Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Dulu Menguasai Ilmu Dunia, Mengapa Kota Islam Kini Tinggal Sejarah?

Dulu Menguasai Ilmu Dunia, Mengapa Kota Islam Kini Tinggal Sejarah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kota Islam ilmu pengetahuan bukan sekadar istilah sejarah. Kota-kota Islam, pusat ilmu Islam, dan peradaban Islam klasik pernah berdiri sebagai jantung kecerdasan dunia. Pada satu masa, ketika sebagian wilayah lain masih terjebak dalam kegelapan intelektual, kota-kota ini justru memancarkan cahaya ilmu yang menarik manusia dari berbagai penjuru bumi.

Dan ini bukan mitos.

Ini fakta yang perlahan mulai dilupakan.

Saat Dunia Datang Belajar ke Baghdad

Pernah ada masa ketika dunia tidak melihat Barat sebagai pusat ilmu. Justru sebaliknya, para pelajar, ilmuwan, dan pencari pengetahuan berbondong-bondong menuju Baghdad.

Di kota ini, ilmu tidak hanya diajarkan—ilmu diciptakan.

Baitul Hikmah berdiri sebagai simbol revolusi intelektual. Di dalamnya, karya-karya besar diterjemahkan, dikaji, lalu dikembangkan. Nama seperti Al-Khwarizmi melahirkan konsep yang kini menjadi dasar matematika modern.

Baghdad bukan hanya kota.

Ia adalah mesin peradaban.

Cordoba: Kota yang Menerangi Barat

Sementara Baghdad bersinar di Timur, Cordoba menjadi cahaya di Barat.

Di saat sebagian Eropa belum mengenal sistem pendidikan yang mapan, Cordoba sudah memiliki perpustakaan besar, jalan yang terang di malam hari, dan budaya diskusi yang hidup.

Ribuan manuskrip tersimpan rapi. Ilmu berkembang tanpa batas.

Di kota ini, Ibnu Rushd tidak hanya membaca, tetapi juga mengkritik dan memperluas pemikiran dunia.

Ironisnya, banyak pemikiran dari Cordoba justru menghidupkan kembali Eropa.

Kairo: Ilmu yang Menyatu dengan Kehidupan

Kairo menawarkan sesuatu yang berbeda.

Di kota ini, ilmu tidak berdiri di menara gading. Ilmu hidup di tengah masyarakat.

Melalui lembaga seperti Al-Azhar, pendidikan berkembang luas. Tidak hanya agama, tetapi juga kedokteran, filsafat, dan hukum.

Ilmuwan tidak hanya berpikir. Mereka juga mengobati, mengajar, dan membangun sistem sosial.

Ilmu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Jaringan Ilmu yang Mengubah Dunia

Kota-kota ini tidak berjalan sendiri.

Mereka terhubung.

Ilmuwan berpindah dari satu kota ke kota lain. Buku dibawa, ide disebarkan, dan diskusi terus berlangsung. Tidak ada sekat antara disiplin ilmu.

Karena itu:

  • inovasi lahir cepat
  • pengetahuan berkembang luas
  • peradaban melesat jauh

Ini adalah ekosistem yang jarang terulang dalam sejarah.

Dari Pusat Dunia Menjadi Catatan Sejarah

Namun waktu tidak selalu berpihak.

Konflik politik, invasi, dan perubahan kekuasaan perlahan menggerus fondasi kejayaan itu.

Perpustakaan hancur.
Ilmuwan berpencar.
Tradisi ilmu melemah.

Ironisnya, dunia yang dulu belajar dari kota-kota Islam kini justru melampaui mereka.

Dan kita lebih sering mengenang daripada melanjutkan.

Pelajaran yang Terlupakan

Sejarah ini bukan sekadar nostalgia.

Ia adalah pengingat keras.

Bahwa kejayaan tidak datang dari kebetulan. Ia lahir dari:

  • keberanian berpikir
  • keterbukaan terhadap ilmu
  • budaya belajar yang kuat

Ketika semua itu hilang, kejayaan pun ikut memudar.

Dunia pernah datang belajar ke kota-kota Islam—bukan karena kekuasaan, tapi karena ilmu. Pertanyaannya sekarang: kita mau terus mengenang, atau mulai mengulang? (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Cecep Nurul Yakin memberi motivasi kepada atlet NPCI Tasikmalaya dalam acara halalbihalal Peparda 2026

    Dari Tasik ke Dunia: Atlet NPCI Siap Buktikan Kualitas di Peparda 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Tasikmalaya mulai menunjukkan sinyal kuat jelang Peparda Jawa Barat VII Tahun 2026. Bukan sekadar persiapan biasa, kontingen Peparda Tasikmalaya kini bergerak dengan ambisi besar: menembus batas dan membuktikan bahwa atlet disabilitas daerah mampu bersaing di level global. Suasana itu terasa nyata saat Bupati Tasikmalaya, H. Cecep […]

  • Entrepreneur Awards

    Entrepreneur Awards Pemkab Tasikmalaya 2025

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya beri apresiasi wirausaha lewat Entrepreneur Awards 2025 untuk dorong ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi peran pelaku usaha lokal melalui ajang Tasikmalaya Entrepreneur Awards 2025, yang digelar di Hotel Al Hambra, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan penguatan […]

  • Pria Tewas Dalam Mobil

    Jalan KHZ Mustofa Mendadak Sunyi Saat Warga Temukan Pria Tewas di Mobil

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DAERAH – Pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, awalnya berjalan seperti biasa. Kendaraan melintas rapat. Pedagang membuka toko. Pengemudi ojek online duduk menunggu orderan sambil menyeruput kopi. Namun menjelang siang, suasana berubah. Sebuah Daihatsu Sigra abu-abu bernopol Z 129 MJ yang sejak pagi terparkir di pinggir jalan mendadak menjadi pusat perhatian warga. […]

  • HMI Ciamis

    Bupati Ciamis Tegas Tolak Tambang, HMI Siap Dorong Ekonomi Hijau

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu lingkungan hidup menjadi sorotan utama dalam pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI Ciamis) beserta Korps HMI-Wati (KOHATI) dan Badan Pengelola Latihan (BPL) periode 2026–2027. Di tengah pembahasan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau Ciamis, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan sikap tegas: aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan tidak akan memperoleh izin […]

  • Australia vs Turki

    Turki Kembali Setelah 24 Tahun, Tekanan Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Australia vs Turki, 14 Juni 2026, bukan pertandingan yang paling banyak dibicarakan menjelang Piala Dunia 2026. Namun justru di situlah letak menariknya. Di tengah sorotan besar yang mengarah ke Brasil, Argentina, Prancis, atau Inggris, ada satu kisah yang diam-diam menyimpan emosi besar. Kisah itu datang dari Turki. Selama 24 tahun, generasi […]

  • WFASN Pangandaran bekerja dari rumah saat kebijakan WFH setiap hari Rabu untuk efisiensi dan digitalisasi layanan publikH ASN Pangandaran

    WFH ASN Pangandaran Mulai Berlaku, Ini Dampak Besarnya ke Layanan Publik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebijakan WFH ASN di Pangandaran resmi diberlakukan. Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai menerapkan work from home ASN setiap hari Rabu sebagai bagian dari transformasi budaya kerja dan percepatan digitalisasi birokrasi. Kebijakan ini sekaligus menjadi strategi baru untuk mendorong efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas layanan publik. Langkah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor […]

expand_less