Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Santri Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Desak Pemda Tetapkan Darurat Miras

Santri Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Desak Pemda Tetapkan Darurat Miras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus miras Ciamis kembali menjadi sorotan setelah kelompok santri dan ulama yang tergabung dalam aksi hisbah atau amar ma’ruf nahi mungkar membongkar sejumlah titik penyimpanan minuman keras di wilayah Kabupaten Ciamis. Dalam hampir dua pekan terakhir, razia dilakukan di berbagai lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan miras ilegal hingga tempat praktik penyakit masyarakat lainnya.

Aksi tersebut dipimpin langsung Pimpinan Hisbah KH Wawan Abdul Malik Marwan.

Razia terbaru berlangsung Selasa malam (19/5/2026) di kawasan Jalan Ahmad Yani, Ciamis.

Di lokasi tersebut, santri menemukan ratusan botol minuman keras berbagai merek yang kemudian diamankan.

Dan temuan itu menambah daftar panjang lokasi yang sebelumnya sudah mereka datangi.

Gudang Miras hingga Kosan Jadi Sasaran Razia

Menurut KH Wawan Abdul Malik Marwan, dalam dua minggu terakhir pihaknya telah mendatangi sejumlah titik yang diduga menjadi tempat penyimpanan miras.

Beberapa lokasi yang disebut antara lain:

  • wilayah Cikoneng,
  • Jalan Jenderal Sudirman,
  • rumah depan Pengadilan Negeri Ciamis,
  • hingga sejumlah kosan, hotel, dan penginapan.

Di beberapa tempat, santri juga menemukan pasangan bukan muhrim saat razia berlangsung.

“Jadi rata-rata gudang miras yang kami bongkar itu ada salah satu beking dari oknum penegak hukum,” tegas KH Wawan.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik karena menyangkut dugaan adanya perlindungan terhadap peredaran miras ilegal.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait tudingan tersebut.

Santri Sebut Ciamis Darurat Penyakit Masyarakat

Berdasarkan hasil razia yang mereka lakukan, KH Wawan menilai kondisi sosial di Kabupaten Ciamis sudah masuk kategori darurat penyakit masyarakat.

Tidak hanya soal miras.

Tetapi juga praktik prostitusi hingga persoalan LGBT yang menurutnya mulai ditemukan di sejumlah lokasi.

Karena itu, kelompok ulama dan santri berencana melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis pada pekan ini.

Salah satu tuntutan utama mereka adalah meminta pemerintah segera menerbitkan Peraturan Bupati terkait pelarangan peredaran minuman keras di wilayah Ciamis.

“Saya ingin segera dibuatkan peraturan bupati karena Ciamis darurat miras,” ujarnya.

Selain meminta regulasi baru, mereka juga mendesak agar sanksi terhadap pengedar miras diperberat.

Razia Dilakukan Hampir Tiap Malam

Menurut sejumlah santri yang terlibat, razia dilakukan hampir setiap malam secara bergiliran.

Mereka mendatangi lokasi yang sebelumnya sudah dipantau dan dilaporkan masyarakat.

Di beberapa titik, botol miras ditemukan tersimpan di ruangan tertutup. Ada yang disimpan dalam kardus. Ada pula yang disembunyikan di rumah kontrakan agar tidak mencolok dari luar.

Dan pola penyimpanan seperti itu disebut semakin sering ditemukan.

Di salah satu lokasi, santri terlihat mengangkut botol miras menggunakan karung besar sebelum diamankan bersama barang bukti lainnya.

Suasana sempat ramai ketika warga mulai berdatangan menyaksikan proses razia.

Ada yang merekam menggunakan ponsel. Ada pula yang ikut membantu menunjukkan lokasi penyimpanan barang.

Warga Mulai Resah dengan Peredaran Miras

Peredaran miras ilegal di Ciamis memang beberapa kali menjadi perhatian masyarakat.

Warga menilai keberadaan minuman keras sering memicu:

  • keributan malam hari,
  • tindak kriminal,
  • hingga gangguan keamanan lingkungan.

Karena itu, sebagian masyarakat mendukung langkah razia yang dilakukan kelompok santri dan ulama.

Meski demikian, sejumlah pihak juga berharap penanganan tetap dilakukan sesuai mekanisme hukum dan melibatkan aparat resmi.

Sebab persoalan miras tidak hanya menyangkut moral sosial.

Tetapi juga keamanan dan penegakan aturan.

Audiensi dengan Pemda Akan Digelar

Kelompok Hisbah berencana membawa seluruh hasil temuan mereka dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Mereka ingin pemerintah daerah lebih serius menangani persoalan penyakit masyarakat yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Selain soal regulasi, mereka juga meminta pengawasan terhadap tempat hiburan, kosan, hotel, dan penginapan diperketat.

Karena menurut mereka, beberapa lokasi tersebut sering menjadi titik rawan pelanggaran sosial.

Di tengah perkembangan kota dan arus modernisasi, persoalan seperti ini mulai memunculkan perdebatan di masyarakat.

Ada yang menilai perlu tindakan tegas.

Ada pula yang meminta pendekatan lebih terukur dan berbasis hukum.

Namun satu hal yang kini mulai terasa jelas: keresahan warga terhadap peredaran miras di Ciamis memang semakin nyata.

Miras dan Generasi Muda Jadi Kekhawatiran Utama

KH Wawan menilai generasi muda menjadi kelompok paling rentan terdampak jika peredaran miras tidak segera ditekan.

Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan lebih serius sejak sekarang.

Apalagi akses terhadap minuman keras dinilai semakin mudah ditemukan di sejumlah wilayah.

Dan jika kondisi itu terus dibiarkan, dampaknya bisa jauh lebih besar bagi lingkungan sosial masyarakat.

Ratusan botol miras memang sudah diamankan malam itu.

Tetapi pertanyaan yang kini muncul jauh lebih besar: sampai kapan keresahan warga hanya berhenti jadi razia… tanpa perubahan nyata yang benar-benar terasa di lapangan? (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan penuh ketenangan sebagai bentuk penguatan tauhid dalam kehidupan sehari-hari

    Saat Hidup Terasa Berat, Tauhid Jadi Jalan Pulang Paling Tenang

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tauhid sehari-hari sering terdengar sederhana. Namun dalam praktiknya, tauhid dalam kehidupan justru menjadi hal yang paling sering terlupakan. Banyak orang menjalani hari dengan aktivitas yang padat, target yang menumpuk, dan pikiran yang tidak pernah benar-benar tenang. Di satu sisi, semua terlihat berjalan baik. Namun di sisi lain, ada rasa kosong yang sulit […]

  • Gatur Pagi Langensari

    Sejak Pukul 06.00 WIB, Polisi Sudah Berdiri di Simpang Banjar, Ini Tujuannya

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gatur Pagi Langensari kembali terlihat di sejumlah ruas utama Kota Banjar pada Senin (8/6/2026). Kegiatan pengaturan lalu lintas pagi atau pelayanan arus kendaraan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran polisi yang paling dekat dengan aktivitas harian masyarakat. Ketika sebagian warga masih menyiapkan sarapan, mengantar anak sekolah, atau memanaskan kendaraan, sejumlah anggota […]

  • perbaikan jalan desa

    Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Warga dua desa di Tasikmalaya gotong royong perbaiki jalan rusak karena janji pemerintah tak kunjung terealisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Desa Purwarahayu dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, turun langsung memperbaiki jalan desa pada Rabu, 3 Desember 2025. Perbaikan dilakukan secara sukarela melalui gotong royong. Jalan rusak yang menghubungkan dua desa itu selama bertahun-tahun […]

  • Fatherless

    Bupati Garut Ingatkan Bahaya Fatherless, Ayah Diminta Letakkan HP dan Dekati Anak

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fenomena fatherless menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Garut. Melalui momentum tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengajak para ayah untuk memperkuat peran mereka di dalam keluarga. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus hadir secara emosional agar mampu membentuk […]

  • Utang Judol

    Utang Judol PPPK Berujung Kekerasan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan dan perampokan yang dilakukan seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali membuka tabir dampak serius kecanduan judi online. Peristiwa ini tidak berdiri sebagai tindak kriminal biasa, melainkan memperlihatkan bagaimana judol utang dapat mendorong pelaku melampaui batas moral, sosial, dan hukum. Pelaku berinisial MIR, […]

  • jalur SNBP dan SNBT

    Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    abadarpost.com, HUMANIORA — Pemerintah menegaskan bahwa akses masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetap terbuka bagi seluruh siswa, meski tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penegasan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional terbaru yang menekankan keadilan dan pemerataan kesempatan belajar. Kebijakan ini sekaligus menjawab keresahan siswa […]

expand_less