Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dua Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Kelurahan Tasikmalaya Jadi Sorotan

Dua Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Kelurahan Tasikmalaya Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Honor pendamping kelurahan menjadi sorotan setelah sejumlah petugas di Kota Tasikmalaya mengaku belum menerima pembayaran selama dua bulan terakhir. Keterlambatan honor pendamping kelurahan tersebut memunculkan keresahan karena mereka memiliki peran penting dalam pelayanan publik, mulai dari pendataan warga hingga pendampingan program bantuan sosial.

Kondisi itu akhirnya mendapat perhatian langsung dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara. Ia menegaskan bahwa persoalan honor pendamping kelurahan harus segera ditangani agar tidak mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pendamping Kelurahan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga

Pendamping kelurahan selama ini berada di garis depan dalam membantu masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah. Mereka mendukung administrasi kependudukan, membantu proses pendataan sosial, sekaligus mengawal berbagai program bantuan yang menyasar keluarga kurang mampu.

Karena itu, keterlambatan pembayaran honor dinilai berpotensi memengaruhi motivasi kerja para pendamping. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan akurat terus meningkat dari waktu ke waktu.

Rd Diky mengaku prihatin ketika menerima informasi mengenai honor yang belum diterima selama dua bulan. Menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan hak para pendamping terpenuhi tepat waktu.

“Jika benar honor belum dibayarkan selama dua bulan, maka persoalan ini harus segera diselesaikan. Mereka bekerja langsung untuk masyarakat dan menjadi bagian penting dalam pelayanan publik,” ujarnya.

Keluhan Muncul dari Sejumlah Wilayah di Tasikmalaya

Beberapa pendamping kelurahan di sejumlah kecamatan seperti Tamansari, Kawalu, dan Cihideung disebut telah berupaya mencari kepastian mengenai pencairan honor. Namun hingga kini mereka belum memperoleh informasi yang jelas terkait waktu pembayaran.

Situasi tersebut membuat banyak pihak berharap adanya langkah cepat dari pemerintah kota. Selain menyangkut kesejahteraan petugas, keterlambatan pembayaran juga berkaitan dengan keberlangsungan pelayanan yang diberikan kepada warga.

Di sisi lain, para pendamping tetap menjalankan tugas sehari-hari. Mereka terus mendampingi masyarakat, membantu pengurusan administrasi, serta memastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran.

Wakil Wali Kota Perintahkan Pengecekan Penyebab Keterlambatan

Menanggapi keluhan yang berkembang, Wakil Wali Kota Tasikmalaya berjanji akan melakukan pengecekan langsung ke bagian terkait, termasuk Bagian Keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Ia ingin mengetahui secara rinci faktor yang menyebabkan pencairan honor pendamping kelurahan mengalami keterlambatan. Jika kendalanya berada pada aspek administrasi, maka proses perbaikannya harus segera dilakukan agar pembayaran dapat dipercepat.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Sebab, pendamping kelurahan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjangkau kebutuhan masyarakat hingga tingkat paling dekat.

Karena itu, langkah koordinasi lintas perangkat daerah dinilai penting agar solusi dapat ditemukan dalam waktu singkat.

Harapan Agar Honor Segera Cair dan Pelayanan Tetap Optimal

Selain memastikan proses evaluasi berjalan, Rd Diky juga meminta para pendamping kelurahan tetap menjaga semangat kerja. Ia menilai dedikasi mereka selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.

Masyarakat pun berharap persoalan honor pendamping kelurahan segera menemukan titik terang. Dengan pencairan yang cepat, para petugas dapat bekerja lebih tenang dan fokus dalam menjalankan tugas pelayanan.

Ke depan, sistem administrasi dan pengelolaan pembayaran diharapkan semakin tertata sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. Ketepatan pembayaran bukan hanya soal hak pekerja, melainkan juga bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan publik.

Pada akhirnya, kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh perhatian terhadap mereka yang menjalankan tugas di lapangan setiap hari.

Ketika pendamping kelurahan tetap bekerja meski honor tertahan, yang dipertaruhkan bukan sekadar penghasilan mereka, melainkan denyut pelayanan publik yang menyentuh langsung kehidupan warga. Saatnya persoalan ini dituntaskan, karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang paling lama menunggu. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPPG Tasikmalaya

    Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya tak lagi sekadar data di atas kertas. Saat Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung ke dapur layanan gizi di Singkup, Purbaratu, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Aktivitas memasak tetap berjalan, sementara izin belum terlihat. Dapur yang memasok makanan untuk balita, ibu hamil, […]

  • rokok ilegal

    Rantai Distribusi Rokok Ilegal dari Sisi Pelaku dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Rantai rokok ilegal tumbuh dari tekanan ekonomi, kebutuhan harian, dan celah distribusi tanpa regulasi. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di kios kecilnya yang bersebelahan dengan bengkel motor, Jaya menata bungkus-bungkus rokok tanpa pita cukai seperti menata permen. Ia tidak pernah menyebut produk itu “ilegal.” Sebutan yang dipilihnya jauh lebih sederhana: “rokok murah.” Di warungnya, orang datang karena […]

  • Kapolres Cup

    Mini Soccer Satukan Polisi dan Wartawan Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Prista Utama memilih cara berbeda untuk memperingati HUT Bhayangkara ke-80. Melalui Kapolres Cup, ia mempertemukan para perwira Polres Tasikmalaya dan Pokja Wartawan Kabupaten Tasikmalaya dalam pertandingan mini soccer. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres dan Ketua Pokja Wartawan, kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara kepolisian dengan […]

  • Kisah Hasan dan Husain

    7 Kisah Hasan dan Husain, Nomor 4 Membuat Rasulullah Turun dari Mimbar

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Hasan dan Husain selalu menarik untuk dipelajari karena keduanya merupakan cucu Rasulullah SAW yang sangat beliau cintai. Namun, di balik sejarah besar tersebut, terdapat banyak kisah Hasan dan Husain yang jarang diketahui oleh umat Islam. Cerita tentang keteladanan Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, tidak hanya menggambarkan kedekatan mereka dengan […]

  • Gempa Bandung

    Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, BMKG Beri Penjelasan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gempa Bandung kembali menjadi perhatian setelah dua gempa dangkal terjadi di wilayah selatan hingga tenggara Kabupaten Bandung pada Selasa (28/7/2026) dini hari. Berdasarkan data awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kedua gempa bumi di Bandung tersebut muncul dalam selang waktu sekitar dua jam dengan magnitudo relatif kecil. Meskipun belum ada […]

  • Anak Punk Bekasi

    Kasus Anak Punk Bekasi Masuk Babak Baru

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Anak Punk Bekasi kembali mengalami perkembangan. Setelah menetapkan seorang tersangka dalam perkara penusukan yang menewaskan Faisal Anwar (FA), polisi kini menetapkan dua tersangka lain dalam dugaan pengeroyokan yang terjadi sebelum korban kehilangan nyawanya. Selain memeriksa sejumlah saksi, penyidik juga menjadikan video viral yang beredar di media sosial sebagai salah satu […]

expand_less