TMMD Pangandaran Bangun Jalan 2,6 Km, Sasar Dua Desa
- account_circle redaktur
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembukaan TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Selasa (13/10/2026).(Dok. Kodim 0625/ Pangandaran).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kabupaten Pangandaran menyasar Desa Bangunjaya dan Desa Mekarwangi, Kecamatan Langkaplancar. Selama 30 hari pelaksanaan, program ini menargetkan pembangunan jalan sepanjang 2,6 kilometer, jembatan, lima rumah tidak layak huni (Rutilahu), lima sumur bor, serta sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Dilansir dari Kodim 0625/Pangandaran, pembukaan TMMD ke-130 berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Danrem 062/Tarumanegara Kolonel Inf Dadi Sutandi, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Inf Eko Novandy Saputro, sejumlah komandan kodim di jajaran Korem 062/Tarumanegara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat setempat.
Sementara itu, sasaran program mencakup pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu pekerjaan utamanya ialah pembuatan jalan baru dan perkerasan Jalan Lewitundun sepanjang 2.600 meter dengan lebar 6 meter.
Jalan 2,6 Kilometer Jadi Sasaran Utama TMMD
Pembangunan jalan menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 di Kecamatan Langkaplancar. Dengan panjang 2,6 kilometer dan lebar 6 meter, pekerjaan tersebut berpotensi mendukung mobilitas warga serta memperlancar akses menuju fasilitas umum dan pusat kegiatan ekonomi.
Namun, manfaat jalan tidak cukup dinilai dari panjang dan lebar konstruksinya. Kondisi jalan setelah pengerjaan, keamanan pengguna, serta kemudahan akses yang benar-benar dirasakan warga juga perlu menjadi ukuran keberhasilan.
Selain jalan, program ini menargetkan pembangunan satu jembatan Bailey sepanjang 15 meter dengan lebar 3 meter. Pekerjaan lainnya mencakup gorong-gorong dan dua jembatan pelat beton yang masing-masing berukuran panjang 8 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 2 meter.
Infrastruktur tersebut dapat membantu konektivitas wilayah apabila memenuhi kebutuhan masyarakat dan standar teknis. Karena itu, kualitas konstruksi dan pemeliharaan setelah program berakhir perlu mendapat perhatian sejak tahap pelaksanaan.
Lima Rutilahu dan Lima Sumur Bor Ditargetkan
TMMD Pangandaran juga menyasar pembangunan lima unit rumah tidak layak huni. Setiap unit direncanakan berukuran 6 x 4 meter dengan tinggi 3,2 meter.
Di bidang penyediaan air, program ini menargetkan pembangunan lima sumur bor dengan kedalaman 50 meter dan pipa berdiameter 4 inci. Sasaran tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan air masyarakat penerima manfaat.
Selain itu, penyelenggara merencanakan penanaman 100 pohon dan penyaluran 100 paket bantuan untuk mendukung penanganan stunting. Rangkaian kegiatan tersebut memperluas cakupan program dari pembangunan infrastruktur menuju kebutuhan sosial dan lingkungan.
Meski demikian, jumlah sasaran belum otomatis menggambarkan hasil akhir. Realisasi pembangunan, ketepatan penerima bantuan, kualitas fasilitas, dan keberlanjutan pemanfaatannya tetap perlu diperiksa setelah kegiatan berjalan.
Penyuluhan Menjangkau Kesehatan hingga UMKM
TMMD ke-130 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Program ini juga mencakup kegiatan nonfisik yang menyentuh bidang kebangsaan, hukum, keamanan, kesehatan, pendidikan, pertanian, dan ekonomi masyarakat.
Materi penyuluhan meliputi wawasan kebangsaan dan bela negara, hukum pidana dan perdata, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta bahaya narkoba, perjudian, terorisme, dan paham radikalisme.
Pada bidang kesehatan, kegiatan mencakup edukasi gizi dan penurunan stunting, pelayanan Posyandu, serta Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Sementara itu, penyuluhan pertanian, pajak bumi dan bangunan, serta budidaya perikanan dan peternakan menjadi bagian dari agenda pemberdayaan.
Program lainnya mencakup perpustakaan keliling untuk meningkatkan minat baca, pelayanan administrasi akta kelahiran dan e-KTP, serta pelatihan pengemasan dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelatihan UMKM berpotensi membantu pelaku usaha memperbaiki tampilan produk dan strategi pemasaran. Akan tetapi, dampak program perlu dilihat dari penerapan keterampilan, perkembangan usaha, dan manfaat yang dirasakan peserta setelah kegiatan selesai.
Dandim Harapkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Dalam pemberitaan PasundanNews, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Inf Eko Novandy Saputro menyebut TMMD berlangsung selama 30 hari dengan melibatkan TNI, unsur Muspida, dan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat positif, baik dari pembangunan infrastruktur maupun program pemberdayaan, sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan harapan penyelenggara terhadap manfaat program. Namun, keberhasilan TMMD ke-130 di Desa Bangunjaya dan Desa Mekarwangi perlu diukur melalui hasil pekerjaan, kualitas infrastruktur, ketepatan sasaran bantuan, dan keberlanjutan program pemberdayaan. (Red)
- Penulis: redaktur






