Angka Bicara! LKPJ Tasikmalaya 2025 Ungkap Ekonomi Naik dan Kemiskinan Turun
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Tasikmalaya 2025 kembali menjadi perhatian publik. Laporan kinerja Bupati Tasikmalaya ini, yang juga dikenal sebagai laporan pembangunan daerah Tasikmalaya 2025, menghadirkan kabar yang cukup menggembirakan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, Kabupaten Tasikmalaya justru menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat dan stabil.
Senin (30/03/2026), Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi hadir langsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Dalam forum tersebut, mereka menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus arah kebijakan ke depan.
Ekonomi Menguat, Angka Kemiskinan Perlahan Turun
Pertama, kabar baik datang dari sektor ekonomi. LKPJ Tasikmalaya 2025 mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,31 persen, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 4,64 persen. Angka ini menunjukkan bahwa roda ekonomi daerah bergerak lebih cepat.
Selain itu, pemerintah daerah juga berhasil menekan angka kemiskinan. Persentasenya turun dari 10,23 persen menjadi 10,15 persen. Meski terlihat tipis, penurunan ini mencerminkan upaya nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
Tidak berhenti di situ, tingkat pengangguran terbuka ikut mengalami penurunan. Dari 3,74 persen menjadi 3,69 persen, angka ini menandakan semakin terbukanya peluang kerja di Tasikmalaya.
Kualitas Hidup Warga Ikut Terdongkrak
Selanjutnya, peningkatan tidak hanya terlihat pada ekonomi. Kualitas hidup masyarakat juga mengalami kemajuan yang cukup terasa. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 70,76 poin, naik dari 69,98 poin pada tahun sebelumnya.
Kemudian, pendapatan per kapita masyarakat ikut mengalami peningkatan. Nilai PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai 15.726,45, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 15.034,29.
Di sisi lain, ketimpangan ekonomi tetap terkendali. Gini Ratio berada di angka 0,363, menunjukkan distribusi pendapatan yang relatif stabil.
Bupati Tekankan Kolaborasi Jadi Kunci
Namun demikian, capaian ini tidak terjadi begitu saja. Bupati Cecep menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi faktor utama di balik keberhasilan tersebut.
Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya, kolaborasi harus terus diperkuat agar pembangunan bisa berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
“Kolaborasi dan kemitraan harus terus kita jaga agar hasil pembangunan semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ranperda Perdagangan Jadi Langkah Strategis Berikutnya
Selain memaparkan LKPJ, rapat paripurna juga membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perdagangan. Regulasi ini dinilai penting untuk memperkuat sektor ekonomi lokal.
Dengan adanya aturan yang lebih terstruktur, pemerintah berharap aktivitas perdagangan bisa tumbuh lebih sehat dan kompetitif. Pada akhirnya, kebijakan ini diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.
Baca juga: Ledakan Wisata Ciamis Saat Lebaran 2026: Kunjungan Naik 7,3%
Harapan Baru untuk Tasikmalaya
Kini, LKPJ Tasikmalaya 2025 tidak sekadar menjadi laporan tahunan. Lebih dari itu, dokumen ini menghadirkan harapan baru bagi masyarakat. Tren positif yang mulai terlihat membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan di masa mendatang.
Ke depan, tantangan tentu masih ada. Namun demikian, dengan fondasi yang sudah terbentuk, Tasikmalaya memiliki peluang besar untuk melangkah lebih maju dan kompetitif di tingkat regional. (GZ)




