Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bukan Sekadar Hukuman, Lapas Tasikmalaya Siapkan Jalan Usaha

Bukan Sekadar Hukuman, Lapas Tasikmalaya Siapkan Jalan Usaha

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program kemandirian lapas di Tasikmalaya menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Program yang juga dikenal sebagai pembinaan warga binaan dan pelatihan usaha narapidana ini tidak hanya berbicara tentang teori perubahan, tetapi langsung memberi alat untuk memulai hidup baru.

Di Aula Lapas Klas IIB Tasikmalaya, Senin (27/4/2026), suasana tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 berlangsung tenang. Namun, perhatian justru tertuju pada sebuah gerobak sederhana—gerobak tahu bulat—yang didorong perlahan ke tengah ruangan.

Bagi sebagian orang, itu hanya alat jualan. Bagi warga binaan, itu bisa berarti masa depan.

Dari Simbol ke Strategi Pembinaan

Pelaksana Harian Kepala Lapas, Yadi Suryaman, menegaskan bahwa pemberian gerobak bukan sekadar simbol.

Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang agar warga binaan memiliki bekal nyata saat kembali ke masyarakat.

“Kami ingin mereka siap. Setelah bebas, mereka bisa langsung bekerja dan tidak kembali ke kesalahan yang sama,” ujarnya.

Pendekatan ini memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap pemasyarakatan. Lapas tidak lagi hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang untuk membangun ulang kehidupan.

Dukungan Pemerintah: Kecil, Tapi Bermakna

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyerahkan santunan kepada sepuluh warga binaan.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pemasyarakatan adalah proses pembinaan, bukan pembalasan.

“Hari ini bukan sekadar seremoni. Ini momentum untuk memastikan mereka bisa kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah lapas yang memberikan pelatihan keterampilan. Menurutnya, bantuan seperti gerobak tahu bulat menjadi tanda bahwa negara tidak lepas tangan.

program kemandirian lapas

Wakil Walikota Tasikmalaya berfoto bersama PLh Kalapas bersama keluarga warga binaan kelas IIB Tasikmalaya, Senin(27/4/2026).

Harapan yang Tidak Lagi Abstrak

Di sudut ruangan, seorang warga binaan memegang gerobak yang baru saja diterimanya. Suaranya pelan, tetapi jelas.

“Ini jadi modal saya nanti. Saya ingin berubah,” katanya.

Kalimat itu sederhana, tetapi terasa jujur. Tidak ada istilah besar, tidak ada janji muluk. Hanya keinginan untuk memulai ulang.

Di titik ini, program kemandirian lapas tidak lagi terlihat sebagai program pemerintah semata. Ia berubah menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan.

Lebih dari Sekadar Bantuan Fisik

Gerobak tahu bulat yang diberikan mungkin tampak sederhana. Namun, di balik itu ada konsep pembinaan yang lebih luas.

Warga binaan tidak hanya diberi alat, tetapi juga diarahkan untuk memiliki keterampilan dan kepercayaan diri. Kombinasi ini menjadi kunci agar mereka mampu bertahan setelah bebas.

Diky menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada lapas.

“Kita semua punya peran. Masyarakat harus bisa menerima mereka kembali,” ujarnya.

Pemasyarakatan dengan Wajah Baru

Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Tasikmalaya menunjukkan perubahan pendekatan yang lebih humanis. Pembinaan tidak lagi berhenti di dalam tembok lapas.

Sebaliknya, proses itu diperluas hingga ke tahap reintegrasi sosial. Warga binaan dipersiapkan untuk kembali, bukan sekadar dilepas.

Dengan cara ini, risiko mereka kembali ke lingkungan lama yang bermasalah dapat ditekan.

Dari Gerobak Kecil ke Harapan Besar

Pemberian gerobak tahu bulat mungkin terlihat sederhana. Namun, langkah kecil ini membawa pesan besar tentang perubahan.

Melalui program kemandirian lapas, warga binaan diberi kesempatan untuk menulis ulang hidup mereka. Tidak semua orang mendapat kesempatan kedua, tetapi di Tasikmalaya, peluang itu mulai dibuka.

Dari dalam aula lapas, harapan itu terlihat nyata. Tidak mewah, tidak besar, tetapi cukup untuk memulai. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Zidane sepak bola nasional

    Presiden Prabowo Bertemu Zidane, Ada apa?

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Presiden RI Prabowo Subianto membawa isu sepak bola nasional ke panggung global melalui pertemuannya dengan legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane. Pertemuan tersebut berlangsung di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dan menjadi sinyal awal upaya Indonesia membuka ruang kolaborasi internasional dalam pengembangan sepak bola. Dalam pertemuan itu, […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Jawa Barat Kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran Rp 8 Triliun

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Gubernur Dedi Mulyadi kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran senilai Rp 8 triliun. Jadi solusi pemerataan dan percepatan ekonomi selatan Jawa Barat. Proyek Ambisius: Konektivitas Selatan Jawa Barat Lewat Kereta albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersiap meluncurkan proyek infrastruktur transportasi monumental yang dirancang untuk merombak peta ekonomi dan mobilitas di wilayah selatan. Proyek […]

  • Selat Hormuz dibuka

    Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dunia Langsung Bereaksi: Harga Minyak Rontok

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Selat Hormuz dibuka kembali dan dalam hitungan jam, dunia langsung bereaksi. Jalur minyak paling krusial di planet ini akhirnya kembali dilalui kapal komersial setelah sempat mencekam akibat konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pembukaan Selat Hormuz ini, yang juga disebut sebagai kembalinya jalur energi global, langsung menekan harga minyak dan meredakan […]

  • Warga Indonesia membuat pengaduan pelayanan publik melalui platform LAPOR.go.id untuk melaporkan masalah kepada pemerintah.

    Rahasia Laporan di LAPOR.go.id Cepat Diproses, Warga Wajib Tahu

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak masyarakat sebenarnya sudah mengenal LAPOR.go.id, namun tidak sedikit yang masih bertanya mengapa laporan mereka lambat mendapat respons. Platform LAPOR.go.id, yang juga dikenal sebagai SP4N-LAPOR, memang menjadi jalur resmi pengaduan masyarakat kepada pemerintah. Melalui LAPOR.go.id, warga dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, hingga kritik terkait pelayanan publik. Namun, laporan hanya akan efektif jika […]

  • pemudik nyasar Google Maps

    Viral! Ratusan Mobil Pemudik Nyasar ke Sawah Setelah Ikuti Google Maps

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peristiwa pemudik nyasar Google Maps mendadak viral setelah ratusan mobil masuk ke jalur sawah di wilayah Sleman, Yogyakarta. Video kejadian tersebut memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang tersesat setelah mengikuti jalur mudik Google Maps yang dianggap sebagai rute tercepat. Awalnya para pengendara mencoba mencari jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan jalur utama. […]

  • Petugas kepolisian menjelaskan proses hukum penetapan tersangka kasus penganiayaan Banser Tangerang

    Polisi Tegaskan Proses Penetapan Tersangka Penganiayaan Banser Tangerang

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penegakan hukum kembali menjadi sorotan publik setelah polisi menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan Banser Tangerang. Peristiwa ini menarik perhatian luas karena melibatkan tokoh publik serta organisasi kemasyarakatan. Namun di balik hiruk pikuk pemberitaan, satu hal penting patut dipahami bersama: bagaimana sebenarnya penyidik bekerja dalam menetapkan seseorang […]

expand_less