Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Fakta Muharram yang Mengubah Sejarah Peradaban Islam

Fakta Muharram yang Mengubah Sejarah Peradaban Islam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung biasanya mulai berubah. Di sejumlah masjid, spanduk Tahun Baru Islam sudah terpasang sejak beberapa hari sebelumnya. Anak-anak terlihat berlatih pawai obor selepas Magrib, sementara para orang tua berdiskusi mengenai pengajian dan santunan yang akan digelar pada malam pergantian tahun Hijriah.

Di sudut teras masjid, beberapa remaja tampak sibuk mengecat bambu untuk membuat gapura sederhana. Ada pula ibu-ibu yang mulai menyiapkan konsumsi untuk kegiatan keagamaan. Tradisinya mungkin berbeda di setiap daerah, tetapi semangat menyambut Muharram hampir selalu menghadirkan suasana yang khas.

Muharram bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Islam. Di balik pergantian tahun Hijriah, tersimpan sejarah, pelajaran iman, dan momentum muhasabah yang sangat berharga bagi setiap muslim.

Muharram, Salah Satu Bulan yang Dimuliakan Allah

Muharram termasuk satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak amal saleh pada bulan-bulan tersebut serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Muharram menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Keutamaan Muharram juga dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram memiliki kedudukan istimewa di antara bulan-bulan lainnya.

Kisah Nabi Musa dan Keutamaan Hari Asyura

Salah satu peristiwa yang paling kuat kaitannya dengan Muharram adalah keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Allah SWT mengabadikan kisah tersebut dalam Al-Qur’an:

“Maka Kami wahyukan kepada Musa: Pukullah laut itu dengan tongkatmu. Lalu terbelahlah lautan itu dan setiap belahan seperti gunung yang besar.” (QS. Asy-Syu’ara: 63)

Setelah Nabi Musa dan pengikutnya selamat, Firaun bersama pasukannya tenggelam di laut.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:

“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”

Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari Asyura.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Karena itulah, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram dan puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram.

Tahun Baru Hijriah dan Semangat Hijrah

Tanggal 1 Muharram menandai dimulainya kalender Hijriah yang digunakan umat Islam hingga sekarang.

Penetapan kalender Hijriah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal penanggalan Islam.

Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat. Hijrah merupakan simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia.” (QS. An-Nahl: 41)

Karena itu, Muharram sering dimaknai sebagai momentum memperbarui tekad untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan memulai kebiasaan yang lebih baik.

Tragedi Karbala dan Pelajaran tentang Keteguhan

Muharram juga menyimpan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan umat Islam, yaitu gugurnya Husain bin Ali RA, cucu Rasulullah SAW, di Karbala pada 10 Muharram tahun 61 Hijriah.

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah Islam dan hingga kini dikenang sebagai simbol keberanian mempertahankan prinsip serta keteguhan dalam menghadapi tekanan.

Meskipun terdapat berbagai sudut pandang sejarah mengenai peristiwa Karbala, mayoritas umat Islam sepakat bahwa Husain bin Ali merupakan salah satu tokoh mulia yang dicintai Rasulullah SAW.

Riwayat yang Populer Perlu Disikapi dengan Bijak

Di tengah masyarakat sering beredar kisah bahwa pada tanggal 10 Muharram terjadi berbagai peristiwa besar lainnya, seperti diterimanya taubat Nabi Adam AS, berlabuhnya bahtera Nabi Nuh AS, atau selamatnya Nabi Ibrahim AS dari api Namrud.

Sebagian kisah tersebut memang dikenal luas dalam literatur Islam. Namun para ulama hadis menjelaskan bahwa tidak semua riwayat yang mengaitkan peristiwa-peristiwa tersebut secara khusus dengan tanggal 10 Muharram memiliki derajat yang sama.

Karena itu, umat Islam perlu mengambil sikap yang bijak dengan tetap menghormati kisah-kisah para nabi sambil merujuk kepada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Muharram dalam Kehidupan Masyarakat

Di banyak daerah, Muharram bukan hanya hidup dalam buku sejarah atau ceramah agama. Bulan ini hadir dalam bentuk kegiatan yang mempererat hubungan sosial.

Ada masjid yang mengadakan santunan anak yatim. Ada majelis taklim yang menggelar pengajian. Dan ada pula warga yang berkumpul untuk memperingati Tahun Baru Islam secara sederhana.

