Pasar Padakembang Raih Nilai Tertinggi WJIC 2026, Kini Diuji di Lapangan
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi pasar tradisional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pasar Padakembang mencatat capaian penting dalam West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Proposal proyek tersebut memperoleh nilai tertinggi di antara proposal proyek yang diajukan kabupaten/kota se-Jawa Barat, sebelum memasuki tahapan site visit untuk melihat langsung lokasi rencana pembangunan dan relokasi pasar.
Tim WJIC bersama Bank Indonesia Jawa Barat mendatangi lokasi tersebut pada Rabu (30/9/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian akhir penilaian terhadap proyek terpilih dalam WJIC 2026.
Bagi Kabupaten Tasikmalaya, tahapan ini menjadi momentum penting. Sebab, proyek yang sebelumnya dinilai melalui dokumen dan paparan kini harus diperlihatkan dalam kondisi sebenarnya di lapangan.
Nilai Tertinggi Pasar Padakembang Bukan Akhir Penilaian
Capaian tersebut menambah catatan positif Kabupaten Tasikmalaya dalam ajang WJIC.
Dikutip dari Pemda Kabupaten Tasikmalaya, Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi menyampaikan bahwa Kabupaten Tasikmalaya berhasil masuk 10 besar WJIC selama dua tahun berturut-turut. Pada 2026, proposal proyek Pasar Padakembang memperoleh nilai tertinggi dibandingkan proposal proyek yang diajukan kabupaten/kota se-Jawa Barat.
“Dalam dua tahun berturut-turut, Kabupaten Tasikmalaya berhasil masuk dalam 10 besar WJIC, dan pada tahun ini proposal proyek Padakembang memperoleh nilai tertinggi di antara seluruh proposal proyek yang diajukan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat,” ujar Asep, dikutip dari Pemda Kabupaten Tasikmalaya.
Meski demikian, capaian pada tahap proposal belum otomatis berarti proyek siap dibangun. Tahap site visit justru memberikan ruang bagi tim untuk melihat kondisi lokasi secara langsung.
Di sinilah perjalanan Pasar Padakembang memasuki bagian yang lebih konkret.
Dari Dokumen ke Lokasi Rencana Pembangunan
Sebuah proyek investasi tidak berhenti pada angka dan konsep di atas kertas. Kondisi lokasi, kesiapan kawasan, serta gambaran nyata proyek menjadi bagian penting ketika rencana tersebut memasuki tahapan penilaian lapangan.
Asep mengatakan site visit memberikan kesempatan untuk melihat langsung lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan dan relokasi Pasar Padakembang.
“Kita tidak lagi hanya bicara mengenai proyek melalui dokumen, angka, gambar, maupun paparan. Hari ini kita akan melihat langsung lokasi yang menjadi rencana pembangunan dan relokasi Pasar Padakembang,” katanya.
Dengan begitu, kunjungan lapangan tersebut menjadi titik pertemuan antara proposal dan kondisi faktual di lokasi.
Bagi proyek Pasar Padakembang, momentum ini juga penting untuk memperkenalkan rencana pembangunan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem investasi daerah.
Pasar Padakembang dan Rencana Relokasi
Rencana pembangunan Pasar Padakembang memiliki konteks lebih luas bagi Kabupaten Tasikmalaya.
Pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan pembangunan pasar induk di Kecamatan Padakembang sebagai bagian dari agenda strategis daerah. Rencana tersebut berkaitan dengan relokasi pasar yang berada di Singaparna serta pengembangan kawasan perdagangan dan distribusi.
Karena itu, proyek Pasar Padakembang tidak hanya berbicara mengenai pembangunan sebuah fasilitas perdagangan. Perencanaannya juga berkaitan dengan arah pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Dalam WJIC 2026, proyek itu kemudian diperkenalkan sebagai salah satu potensi investasi daerah. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap forum tersebut dapat mempertemukan proyek strategis daerah dengan dunia usaha, lembaga keuangan, dan calon investor.
Namun, setelah memperoleh nilai tertinggi, perhatian publik tentu bergeser pada pertanyaan berikutnya: sejauh mana proyek tersebut siap diwujudkan?
Tim WJIC dan Bank Indonesia Melihat Langsung
Kunjungan lapangan tersebut dihadiri Tim Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Tim DPMPTSP Jawa Barat, serta Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat.
Dari unsur Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, hadir Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para kepala SKPD, para kepala bagian, serta tamu undangan lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut berlangsung dalam rangkaian site visit WJIC 2026. Pada tahap ini, lokasi proyek menjadi bagian penting dari proses penilaian.
Bagi pemerintah daerah, kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menjelaskan rencana proyek secara langsung. Sementara itu, bagi pihak yang mengikuti proses penilaian, kunjungan lapangan memberikan konteks terhadap proposal yang sebelumnya disampaikan melalui dokumen dan paparan.
Dengan demikian, Pasar Padakembang kini tidak hanya menjadi nama dalam daftar proposal WJIC 2026. Proyek tersebut telah memasuki tahap ketika rencana pembangunan diperlihatkan secara langsung di lokasi.
Setelah Nilai Tertinggi, Apa yang Ditunggu?
Predikat nilai tertinggi tentu menjadi modal penting bagi proyek Pasar Padakembang dalam rangkaian WJIC 2026. Namun, masyarakat memiliki kepentingan yang lebih konkret terhadap kelanjutan rencana tersebut.
Perkembangan pembangunan, kepastian relokasi, manfaat bagi pedagang, serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi daerah pada akhirnya menjadi hal yang akan diperhatikan.
Karena itu, site visit 30 September 2026 dapat dilihat sebagai salah satu titik penting dalam perjalanan proyek. Dari dokumen, proposal kini dibawa ke lapangan untuk dilihat secara langsung.
Selanjutnya, tantangan terbesar bukan lagi sekadar memperoleh nilai tinggi dalam sebuah ajang investasi. Tantangannya adalah memastikan rencana tersebut memiliki kesiapan yang memadai untuk bergerak menuju tahap berikutnya.
Pasar Padakembang sudah mencatat prestasi di atas kertas. Kini pembuktian sesungguhnya berada di lapangan: apakah proyek yang meraih nilai tertinggi WJIC 2026 itu mampu bergerak dari proposal menjadi pembangunan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya? (Red)
- Penulis: redaktur






