Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Madrasah Siyasah Pemuda Persis Tasikmalaya, Diky Tekankan Adab

Madrasah Siyasah Pemuda Persis Tasikmalaya, Diky Tekankan Adab

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Madrasah Siyasah Pemuda Persis Kota Tasikmalaya diluncurkan pada Minggu, 27 September 2026, di Hotel City, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara menyampaikan pentingnya ilmu, adab, dan amanah dalam kehidupan politik serta kemasyarakatan.

Peluncuran Madrasah Siyasah menjadi ruang pertemuan antara organisasi kepemudaan, unsur pemerintahan, dan elemen masyarakat untuk membahas wawasan politik, sosial, kebangsaan, serta peran generasi muda.

Pesan Diky terangkum dalam kalimat “Berpolitik dengan ilmu, bersikap dengan adab, berkhidmat dengan amanah.”

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemuda, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendorong lahirnya generasi muda yang aktif serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan Kota Tasikmalaya.

Kegiatan peluncuran pada Minggu tersebut juga dikonfirmasi dalam pemberitaan lokal yang menyebut Madrasah Siyasah sebagai program pendidikan politik Pemuda Persis Kota Tasikmalaya. Program tersebut dirancang berkelanjutan dan terbuka untuk melibatkan organisasi kepemudaan lainnya.

Madrasah Siyasah Jadi Ruang Belajar Politik

Madrasah Siyasah tidak hanya ditempatkan sebagai agenda seremonial. Program tersebut diarahkan menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai persoalan sosial, politik, pemerintahan, dan kehidupan bermasyarakat.

Ketua Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Lhutvi Basyori menyampaikan bahwa program tersebut akan berlangsung secara berkelanjutan. Sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang juga direncanakan terlibat, termasuk unsur pemerintahan, legislatif, eksekutif, dan penyelenggara pemilu.

Pemuda Persis juga membuka ruang bagi organisasi kepemudaan lain untuk mengikuti program tersebut.

Dengan pola itu, Madrasah Siyasah dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal proses politik secara lebih terstruktur. Pembahasan tidak berhenti pada teori, tetapi juga dapat menyentuh persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat.

Program tersebut, menurut penyelenggara, juga berkaitan dengan upaya menyiapkan kader kepemimpinan serta meningkatkan pemahaman politik.

Diky Chandra Tekankan Ilmu, Adab, dan Amanah

Dalam kesempatan tersebut, Diky memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya Madrasah Siyasah sebagai wadah pembelajaran generasi muda.

Ia menempatkan ilmu, adab, dan amanah sebagai tiga unsur penting dalam menjalani kehidupan politik dan kemasyarakatan.

Ilmu diperlukan agar seseorang memahami persoalan sebelum mengambil sikap. Sementara itu, adab menjadi landasan ketika seseorang berhadapan dengan perbedaan pandangan.

Adapun amanah berkaitan dengan tanggung jawab ketika seseorang memperoleh kepercayaan untuk menjalankan tugas atau mengemban tanggung jawab publik.

Pesan tersebut menempatkan pendidikan politik tidak hanya sebagai proses memahami institusi dan kebijakan. Lebih jauh, generasi muda juga perlu memahami bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Dalam konteks itu, kemampuan berdiskusi, memahami persoalan publik, dan menghargai perbedaan menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Pemuda, Pemerintah dan Masyarakat Perlu Berkolaborasi

Pemerintah Kota Tasikmalaya juga mendorong penguatan hubungan dengan berbagai organisasi kepemudaan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun masyarakat yang memiliki kapasitas, daya saing, dan karakter sosial yang kuat.

Bagi generasi muda, organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan sekaligus membaca persoalan masyarakat.

Sementara itu, pemerintah daerah memiliki pengalaman dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan publik.

Pertemuan kedua perspektif tersebut dapat membuka ruang dialog yang lebih luas.

Dengan demikian, pendidikan politik tidak semata-mata berbicara tentang jabatan atau kontestasi. Pembahasannya juga dapat menyentuh kebijakan, pelayanan publik, persoalan sosial, serta kontribusi warga dalam pembangunan.

Madrasah Siyasah Akan Berlanjut

Peluncuran pada Minggu, 27 September 2026 menjadi tahap awal bagi program yang dirancang berkelanjutan.

Pemuda Persis Kota Tasikmalaya menyatakan agenda berikutnya akan menghadirkan pemateri dari berbagai unsur. Program tersebut juga akan membahas fenomena aktual yang berkembang di masyarakat.

Salah satu isu yang disebut dalam konteks program adalah persoalan kenakalan remaja dan geng motor. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa ruang pendidikan politik dapat diarahkan untuk membaca persoalan sosial secara lebih luas.

Bagi peserta, forum semacam ini dapat menjadi tempat untuk menguji gagasan, memahami perbedaan pandangan, dan menyusun argumentasi berdasarkan informasi.

Pada saat yang sama, keterlibatan berbagai unsur dapat memperkaya perspektif peserta mengenai bagaimana persoalan masyarakat berkaitan dengan kebijakan publik.

Dari Tasikmalaya, Politik Dipelajari Sebelum Dijalankan

Madrasah Siyasah Pemuda Persis Kota Tasikmalaya hadir sebagai ruang pembelajaran politik bagi generasi muda.

Peluncurannya pada Minggu, 27 September 2026, di Hotel City menandai dimulainya program yang menurut penyelenggara akan berlangsung secara berkelanjutan.

Dikutip dari Pemkot Tasikmalaya, Diky menekankan pentingnya sinergi antara pemuda, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong generasi muda yang aktif serta berkontribusi bagi pembangunan Kota Tasikmalaya.

Pesan tersebut menempatkan generasi muda bukan hanya sebagai peserta dalam kehidupan sosial, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembangunan.

Pada akhirnya, kualitas pendidikan politik tidak hanya terlihat dari seberapa banyak diskusi yang digelar. Ukurannya juga dapat terlihat dari kemampuan peserta memahami persoalan, menghargai perbedaan, menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab, dan menerjemahkan pengetahuan menjadi kontribusi nyata.

Politik yang dipelajari dengan ilmu memberi arah. Politik yang dijalani dengan adab menjaga sikap. Dan ketika kekuasaan dipandang sebagai amanah, setiap keputusan kembali pada satu pertanyaan: sebesar apa manfaatnya bagi masyarakat? (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less