Operasi SAR Berakhir Duka, Pemancing Tenggelam Ditemukan di Sungai Indramayu
- account_circle redaktur
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang Pemancing atas nama Agus Gunawan(24), Senin(4/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pemancing tenggelam Indramayu kembali memicu perhatian publik. Insiden pemancing tenggelam di Indramayu ini berujung duka setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Senin (4/5/2026).
Korban diketahui bernama Agus Gunawan (24), warga yang dilaporkan hilang saat memancing di aliran sungai kawasan Sungai Blok Bong, tepatnya di Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu.
Peristiwa tragis itu bermula pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 13.20 WIB, saat korban tengah memancing bersama dua rekannya.
Kronologi: Joran Jatuh, Nyawa Melayang
Menurut keterangan saksi, saat itu Agus bersama dua rekannya menggunakan dua perahu untuk memancing di sungai.
Namun di tengah aktivitas, joran milik korban terjatuh ke air. Tanpa berpikir panjang, Agus langsung menceburkan diri dari perahu untuk mengambilnya.
Situasi berubah dramatis dalam hitungan detik.
Korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai, sehingga langsung tenggelam dan terseret arus sungai.
Dua rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan. Mereka mencoba mencari dan menjangkau korban di lokasi kejadian. Namun derasnya arus dan keterbatasan kemampuan membuat upaya penyelamatan gagal.
Korban pun hilang dari permukaan.
Saksi kemudian bergegas meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian awal.
Tim SAR Turun, Harapan Muncul di Hari Kedua
Informasi kejadian diterima oleh Basarnas melalui Kantor SAR Bandung pada Minggu (3/5/2026).
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, membenarkan laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa tim langsung dikerahkan begitu informasi masuk dari Pos SAR Cirebon.
Tim SAR gabungan kemudian bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Mereka bergabung dengan unsur lain serta masyarakat setempat untuk melakukan pencarian intensif.
Operasi pencarian berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Arus sungai yang cukup deras serta visibilitas air menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan tanpa henti.
Ditemukan di Sekitar Lokasi Kejadian
Titik terang akhirnya muncul pada hari kedua pencarian.
Pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 07.20 WIB, tim menerima informasi dari warga terkait penemuan korban di sekitar lokasi kejadian.
Korban ditemukan pada koordinat 6°18’57.45″S 108°10’51.65″E.
Tim SAR segera bergerak ke titik tersebut untuk melakukan proses evakuasi.
Selang beberapa menit, tepatnya pukul 07.37 WIB, jenazah Agus berhasil diangkat dari aliran sungai.
Tim kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi diusulkan untuk ditutup.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Sekitar pukul 08.00 WIB, Tim SAR gabungan menggelar debriefing di lokasi kejadian.
Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian sepakat menghentikan operasi setelah korban ditemukan.
Dalam insiden ini, total korban tercatat satu orang dengan status meninggal dunia.
Tim SAR kemudian kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.
Imbauan Keselamatan Jadi Sorotan
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan.
Basarnas mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keamanan, terutama saat berada di sungai, laut, maupun perairan lainnya.
Kemampuan berenang, penggunaan alat keselamatan, serta kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan menjadi faktor krusial untuk mencegah kejadian serupa.
Aktivitas yang terlihat sederhana seperti memancing tetap memiliki risiko tinggi jika tidak disertai kesiapan dan kehati-hatian.
Satu joran yang terjatuh mungkin terlihat sepele. Namun di sungai yang tak bisa diprediksi, satu keputusan spontan bisa mengubah segalanya—dari hobi menjadi tragedi yang tak kembali. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar