Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Resolusi Tahun Baru Islam: Tradisi Modern atau Anjuran Syariat?

Resolusi Tahun Baru Islam: Tradisi Modern atau Anjuran Syariat?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHResolusi Tahun Baru Islam menjadi salah satu fenomena yang selalu muncul saat Muharram tiba. Sebagian orang menuliskan target ibadah, memperbaiki keuangan, memperkuat hubungan keluarga, hingga bertekad meninggalkan kebiasaan buruk. Semangat hijrah, muhasabah diri, dan tahun baru Islam seolah menyatu dalam satu momentum perubahan.

Namun, tidak sedikit yang bertanya: apakah membuat resolusi Tahun Baru Islam memiliki dasar dalam syariat? Ataukah hanya meniru budaya modern yang sebenarnya tidak pernah dicontohkan Rasulullah SAW?

Pertanyaan tersebut layak dikaji karena Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga memberikan panduan tentang bagaimana seorang Muslim merencanakan hidupnya.

Muharram, Momentum Muhasabah yang Memiliki Landasan Syariat

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.”

(QS. At-Taubah: 36)

Karena kemuliaannya, banyak ulama memandang Muharram sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak amal saleh dan melakukan evaluasi diri.

Konsep evaluasi diri atau muhasabah sendiri memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Umar bin Khattab RA pernah berpesan:

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum ditimbang.”

(Atsar Umar bin Khattab RA)

Pesan tersebut menunjukkan bahwa seorang Muslim dianjurkan untuk menilai kembali perjalanan hidupnya, memperbaiki kekurangan, lalu menyusun langkah yang lebih baik ke depan.

Karena itu, jika seseorang memanfaatkan awal tahun Hijriah untuk mengevaluasi diri, maka semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Apakah Resolusi Tahun Baru Islam Termasuk Bid’ah?

Inilah pertanyaan yang paling sering muncul.

Secara sederhana, membuat resolusi bukanlah ibadah khusus yang memiliki tata cara tertentu dalam agama. Resolusi lebih tepat dipahami sebagai sarana atau metode untuk mencapai tujuan yang baik.

Dalam kaidah fikih dikenal prinsip:

“Hukum sarana mengikuti tujuan.”

Jika tujuan yang ingin dicapai adalah kebaikan, maka sarana yang digunakan pada dasarnya diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat.

Misalnya, seseorang membuat target untuk memperbaiki salat berjamaah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, melunasi utang, atau meningkatkan sedekah. Semua tujuan tersebut jelas dianjurkan dalam Islam.

Yang perlu dihindari adalah keyakinan bahwa menulis resolusi pada malam 1 Muharram memiliki keutamaan khusus yang dijanjikan pahala tertentu tanpa dasar dalil yang sahih.

Dengan kata lain, yang menjadi masalah bukanlah resolusinya, melainkan keyakinan yang keliru terhadapnya.

Islam Mengajarkan Perencanaan, Bukan Hidup Tanpa Arah

Sebagian orang menganggap perencanaan hidup identik dengan konsep modern. Padahal, Islam sejak awal telah mengajarkan pentingnya mempersiapkan masa depan.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”

(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini sering dijadikan landasan oleh para ulama mengenai pentingnya perencanaan dan evaluasi diri.

Selain itu, perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah juga menunjukkan pentingnya strategi yang matang. Beliau menentukan rute, menyiapkan logistik, memilih pendamping perjalanan, dan memperhitungkan berbagai risiko.

Hal tersebut membuktikan bahwa tawakal tidak berarti pasrah tanpa perencanaan.

Karena itu, menuliskan target hidup pada Tahun Baru Islam dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar agar perubahan yang diinginkan tidak berhenti pada niat semata.

Resolusi yang Paling Dekat dengan Spirit Hijrah

Fenomena membuat target hidup saat Muharram kini banyak ditemukan di tengah masyarakat. Ada yang menargetkan khatam Al-Qur’an dalam setahun, ada yang ingin memperbaiki salat lima waktu, dan ada pula yang berusaha mengurangi waktu yang terbuang di media sosial.

Meski terlihat sederhana, perubahan besar sering berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Rasulullah SAW bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, resolusi terbaik bukanlah daftar panjang yang sulit diwujudkan. Resolusi terbaik adalah target yang realistis, terukur, dan dijalankan secara istiqamah.

