Pembakaran Sampah Diduga Picu Kios Pandai Besi Terbakar di Singaparna
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi kebakaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran menghanguskan sebuah kios pandai besi semi permanen di Kampung Cintawana, RT 010/RW 004, Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026). Api juga menjalar ke area lahan kosong dan kebun bambu di sekitar lokasi.
Berdasarkan laporan awal Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya, kebakaran tersebut diduga dipicu pembakaran sampah yang menyebabkan api menyebar ke lingkungan sekitar. Namun, informasi tersebut masih merupakan dugaan dan belum dapat dinyatakan sebagai penyebab definitif.
Kios berukuran sekitar 2 x 3 meter itu mengalami kerusakan parah hingga 100 persen. Peristiwa ini menjadi perhatian karena api tidak hanya membakar bangunan tempat usaha, tetapi juga merambat ke vegetasi di sekitarnya.
Saksi Mendengar Letusan Sebelum Melihat Api Membesar
Menurut kronologi dalam laporan Damkar Kabupaten Tasikmalaya, kebakaran pertama kali diketahui IIS, pemilik toko yang berada di samping kios pandai besi.
Saat sedang menunggu toko, IIS mendengar suara letusan dari arah bawah bangunan kios. Ketika memeriksa keadaan di luar, ia melihat percikan api dari sisi toko, tepatnya di area tanah kosong di belakang kios.
Saat itu, api sudah membesar dan mulai membakar vegetasi di sekitar lokasi. IIS kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.
Warga segera mendatangi lokasi dan berupaya memadamkan api menggunakan air serta ember. Namun, keberadaan bahan yang mudah terbakar membuat kobaran terus membesar dan menjalar ke area kebun bambu.
Kondisi tersebut memperluas area yang terdampak, dari lahan kosong di sekitar kios hingga vegetasi yang berada tidak jauh dari bangunan.
Kios Pandai Besi Rusak 100 Persen
Laporan awal Damkar mencatat kios pandai besi yang terbakar merupakan bangunan semi permanen berukuran sekitar 2 x 3 meter. Tingkat kerusakan bangunan tersebut mencapai 100 persen atau rusak parah.
Selain kios, kebakaran turut membakar alang-alang atau vegetasi di lahan kosong dan merambat ke kebun bambu di sekitarnya.
Kedekatan bangunan dengan vegetasi membuat penyebaran api menjadi persoalan penting dalam penanganan kebakaran. Material yang mudah terbakar dapat mempercepat penjalaran api, terutama ketika sumber api berada dekat bangunan atau lahan yang ditumbuhi tanaman kering.
Meski demikian, laporan awal yang tersedia belum memuat angka kerugian materi secara keseluruhan. Karena itu, nilai kerugian belum dapat dipastikan.
Polsek, Koramil, dan Damkar Dihubungi
Setelah mengetahui kebakaran, warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Selanjutnya, pihak terkait menghubungi Polsek Singaparna, Koramil Singaparna, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya.
Informasi awal menyebut pembakaran sampah sebagai dugaan pemicu kebakaran. Namun, belum tersedia keterangan terverifikasi mengenai hasil pemeriksaan yang dapat memastikan penyebab peristiwa tersebut.
Laporan yang menjadi dasar pemberitaan ini juga belum memberikan keterangan lengkap mengenai ada atau tidaknya korban, nilai kerugian, maupun hasil akhir penanganan petugas. Informasi tersebut perlu dikonfirmasi kepada instansi terkait sebelum redaksi menyajikannya sebagai fakta.
Pemisahan antara dugaan dan penyebab yang telah dipastikan penting untuk mencegah kesimpulan prematur, terutama ketika informasi mengenai sumber api masih terbatas.
Pembakaran Sampah Perlu Diwaspadai di Sekitar Bangunan
Kebakaran di Kampung Cintawana menjadi pengingat akan risiko penggunaan api terbuka di dekat bangunan usaha dan vegetasi. Api dari pembakaran sampah dapat menyebar apabila menjangkau material lain yang mudah terbakar.
Masyarakat sebaiknya menghindari pembakaran sampah di dekat kios, rumah, kebun bambu, atau lahan yang dipenuhi rumput kering. Selain itu, bara api perlu dipastikan benar-benar padam dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.
Jika melihat api mulai menjalar, warga perlu segera memperingatkan orang di sekitar dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Upaya pemadaman mandiri hanya boleh dilakukan apabila situasinya aman dan tidak membahayakan keselamatan.
Hingga informasi lanjutan tersedia, dugaan pembakaran sampah sebagai pemicu kebakaran kios pandai besi di Singaparna tetap perlu diperlakukan secara hati-hati.
Kerusakan kios hingga 100 persen menjadi fakta paling nyata dari peristiwa ini. Apa pun penyebab akhirnya, satu hal tidak boleh diabaikan: api di lahan kosong dapat menjalar ke tempat usaha dan lingkungan sekitar jika tidak segera dikendalikan. (Red)
- Penulis: redaktur
