Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Festival Literasi Ciamis 2026 Tak Sekadar Bicara Buku

Festival Literasi Ciamis 2026 Tak Sekadar Bicara Buku

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHFestival Literasi Ciamis 2026 akan berlangsung pada 22–24 September 2026 dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya membahas membaca dan buku. Agenda literasi Ciamis itu juga membawa tema keluarga, budaya, transformasi perpustakaan hingga pemberdayaan UMKM lokal.

Mengusung tema “Bersinergi dalam Literasi, Mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan”, festival tersebut menghadirkan talkshow, penghargaan lomba, pagelaran literasi budaya, penampilan musik, serta diskusi mengenai peran perpustakaan dalam pengembangan masyarakat.

Berdasarkan informasi agenda yang dipublikasikan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis (Dispusip Ciamis), rangkaian Festival Literasi Ciamis terbagi dalam tiga hari dengan fokus kegiatan yang berbeda.

Hari Pertama: Perpustakaan dan Transformasi Literasi

Rangkaian Festival Literasi Ciamis 2026 dimulai Selasa, 22 September 2026.

Agenda pagi dibuka dengan Kabaret Literasi pada pukul 08.30–09.30. Setelah itu, acara berlanjut ke pembukaan oleh Bupati Ciamis pada pukul 09.30–10.30.

Selanjutnya, panitia menjadwalkan penyerahan penghargaan kepada para juara lomba tingkat Kabupaten Ciamis 2026. Kegiatan tersebut mencakup lomba video konten literasi dan lomba resensi tingkat TK, SLTP, serta SLTA.

Rangkaian berikutnya menghadirkan persembahan tari, kunjungan stan, dan kegiatan mewarnai lansia. Paguyuban Faraby, penampilan band, serta Paguyuban Duta Baca juga masuk dalam agenda hari pertama.

Namun, salah satu agenda yang menarik perhatian berada pada sesi siang.

Pada pukul 13.00–15.00, festival menghadirkan talkshow bertajuk “Transformasi Perpustakaan Bersinergi untuk Literasi Ciamis Maju dan Berkelanjutan.”

Talkshow tersebut menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan, Agus Munawwar, dan Apep Saepudin sebagai narasumber. Kang Muhammad Jhon Husen bertugas sebagai moderator.

Hari pertama kemudian ditutup dengan hiburan dari Paguyuban Faraby.

D'Arrian Collections

Hari Kedua Membawa Literasi ke Ruang Budaya

Rabu, 23 September 2026, menjadi hari kedua acara literasi Ciamis.

Agenda pagi dimulai dengan penampilan Amira Inara Nurhafi, juara pertama lomba bertutur tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026.

Selanjutnya, peserta dapat mengikuti talkshow “Membaca Berkarya, dan Menginspirasi: Bersama Membangun Generasi Literat Ciamis.”

Rossy Nurhayati, Kiki Masduki, dan Pokja 2 PKK Ciamis tercatat sebagai narasumber. Sementara itu, Puput Resti Puspita menjadi moderator.

Menariknya, kegiatan hari kedua tidak hanya menghadirkan forum diskusi.

Pada pukul 13.00–15.00, panitia menghadirkan Pagelaran Literasi Budaya yang memadukan dramatisasi puisi, pantomime, musikalisasi puisi, koreografi tari, dan baca puisi.

Wida Waridah, Yuyus Supriatna, Toni Lesmana, dan Yoga Nuari tercantum sebagai narasumber. Puput Resti Puspita kembali memandu sesi tersebut sebagai moderator.

Susunan acara ini memperlihatkan bahwa panitia menempatkan literasi dalam ruang yang lebih luas. Literasi tidak hanya hadir melalui teks, tetapi juga melalui seni, pertunjukan, kreativitas, dan ekspresi budaya.

Hari Ketiga: Literasi Masuk ke Rumah dan UMKM

Kamis, 24 September 2026 menjadi hari terakhir Festival Literasi Ciamis 2026.

Pada pagi hari, agenda mengangkat tema “Bersinergi dari Rumah: Membangun Keluarga Literat untuk Ciamis yang Maju dan Berkelanjutan.”

Bunda Literasi Ciamis, Bank Indonesia, dan Bank BJB tercantum sebagai narasumber. Zuhrotul Laila Nabiha Ahmad menjadi moderator.

Kemudian, agenda bergerak ke isu yang lebih dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada pukul 13.00–15.00, panitia menjadwalkan talkshow “Literasi untuk Pemberdayaan Ekonomi: Bersinergi Membangun UMKM Lokal melalui Perpustakaan.”

Narasumber yang tercantum antara lain Dr. Lilis Mulyani Setiasari dari Widyaiswara, Dinas KUKMP Ciamis, dan Kepala Perpusdes Jalatrang. Farhan Abdullah menjadi moderator.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan musik Masterplan. Rangkaian festival kemudian ditutup oleh Kepala Dispusip Ciamis.

Tantangannya Bukan Sekadar Ramai Saat Festival

Jika melihat keseluruhan agenda, literasi Ciamis dalam festival ini mencoba bergerak melewati konsep konvensional tentang membaca dan buku.

Hari pertama membawa pembahasan transformasi perpustakaan. Hari kedua mempertemukan literasi dengan seni dan budaya. Sementara itu, hari ketiga menghubungkan literasi dengan keluarga serta pemberdayaan UMKM.

Pola tersebut menarik karena perpustakaan tidak hanya ditempatkan sebagai ruang penyimpanan dan peminjaman buku. Dalam agenda festival, perpustakaan juga masuk ke pembicaraan mengenai pengetahuan, kreativitas, keluarga, dan ekonomi masyarakat.

Namun, bagi publik, ukuran keberhasilan sebuah festival literasi semestinya tidak berhenti pada jumlah kegiatan, kemeriahan panggung, atau banyaknya peserta.

Pertanyaan yang lebih penting justru muncul setelah acara selesai: apa yang berubah dari masyarakat setelah memperoleh pengetahuan dari rangkaian kegiatan tersebut?

Apakah pengetahuan itu kemudian mendorong kebiasaan membaca? Apakah keluarga semakin aktif membangun budaya literasi di rumah? Apakah pelaku UMKM memperoleh pengetahuan yang dapat mereka gunakan? Dan yang tidak kalah penting, apakah perpustakaan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi relevan karena tema festival sendiri membawa kata “berkelanjutan.”

Artinya, semangat literasi idealnya tidak berhenti ketika panggung ditutup pada 24 September. Pengetahuan yang muncul dari festival perlu menemukan jalannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, festival literasi bukan sekadar tentang orang yang datang, mendengar, lalu pulang. Ukuran paling penting justru apa yang dibawa pulang: pengetahuan yang berubah menjadi kebiasaan, kebiasaan yang melahirkan karya, dan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat Ciamis. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less