Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Air meluap Majingklak akibat luapan Citanduy menutup akses Pamotan dan merendam rumah warga.

albadarpost.com, HUMANIORA – Air dari Sungai Citanduy kembali meluap dan merendam kawasan Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, sejak Sabtu malam (8/11/2025) hingga Minggu pagi (9/11/2025). Genangan yang mencapai setinggi mata kaki itu masuk ke sebagian rumah warga dan menutup jalan utama menuju pelabuhan penyeberangan Majingklak. Peristiwa ini menegaskan bagaimana air meluap Majingklak kembali mengganggu aktivitas warga dan mengulang pola banjir yang kerap berulang setiap tahun.

Luapan Sungai Citanduy pada Sabtu malam membuat akses ke Majingklak lumpuh hingga pagi. Genangan menutup jalan dan masuk ke rumah warga, membuat ratusan orang terpaksa menahan aktivitas hingga air berangsur turun. Peristiwa air meluap Majingklak ini kembali memunculkan tuntutan agar pemerintah menyediakan solusi permanen bagi wilayah yang saban hujan menghadapi ancaman serupa.

Warga menyebut air mulai masuk sekitar pukul 20.00. Pada beberapa titik, genangan merayap perlahan ke rumah dan halaman, menghambat pergerakan warga untuk keluar-masuk permukiman. “Air semata kaki, tapi cukup mengganggu. Motor tidak berani lewat, banyak yang memilih menunggu sampai dini hari,” kata Dedi, warga Majingklak.

Di dekat pelabuhan penyeberangan Majingklak—jalur penting antarwilayah Kalipucang–Ciamis—genangan lebih dalam karena topografi yang rendah. Sejumlah penumpang yang hendak menyeberang terpaksa mengalihkan perjalanan. Aktivitas ekonomi malam pun terhenti lebih awal.


Air Meluap Majingklak Dipicu Luapan Citanduy

BMKG sebelumnya mencatat intensitas hujan deras di hulu Citanduy sejak Jumat sore. Debit sungai meningkat tajam dalam empat jam, membuat kawasan hilir di Kalipucang menerima limpahan air lebih cepat.

Warga Majingklak menyebut kondisi seperti ini bukan hal baru. Sungai Citanduy kerap meluap ketika curah hujan tinggi menekan kapasitas sungai. Tidak ada tanggul permanen yang melindungi sisi permukiman dari aliran balik sungai yang meluas ke daratan.

“Kalau Citanduy naik, Majingklak biasanya kena duluan,” ujar Ade, warga lainnya. Ia menjelaskan bahwa pola banjir cenderung berpindah mengikuti tekanan air pada malam hari. “Air cepat sekali datangnya. Orang-orang yang sedang berkegiatan langsung beres-beres karena khawatir air naik lebih tinggi.”

Sampai Minggu pagi, air memang mulai surut, tetapi sisa lumpur dan sampah menutupi badan jalan menuju pelabuhan. Pengendara roda dua harus ekstra hati-hati karena jalan licin, sementara warga menilai kerusakan akses transportasi semakin sering terjadi.

Topografi Majingklak menjadi faktor penentu kerentanan banjir. Permukiman di wilayah ini berada pada area yang landai dan berada dekat muara Citanduy. Ketika debit meningkat, tekanan air langsung mengalir ke zona permukiman sebelum benar-benar masuk ke laut.

Penurunan muka tanah, ditambah sedimentasi tinggi di muara, memperkecil kapasitas sungai untuk menampung aliran puncak, membuat air meluap Majingklak semakin sering terjadi.


Warga Minta Solusi Permanen, Genangan Dianggap Terlalu Sering Terjadi

Setelah peristiwa malam itu, warga kembali menyuarakan permintaan lama: pembangunan tanggul atau sistem pengendali banjir yang layak. Bagi mereka, genangan bukan sekadar gangguan sesaat, tetapi risiko yang semakin sering datang.

“Ini bukan pertama kali. Hampir tiap musim hujan, Majingklak selalu kena duluan,” ungkap Santi, pedagang yang usahanya terdampak.

Tuntutan warga diperkuat oleh letak strategis Majingklak sebagai kawasan pelabuhan penyeberangan. Pelabuhan ini menjadi jalur alternatif penting bagi masyarakat Kalipucang dan daerah sekitar. Gangguan pada akses tidak hanya memengaruhi warga desa, tetapi juga distribusi barang dan pergerakan ekonomi kecil.

Kondisi akses menuju pelabuhan yang tergenang membuat kendaraan dari arah Pamotan harus berhenti beberapa ratus meter sebelum pintu masuk. Beberapa pengemudi akhirnya memilih memutar ke jalur lain, yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

Baca juga: Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

Dari sisi kebijakan daerah, penanganan banjir di kawasan ini sebenarnya telah masuk dalam rencana penataan kawasan pesisir Pangandaran. Namun, hingga memasuki akhir 2025, proyek pengendalian banjir masih terbatas pada normalisasi sungai dan pengerukan berkala. Warga menilai upaya tersebut tidak cukup karena luapan tetap terjadi ketika debit air meningkat.

“Normalisasi ada, tapi luapan tetap datang. Kami butuh tanggul atau pintu air yang benar-benar bekerja,” kata Dedi.

Luapan Citanduy sebenarnya telah menjadi perhatian lintas wilayah karena sungai ini melewati dua kabupaten: Ciamis dan Pangandaran. Koordinasi antardaerah pun sering kali menjadi kendala dalam implementasi solusi jangka panjang.

Di Majingklak, pola banjir mudah ditebak: intensitas hujan meningkat, debit Citanduy naik, air meluap ke permukiman. Pola itu terus memengaruhi warga, terutama pada malam hari ketika aktivitas terbatas dan respon darurat tidak secepat siang.

Sepanjang 2025, albadarpost mencatat setidaknya lima kejadian banjir serupa di kawasan ini. Tingkat kerusakannya bervariasi, tetapi pola pengulangannya menegaskan bahwa solusi sementara sudah tidak lagi memadai.

Luapan Citanduy kembali merendam Majingklak dan menghambat akses Pamotan. Warga meminta solusi permanen agar banjir tidak terus berulang. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi simbol kebebasan pers di Hong Kong dengan sorotan global terhadap vonis Jimmy Lai dan dampaknya bagi media independen

    Dunia Bereaksi, Kebebasan Pers Hong Kong Terancam

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Vonis 20 tahun penjara terhadap pengusaha media Jimmy Lai langsung menggema ke berbagai penjuru dunia. Sejak putusan itu dibacakan, perhatian internasional tertuju pada satu isu utama: kebebasan pers Hong Kong. Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar perkara hukum individu, melainkan simbol perubahan besar dalam lanskap kebebasan berekspresi di wilayah tersebut. […]

  • Ilustrasi arsip dokumen hukum kasus Jeffrey Epstein yang menyinggung tokoh global dalam Epstein Files 2026

    Epstein Files 2026: Nama Elite Global Mulai Terbuka

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Rilis Epstein files 2026 kembali mengguncang dunia. Sekitar tiga juta halaman dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein mulai dibuka ke publik. Meski sebagian besar arsip bersifat administratif dan hukum, sorotan global langsung mengarah pada satu pertanyaan kunci: siapa saja yang disebut di dalamnya? Bagi publik internasional, pembukaan dokumen ini bukan […]

  • pembinaan UMKM

    UMKM Tasikmalaya dan Tantangan Daya Saing di Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Analisis kebijakan pembinaan UMKM Tasikmalaya dibandingkan Bandung dan Bekasi dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – KADIN Kota Tasikmalaya menggelar Business Summit 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal. Namun, di tengah persaingan antardaerah di Jawa Barat, pertanyaan yang lebih mendasar muncul: sejauh mana model pembinaan UMKM Tasikmalaya mampu […]

  • anak tidak sekolah

    Data Sudah Ada, Aksi Ditunggu! Wabup Tasikmalaya Soroti Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak tidak sekolah kini menjadi isu panas di Tasikmalaya. Fenomena anak putus sekolah dan ATS (anak tidak sekolah) bahkan mulai dianggap sebagai alarm serius yang tak bisa lagi diabaikan. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, langsung angkat suara. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebaliknya, seluruh pihak […]

  • Ilustrasi Islami Thalhah dan Zubair sebagai sahabat Nabi yang menunjukkan keberanian dan pengorbanan demi Islam.

    Thalhah dan Zubair: Persahabatan, Pengorbanan, dan Loyalitas Tanpa Batas

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Thalhah dan Zubair menjadi dua nama besar dalam sejarah Islam yang dikenal karena keberanian, loyalitas, dan pengorbanannya untuk Rasulullah SAW. Kisah Thalhah dan Zubair, dua sahabat Nabi Muhammad SAW ini, hingga kini terus dikenang umat Islam karena memperlihatkan bagaimana iman mampu mengalahkan rasa takut, harta, bahkan kepentingan pribadi. Di tengah tekanan kaum […]

  • kemasan produk UMKM makanan ringan dengan desain menarik dan modern untuk meningkatkan penjualan

    Rahasia Kemasan Produk UMKM yang Menarik Pembeli, Jarang Dibahas Media

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kemasan produk UMKM sering dianggap sekadar pembungkus. Padahal, desain kemasan produk UMKM dan packaging produk UMKM sangat memengaruhi keputusan pembeli. Banyak konsumen tertarik pada sebuah produk justru karena tampilan kemasannya. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara membuat kemasan produk UMKM yang menarik, sederhana, tetapi tetap terlihat profesional. Selain meningkatkan daya tarik, […]

expand_less