Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dinkes Tasikmalaya Jemput Bola, Pegawai Kini Bisa Cek Kesehatan di Kantor

Dinkes Tasikmalaya Jemput Bola, Pegawai Kini Bisa Cek Kesehatan di Kantor

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Program cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mulai menarik perhatian banyak aparatur sipil negara (ASN). Kali ini, Dinkes tidak menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, petugas langsung mendatangi kantor-kantor instansi pemerintah untuk melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular secara gratis.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini berbagai gangguan kesehatan yang sering dialami pegawai, mulai dari tekanan darah tinggi, gula darah, kolesterol, hingga gangguan paru-paru.

Kegiatan pemeriksaan terbaru berlangsung di Aula BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Senin (18/5/2026). Sejak pagi, pegawai mulai berdatangan untuk mengikuti screening kesehatan yang telah disiapkan petugas Dinkes.

Sebagian ASN terlihat santai sambil mengobrol di antrean pemeriksaan. Namun suasana berubah sedikit serius ketika hasil tensi atau gula darah mulai keluar. Ada yang langsung tertawa kecil karena hasilnya normal. Ada juga yang mendadak diam sambil melihat angka kolesterol di kertas pemeriksaan.

Momen seperti itu justru membuat kegiatan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dinkes Fokus Deteksi Penyakit Tidak Menular

Kepala Tim Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dede Subekti, menjelaskan bahwa program tersebut memang menjadi agenda rutin untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan ASN.

Menurutnya, banyak pegawai sering menunda pemeriksaan kesehatan karena kesibukan kerja. Karena itu, Dinkes memilih mendatangi langsung kantor pemerintahan agar pemeriksaan lebih mudah dijangkau.

“Kami fokus screening pada keluhan yang sering muncul, seperti tekanan darah tinggi, gula darah, kolesterol, dan gangguan paru,” ujar Dede.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan fungsi paru serta memberikan edukasi singkat mengenai pola hidup sehat.

Jika ditemukan indikasi tertentu, peserta akan langsung mendapat arahan untuk melanjutkan pemeriksaan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah jemput bola seperti ini dinilai lebih efektif karena banyak pegawai baru mengetahui kondisi tubuh mereka setelah mengikuti screening singkat di kantor.

Banyak Pegawai Baru Sadar Pentingnya Jaga Pola Makan

Program cek kesehatan gratis tersebut mendapat respons positif dari para ASN.

Salah satunya datang dari Marisa Dwi Sucianti, pegawai BPBD Kabupaten Tasikmalaya. Ia mengaku kegiatan seperti ini membantu pegawai memahami kondisi kesehatan sejak dini tanpa harus menyisihkan waktu khusus pergi ke rumah sakit atau klinik.

“Saya apresiasi cek gratis ini. Dari sini kita jadi tahu pola makan yang perlu dijaga,” katanya.

Pernyataan itu terasa cukup relevan dengan kebiasaan banyak pekerja kantoran saat ini. Aktivitas duduk terlalu lama, konsumsi kopi berlebihan, hingga makan cepat saji sering kali menjadi bagian dari rutinitas harian pegawai.

Di sela pemeriksaan, beberapa ASN bahkan terlihat saling membandingkan hasil kolesterol sambil bercanda. Ada yang mengaku mulai khawatir karena terlalu sering makan gorengan saat lembur. Ada juga yang langsung berjanji mengurangi minuman manis setelah melihat hasil gula darahnya.

Dan menariknya, suasana pemeriksaan justru terasa lebih santai dibanding pelayanan kesehatan biasa.

Gaya Hidup Pegawai Kantoran Jadi Perhatian

Penyakit tidak menular kini menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di lingkungan kerja. Tekanan pekerjaan, kurang olahraga, pola tidur berantakan, hingga konsumsi makanan instan membuat risiko kesehatan meningkat tanpa disadari.

Karena itu, Dinkes Kabupaten Tasikmalaya mulai mendorong pendekatan preventif melalui pemeriksaan rutin langsung di lingkungan kantor.

Selain memudahkan akses layanan kesehatan, program ini juga diharapkan mampu membangun budaya sadar kesehatan di kalangan ASN.

Menurut Dede, menjaga produktivitas kerja tidak cukup hanya mengandalkan disiplin kerja. Kondisi tubuh juga harus tetap terkontrol agar pegawai bisa bekerja optimal dalam jangka panjang.

“Tujuannya supaya pegawai mengetahui kondisi tubuh sejak dini dan bisa melakukan pencegahan lebih cepat,” jelasnya.

Di sisi lain, program seperti ini juga menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan tidak selalu muncul dengan gejala berat. Kadang tekanan darah naik tanpa terasa. Kolesterol tinggi pun sering datang diam-diam.

Dan sebagian orang baru sadar setelah melihat hasil pemeriksaan sederhana di atas meja kantor mereka sendiri.

Pemeriksaan Gratis Jadi Langkah Preventif yang Mulai Dibutuhkan

Kegiatan screening kesehatan gratis seperti ini mulai dianggap penting di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular di masyarakat.

Terlebih, banyak pekerja usia produktif jarang memeriksakan kesehatan karena merasa tubuh masih kuat dan tidak mengalami keluhan berarti.

Padahal dalam banyak kasus, gangguan kesehatan justru baru diketahui setelah kondisinya cukup serius.

Karena itu, langkah Dinkes Tasikmalaya mendatangi langsung kantor ASN dinilai menjadi pendekatan yang lebih realistis dan dekat dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dan pagi itu di Aula BPBD Tasikmalaya, pemeriksaan kesehatan bukan lagi sekadar urusan medis. Tetapi juga menjadi pengingat sederhana bahwa tubuh yang terlihat baik-baik saja belum tentu benar-benar sehat.

Kadang tubuh memang tidak langsung memberi tanda saat mulai lelah. Tetapi satu angka kecil dari hasil cek kesehatan bisa menjadi alarm yang mengubah cara seseorang menjaga hidupnya mulai hari itu. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • putusan Mahkamah Agung

    Putusan MA dan Sikap Negara terhadap Kepala Daerah Terpidana

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan batas negara melindungi pemerintahan dari pejabat terpidana narkotika. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan mantan bupati terkait pemberhentiannya karena perkara narkotika bukan sekadar penegasan hukum administratif. Ia menyentuh wilayah yang lebih sensitif: bagaimana negara menjaga keberlanjutan pemerintahan tanpa terjebak pada prosedur yang justru merugikan warga. Di tengah tuntutan […]

  • Ilustrasi wanita muslimah melaksanakan salat tarawih di rumah dengan mukena putih dalam suasana Ramadan yang khusyuk.

    Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tarawih wanita menjadi topik yang selalu hangat setiap Ramadan. Banyak muslimah bertanya, apakah salat tarawih wanita lebih utama di rumah atau di masjid? Bagaimana hukumnya jika berjamaah? Pertanyaan ini penting karena tarawih termasuk sunnah muakkad yang sangat dianjurkan. Oleh sebab itu, memahami panduan tarawih bagi perempuan akan membantu ibadah menjadi lebih tenang […]

  • edukasi kebangsaan

    Bakesbangpol Menginisiasi Edukasi Kebangsaan dan Dampaknya bagi Generasi 2045

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: edukasi kebangsaan dinilai kunci menyiapkan generasi 2045 yang kuat dan berkarakter. albadarpost.com, EDITORIAL – Inisiatif edukasi kebangsaan yang digagas Bakesbangpol Kota Tasikmalaya bersama Forum Diskusi Albadar Institute layak dibaca sebagai langkah serius memperbaiki fondasi generasi Indonesia Emas 2045. Program ini menandai kesadaran baru: masa depan negara tidak ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh […]

  • Ilustrasi simbolik tanda orang munafik menurut hadis Nabi Muhammad tentang dusta, ingkar janji, dan khianat.

    Munafik Modern: Rajin Ibadah, Gemar Ingkar Janji

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Tanda orang munafik bukan isu baru, tetapi perilakunya terasa semakin modern. Ciri kemunafikan, sifat munafik, atau yang dikenal sebagai nifaq amali kini tampil rapi, pandai bicara, bahkan sering tampil religius. Ironisnya, tanda orang munafik kerap muncul bukan di tempat gelap, melainkan di ruang terang: mimbar, rapat, dan layar gawai. Rasulullah ﷺ sejak […]

  • Obat Keras Garut

    Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Garut mulai menaruh perhatian serius terhadap persoalan obat keras Garut yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Bahkan, indikasi penyalahgunaan obat-obatan tertentu disebut sudah menyentuh kalangan anak sekolah dasar. Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Pembentukan Regulasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Keras yang digelar Garut Human Movement […]

  • kasus suap Singapura

    Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Seorang warga Malaysia didakwa dalam kasus suap Singapura setelah mencoba menyuap polisi 50 dolar.. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan korupsi dalam bentuk penyuapan kembali diuji di pengadilan Singapura ketika seorang warga Malaysia, Lee Keh Meng, 44 tahun, didakwa atas percobaan menyuap seorang petugas polisi. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kasus suap Singapura ditangani dengan pendekatan nol […]

expand_less