Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Dua Celah Keamanan PHP Picu Sejumlah Situs Ditutup Sementara

Dua Celah Keamanan PHP Picu Sejumlah Situs Ditutup Sementara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA — Dua celah keamanan kritis pada PHP memicu langkah darurat di sejumlah organisasi setelah kelemahan tersebut diketahui dapat memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh tanpa autentikasi. Pengelola sejumlah website dan layanan digital mengambil langkah pengamanan pada 22 Oktober 2026 untuk mengurangi risiko serangan siber.

PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk menjalankan website dan aplikasi berbasis server. Kerentanan pada komponen inti PHP menjadi perhatian karena dapat mengancam sistem yang menggunakan versi terdampak dan belum memasang pembaruan keamanan.

Tim pengembang PHP merilis pembaruan pada 21 Oktober 2026. Pengelola website perlu memastikan server telah menggunakan versi yang diperbaiki, terutama jika PHP digunakan untuk melayani permintaan dari internet.

Celah Keamanan PHP Berisiko Membuka Akses Server

Dua kerentanan tersebut tercatat dengan identitas CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Pengembang PHP mengategorikan keduanya sebagai kerentanan kritis yang dapat memungkinkan eksekusi kode jarak jauh tanpa autentikasi.

Kerentanan pertama berkaitan dengan penanganan kondisi kehabisan memori (out-of-memory), sedangkan kerentanan kedua berkaitan dengan status internal yang dapat tetap merujuk pada memori yang sudah dibebaskan.

Dalam kondisi tertentu, kelemahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjalankan kode berbahaya pada server yang rentan. Dampaknya berpotensi mencakup pengambilalihan sistem, akses terhadap data sensitif, serta perubahan atau penghapusan informasi.

Laporan Mediacorp menyebut sejumlah instansi pemerintah, perusahaan, dan organisasi media di beberapa negara mengambil tindakan pencegahan, termasuk menghentikan sementara sebagian layanan. Gangguan dilaporkan terjadi pada sejumlah website pemerintah di Australia, Finlandia, dan Belanda, serta layanan perusahaan dan organisasi lainnya.

Namun, penghentian sementara layanan tidak berarti seluruh website berbasis PHP mengalami gangguan atau telah diretas. Risiko bergantung pada versi perangkat lunak, lingkungan server, dan status penerapan pembaruan keamanan.

AI Membantu Menemukan Kerentanan PHP

Kecerdasan buatan atau AI berperan dalam proses penemuan kelemahan tersebut. Laporan Mediacorp menyebut firma keamanan siber Calif menemukan kerentanan PHP pada Agustus 2026 dengan bantuan AI. Wiz Research, perusahaan keamanan siber milik Google, kemudian menemukan kelemahan secara terpisah.

Google juga menjelaskan kontribusi model AI dalam proses penelitian dan validasi kerentanan. Meski demikian, penemuan melalui AI tetap memerlukan pemeriksaan teknis, validasi, serta perbaikan oleh pengembang perangkat lunak.

Peristiwa ini memperlihatkan dua sisi penggunaan AI dalam keamanan siber. Teknologi tersebut dapat membantu peneliti mengidentifikasi kelemahan kode, tetapi kerentanan yang belum diperbaiki juga dapat dimanfaatkan pihak yang berniat jahat.

Karena itu, kecepatan menemukan celah harus diikuti dengan proses pengungkapan yang bertanggung jawab, penerbitan pembaruan, dan pemasangan perbaikan oleh pengelola sistem.

Versi PHP yang Sudah Mendapat Perbaikan

Pengembang PHP merilis pembaruan keamanan untuk sejumlah cabang versi yang masih didukung pada 21 Oktober 2026. Versi perbaikan yang diumumkan meliputi:

  • PHP 8.5.12
  • PHP 8.4.27
  • PHP 8.3.36
  • PHP 8.2.35

Versi-versi tersebut memperbaiki dua kerentanan kritis yang diumumkan pengembang. Pengguna PHP perlu memeriksa pengumuman resmi untuk memastikan versi yang dipakai sudah memperoleh perbaikan sesuai cabang perangkat lunaknya.

Pengguna versi PHP 8.1 dan yang lebih lama perlu memberi perhatian khusus. Versi tersebut sudah tidak menerima pembaruan keamanan langsung dari proyek PHP, meskipun sebagian penyedia distribusi atau layanan dukungan jangka panjang mungkin menyediakan perbaikan khusus. Pengelola perlu mengonfirmasi statusnya kepada penyedia sistem atau hosting.

Pembaruan WordPress, tema, dan plugin tidak otomatis memperbarui versi PHP pada server. Komponen aplikasi dan lingkungan PHP harus diperiksa secara terpisah.

Langkah Pengamanan bagi Pemilik Website

Pemilik website tidak perlu langsung menganggap situsnya telah diretas hanya karena menggunakan PHP. Namun, mereka perlu memeriksa kondisi server dan segera melakukan tindakan sesuai rekomendasi pengembang serta penyedia hosting.

Pertama, periksa versi PHP. Pengguna WordPress dapat membuka menu Tools → Site Health → Info → Server untuk melihat informasi versi PHP. Informasi serupa biasanya tersedia melalui panel hosting.

Kedua, hubungi penyedia hosting. Tanyakan apakah server terdampak dan apakah pembaruan keamanan sudah diterapkan. Langkah ini penting bagi pemilik website yang tidak mengelola server secara mandiri.

Ketiga, pasang pembaruan yang sesuai. Administrator server perlu memastikan versi PHP telah diperbaiki dan layanan berjalan normal setelah pembaruan. Lakukan pencadangan sebelum perubahan sistem dan ikuti petunjuk penyedia hosting.

Keempat, periksa indikasi kompromi. Tinjau log akses, aktivitas server, dan peringatan keamanan yang tersedia. Jika server menggunakan versi rentan sebelum pembaruan, jangan menganggap pemasangan patch saja sudah cukup untuk memastikan tidak terjadi penyusupan.

Kelima, batasi paparan jika perbaikan tertunda. Jika server rentan tidak dapat segera diperbarui, konsultasikan langkah mitigasi dengan penyedia hosting atau tim keamanan. Untuk sistem yang berisiko tinggi, pembatasan akses dari internet mungkin diperlukan sampai perbaikan diterapkan dan diverifikasi.

Mengapa Pembaruan Tidak Boleh Ditunda?

Penerbitan pembaruan keamanan tidak serta-merta melindungi seluruh website. Server yang belum diperbaiki masih dapat terpapar risiko, sementara pemilik website mungkin tidak menyadari bahwa versi PHP yang digunakan rentan.

CERT-EU memperingatkan bahwa bukti konsep eksploitasi mulai beredar setelah kerentanan diungkapkan. Kondisi ini meningkatkan urgensi pembaruan, terutama bagi organisasi yang menjalankan layanan PHP dan terhubung langsung ke internet.

Bagi portal berita, toko online, dan website layanan publik, insiden keamanan dapat mengganggu akses pengguna, merusak integritas konten, serta meningkatkan risiko kebocoran data. Informasi yang terekspos juga berpotensi disalahgunakan untuk penipuan atau serangan phishing.

Karena itu, pengelola perlu memastikan bukan hanya bahwa pembaruan tersedia, melainkan juga bahwa sistem telah diperbaiki dan tidak menunjukkan tanda kompromi.

Bagi pemilik website, langkah utama saat ini adalah memeriksa versi PHP, menerapkan pembaruan yang sesuai, dan memastikan server tetap aman setelah perbaikan. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less