Berita Dunia

Selat Hormuz Memanas: Kapal Malaysia Lolos, Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi Selat Hormuz kembali menarik perhatian dunia setelah beberapa kapal tanker mendapat izin melintas dari Iran. Namun di tengah perkembangan itu, kapal Pertamina Selat Hormuz justru masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memicu perhatian publik karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global.

Sejumlah kapal dari negara lain telah berhasil melewati selat strategis itu. Akan tetapi, dua kapal tanker Pertamina hingga kini belum memperoleh izin untuk melanjutkan perjalanan.

Selain itu, pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi diplomatik agar kapal nasional dapat segera melintasi jalur vital tersebut.

Kapal Malaysia dan Thailand Berhasil Melintas

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengonfirmasi bahwa pemerintah Iran telah memberikan izin bagi kapal tanker minyak Malaysia untuk melewati Selat Hormuz.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Anwar menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Ia menyebut pemerintah Iran membantu memperlancar perjalanan kapal tersebut agar bisa melanjutkan perjalanan pulang.

Selain Malaysia, Thailand juga mengalami situasi serupa. Kapal tanker milik Bangchak Corporation berhasil melintas setelah pemerintah Thailand melakukan koordinasi langsung dengan pihak Iran.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengungkapkan bahwa komunikasi diplomatik dengan Teheran menjadi kunci keamanan pelayaran kapal mereka.

Karena itu, kapal tanker Thailand dapat melewati Selat Hormuz tanpa gangguan setelah proses koordinasi berlangsung.

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Ditutup

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz sebenarnya tidak sepenuhnya ditutup.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa beberapa negara tetap bisa melintasi jalur tersebut selama menjalin komunikasi dengan otoritas Iran.

Menurutnya, negara-negara yang dianggap bersahabat memperoleh pengawalan keamanan dari angkatan bersenjata Iran.

Beberapa negara yang disebut berhasil melewati Selat Hormuz antara lain:

  • China
  • Rusia
  • Pakistan
  • Irak
  • India
  • Bangladesh

Selain itu, sejumlah kapal dari negara tersebut sudah melintas dalam beberapa hari terakhir setelah melakukan koordinasi dengan pemerintah Iran.

Namun Iran juga memberikan batasan tegas. Kapal yang terkait dengan negara yang dianggap sebagai pihak lawan tidak akan diberi izin melintas.

Negara yang termasuk kategori tersebut antara lain Amerika Serikat, Israel, dan beberapa negara Teluk yang terlibat dalam konflik kawasan.

Lalu Lintas Kapal Menurun Drastis

Data pelayaran menunjukkan perubahan besar dalam aktivitas maritim di Selat Hormuz.

Perusahaan pelacakan kapal Kpler mencatat hanya 99 kapal yang melewati selat tersebut sepanjang bulan ini. Artinya, rata-rata hanya lima hingga enam kapal per hari.

Padahal sebelum konflik meningkat, sekitar 138 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Perbedaan ini menunjukkan penurunan lalu lintas maritim yang cukup signifikan.

Selat Hormuz sendiri sangat penting bagi ekonomi global. Jalur ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Karena itu, setiap gangguan di kawasan tersebut langsung memengaruhi stabilitas energi global.

Selain itu, beberapa kapal kini memilih rute yang lebih panjang demi keamanan.

Misalnya, kapal tanker berbendera Pakistan terdeteksi berlayar lebih dekat ke pantai Iran, bukan melalui jalur tengah selat seperti biasanya.

Langkah tersebut memungkinkan pengawasan langsung oleh aparat Iran.

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan

Di tengah dinamika geopolitik tersebut, dua kapal tanker milik Pertamina masih berada di kawasan Teluk Arab.

Kapal tersebut adalah:

  • PIS VLCC Pertamina Pride
  • Gamsunoro

Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic, kapal Pertamina Pride berada di dekat wilayah Dammam, Arab Saudi.

Sementara itu, kapal Gamsunoro terdeteksi berada di sekitar perairan Kuwait dan Irak.

Pertamina International Shipping menjelaskan bahwa kapal Pertamina Pride membawa kargo penting bagi kebutuhan energi nasional.

Di sisi lain, kapal Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga.

Walaupun demikian, pihak Pertamina memastikan situasi ini tidak mengganggu pasokan energi dalam negeri.

Perusahaan tersebut mengoperasikan sekitar 345 kapal, sehingga distribusi energi tetap dapat berjalan normal.

Diplomasi Indonesia Terus Berjalan

Pemerintah Indonesia kini terus melakukan komunikasi dengan otoritas Iran.

Kementerian Luar Negeri RI berupaya memastikan kedua kapal Pertamina dapat memperoleh izin melintas dengan aman.

Selain itu, keselamatan kru kapal menjadi prioritas utama dalam setiap langkah diplomasi yang dilakukan.

Situasi Selat Hormuz masih terus berkembang. Oleh karena itu, pemerintah dan perusahaan energi nasional tetap memantau kondisi kawasan secara intensif.

Jika izin pelayaran segera diperoleh, dua kapal Pertamina tersebut dapat melanjutkan perjalanan melewati jalur energi paling strategis di dunia. (Red)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button