Tahun Baru Islam Bukan Sekadar Pergantian Kalender

Pada akhirnya, Muharram bukan hanya tentang pergantian angka dalam kalender Hijriah. Bulan ini mengingatkan bahwa usia terus berkurang, kesempatan tidak selalu datang kembali, dan waktu merupakan nikmat yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Membuat resolusi Tahun Baru Islam bukanlah kewajiban agama. Namun, jika dijadikan sarana untuk memperbaiki ibadah, memperkuat akhlak, dan meningkatkan manfaat bagi sesama, maka hal tersebut termasuk langkah yang baik dan selaras dengan semangat hijrah.

Sebab perubahan hidup tidak dimulai ketika kalender berganti. Perubahan dimulai ketika seseorang berani mengevaluasi dirinya sendiri, lalu mengambil keputusan untuk menjadi lebih baik daripada hari kemarin.

Muharram tidak otomatis mengubah hidup siapa pun. Namun satu keputusan untuk berhijrah hari ini bisa mengubah arah hidup selama bertahun-tahun. Sebab yang menentukan masa depan bukan pergantian tahun, melainkan keberanian untuk berubah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus KDRT Bandung

    Polrestabes Bandung Tetapkan EE Tersangka dalam Kasus KDRT Bandung

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung tetapkan Ustaz EE sebagai tersangka dalam Kasus KDRT Bandung yang dilaporkan anak kandungnya. albadarpost.com, HUMANIORA – Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menetapkan ustaz terkenal berinisial EE sebagai tersangka dalam Kasus KDRT Bandung yang dilaporkan anak kandungnya. Penetapan itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Komisaris Polisi Anton, saat ditemui di kantor […]

  • PPPK Paruh Waktu

    Bupati Tasikmalaya Lantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Kunci

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Tasikmalaya melantik 4.555 PPPK Paruh Waktu, Bupati tegaskan evaluasi kinerja dan tanggung jawab penuh ASN. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelantikan 4.555 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar seremoni kepegawaian. Kebijakan ini menandai arah baru tata kelola tenaga kerja non-ASN, terutama bagi ribuan pegawai yang bertahun-tahun mengabdi tanpa status jelas. PPPK […]

  • OSS RBA

    Aturan OSS RBA Perketat UMKM dalam Sistem Perizinan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Aturan OSS RBA 2025 menuntut UMKM lebih patuh izin dan pelaporan LKPM. Aturan Baru, Ujian Serius bagi UMKM albadarpost.com, FOKUS – Perubahan regulasi OSS RBA pada 2025 membawa konsekuensi langsung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sistem perizinan berbasis risiko kini disertai pengawasan lebih ketat, termasuk kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). […]

  • Bersandar pada Amal

    Jangan Terkecoh Amal Sendiri, Ini Peringatan Keras Ibnu Athaillah

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suatu malam selepas salat Isya, seorang jamaah tua duduk cukup lama di teras masjid. Lampu neon di sudut serambi memantulkan cahaya pucat ke lantai keramik yang mulai kusam. Di tangannya ada tasbih kecil yang terus berputar. Namun wajahnya tampak gelisah. Bukan karena ia jarang beribadah. Justru sebaliknya. Ia merasa sedih karena baru […]

  • Siluet wanita bersujud menangis di ruang gelap dengan botol minuman keras sebagai simbol kesombongan dalam ibadah dan penyesalan dosa.

    Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sombong dalam ibadah sering hadir dengan wajah paling sopan. Ia menyamar sebagai kesalehan, bersembunyi dalam kesombongan spiritual, dan tumbuh pelan sebagai ujub dalam amal. Banyak orang takut pada dosa terang-terangan, tetapi sedikit yang waspada pada ilusi kesalehan yang diam-diam menggerogoti hati. Padahal penyakit hati religius justru lebih sulit terdeteksi karena ia memakai […]

  • Sajian ikan asin sambal hijau dengan cabai hijau segar yang disukai tamu asing di restoran Indonesia.

    Ikan Asin Sambal Hijau Jadi Favorit Tamu Asing, Chef Bongkar Rahasianya

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah banyaknya sajian mewah restoran modern, Ikan Asin Sambal Hijau justru muncul sebagai menu yang mencuri perhatian tamu asing. Banyak yang awalnya ragu mencoba karena aroma khas ikan asin cukup kuat. Namun, setelah mencicipi, tidak sedikit yang akhirnya ketagihan. Fenomena itu mulai terlihat di beberapa restoran Nusantara yang sering menerima wisatawan […]

expand_less