas masih menjadi keping yang diburu Merah Putih. (Red)
- Penulis: redaktur