Sering kali, justru detail-detail kecil yang paling membekas. Anak-anak yang berjalan sambil membawa obor, para lansia yang datang lebih awal ke masjid dengan sajadah kesayangannya, atau suara salawat yang terdengar dari pengeras suara menjelang malam.

Pemandangan sederhana seperti itu menunjukkan bahwa Muharram bukan hanya tentang sejarah masa lalu, tetapi juga tentang kehidupan umat Islam hari ini.

Saatnya Muhasabah Diri

Setiap Muharram, banyak orang berbicara tentang pergantian tahun. Namun sesungguhnya, yang lebih penting bukanlah bertambahnya angka pada kalender, melainkan perubahan yang terjadi dalam diri kita.

Mungkin ada ibadah yang perlu diperbaiki. Mungkin ada silaturahmi yang harus disambung kembali. Atau mungkin ada kebiasaan buruk yang sudah saatnya ditinggalkan.

Muharram mengajarkan bahwa perubahan besar sering berawal dari langkah kecil. Sebagaimana hijrah Rasulullah SAW dimulai dengan keputusan yang penuh keberanian, perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik juga dimulai dari keberanian memperbaiki diri hari ini.

Muharram tidak hadir untuk sekadar mengingatkan bahwa usia bertambah satu tahun. Muharram hadir untuk mengajukan satu pertanyaan yang jauh lebih penting: ketika kalender berganti, sudahkah hati, iman, dan amal kita ikut berubah menjadi lebih baik? (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Pangan Murah

    Strategi Pangandaran Menekan Inflasi dan Menyelamatkan Ekologi Pesisir

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Gerakan Pangan Murah di Majingklak menekan inflasi pangan sambil menjaga keseimbangan ekologi pesisir. Gerakan Pangan Murah dan Stabilitas Pangan di Pesisir Selatan albadarpost.com. HUMANIORA – Kawasan pesisir selatan Pangandaran kembali menjadi saksi betapa rapuhnya stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi ekonomi dan iklim. Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan merespons cepat […]

  • KK Sendiri

    Dukcapil Jelaskan Syarat Punya KK Sendiri

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak masyarakat masih menganggap KK sendiri atau Kartu Keluarga (KK) mandiri hanya dapat dimiliki oleh pasangan yang telah membentuk keluarga. Padahal, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa warga yang memenuhi persyaratan tertentu juga berhak memiliki Kartu Keluarga sendiri. Penjelasan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Ditjen Dukcapil […]

  • orang beriman diuji

    Kenapa Orang Beriman Tetap Diuji? Ini Rahasia Besarnya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Mengapa orang beriman diuji sering menjadi pertanyaan yang muncul saat hidup terasa berat. Banyak orang bertanya, kenapa justru orang beriman tetap mendapat ujian hidup, cobaan, bahkan kesulitan? Padahal, mereka sudah taat, rajin ibadah, dan berusaha mendekat kepada Allah. Namun, di balik itu semua, terdapat hikmah besar yang sering tidak disadari. Di satu […]

  • Peringatan cuaca

    Peringatan Cuaca Ekstrem, Siklon Nokaen Masih Mengancam

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca terkait keberadaan Siklon Tropis Nokaen yang masih aktif. Meski pusat siklon bergerak menjauh dari wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya masih berpotensi memengaruhi kondisi cuaca dalam 24 jam ke depan. BMKG menyebut masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan […]

  • Ilustrasi seseorang menenangkan temannya sebagai simbol kasih sayang Nabi dan empati di tengah kehidupan modern

    Dunia Semakin Keras, Nabi Ajarkan Kasih Sayang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

     albadarpost.com, LIFESTYLE – Kasih sayang Nabi sering kita dengar, tetapi tidak selalu kita rasakan. Hadis Nabi tentang kasih sayang mengajarkan empati, kelembutan, dan kepedulian—nilai yang justru terasa semakin hilang di tengah kehidupan modern. Hari ini, orang mudah marah, cepat menghakimi, dan lambat memahami. Padahal, satu sikap lembut bisa menyelamatkan banyak hal. Hadis yang Menampar: Tanpa […]

  • guru digantikan AI

    Apakah AI Akan Menggantikan Guru? Ini Fakta yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu guru digantikan AI semakin sering muncul dalam diskusi tentang masa depan pendidikan. Seiring berkembangnya artificial intelligence, banyak orang mulai bertanya apakah peran guru di era AI masih diperlukan. Namun di balik kekhawatiran tersebut, terdapat fakta penting tentang guru di era artificial intelligence yang justru jarang dibahas. Teknologi AI memang berkembang sangat […]

expand_less