Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » 7 Tradisi Ramadhan Paling Unik di Dunia, Nomor 4 Bikin Kaget

7 Tradisi Ramadhan Paling Unik di Dunia, Nomor 4 Bikin Kaget

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramadhan ternyata tidak dirayakan dengan cara yang sama di setiap negara.

Beberapa tradisi Ramadhan di dunia bahkan terdengar sangat unik dan jarang diketahui banyak orang.

Di berbagai belahan dunia, masyarakat memiliki tradisi Ramadan unik di berbagai negara yang membuat suasana bulan suci terasa lebih meriah. Dari meriam penanda berbuka hingga penjaga sahur keliling, semuanya menjadi bagian dari kekayaan budaya Islam.

Beberapa di antaranya bahkan sudah berlangsung ratusan tahun.

Dan hingga sekarang, tradisi tersebut masih terus dijaga.

Lalu, apa saja tradisi yang membuat Ramadan di dunia terasa berbeda?

1. Meriam Penanda Berbuka di Timur Tengah

Di sejumlah negara Timur Tengah, masyarakat memiliki tradisi menembakkan meriam saat waktu berbuka tiba.

Tradisi ini dikenal sebagai Ramadan Cannon.

Pada masa lalu, meriam digunakan sebagai penanda waktu berbuka sebelum ada pengeras suara masjid. Sekarang, tradisi tersebut tetap dipertahankan karena dianggap bagian penting dari sejarah Ramadan.

Setiap kali meriam ditembakkan, warga biasanya berkumpul untuk menyaksikan momen tersebut.

2. Lentera Ramadhan yang Mewarnai Kota Mesir

Jika Anda berjalan di jalanan Mesir saat Ramadan, suasana malam terlihat sangat berbeda.

Lampu lentera warna-warni menghiasi rumah, toko, dan gang-gang kecil.

Tradisi ini dikenal sebagai Fanous Ramadan.

Anak-anak biasanya membawa lentera sambil bernyanyi menyambut datangnya bulan suci. Karena itu, Ramadan di Mesir sering terasa sangat meriah dan penuh warna.

3. Penjaga Sahur Keliling di Suriah

Sebelum alarm ponsel dikenal luas, masyarakat Suriah memiliki cara unik untuk membangunkan sahur.

Seorang pria berjalan keliling kampung sambil memukul drum.

Ia memanggil nama warga satu per satu agar bangun sahur.

Tradisi ini dikenal sebagai Musaharati.

Meskipun zaman sudah modern, beberapa kota masih mempertahankan tradisi ini karena dianggap bagian dari identitas Ramadan.

4. Tradisi Ngabuburit di Indonesia

Indonesia memiliki tradisi yang sangat populer menjelang waktu berbuka puasa.

Masyarakat menyebutnya ngabuburit.

Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan berjalan-jalan, berburu takjil, atau berkumpul bersama teman.

Tradisi sederhana ini justru membuat suasana Ramadan di Indonesia terasa sangat hidup.

5. Tradisi Anak-anak Berbagi di Uni Emirat Arab

Menjelang Ramadan, anak-anak di Uni Emirat Arab merayakan tradisi bernama Haq Al Laila.

Mereka mengenakan pakaian tradisional lalu berkeliling rumah warga.

Anak-anak tersebut menyanyikan lagu khusus dan menerima permen atau kacang dari penduduk setempat.

Tradisi ini melambangkan kebahagiaan menyambut bulan Ramadan.

6. Buka Puasa Bersama di Jalanan Turki

Di Turki, suasana berbuka puasa sering terlihat sangat meriah.

Pemerintah kota biasanya menyiapkan meja panjang di jalan-jalan utama.

Warga berkumpul untuk berbuka puasa bersama meskipun tidak saling mengenal.

Tradisi ini memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan selama Ramadan.

7. Chaand Raat di Pakistan

Menjelang Idul Fitri, masyarakat Pakistan merayakan malam yang disebut Chaand Raat.

Pada malam ini, orang-orang pergi ke pasar untuk membeli pakaian baru dan menghias tangan dengan henna.

Jalanan kota menjadi sangat ramai dan penuh warna.

Tradisi ini menandai bahwa Ramadan segera berakhir dan Hari Raya Idul Fitri akan segera tiba.

Tradisi Ramadhan yang Membuat Dunia Terasa Lebih Dekat

Setiap negara memang memiliki budaya yang berbeda.

Namun Ramadan selalu membawa pesan yang sama.

Bulan suci ini menghadirkan kebersamaan, kepedulian, dan kegembiraan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Karena itu, mengenal berbagai tradisi Ramadhan di dunia membuat kita semakin memahami betapa luas dan beragamnya budaya Islam. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • banjir bandang Bandung Barat

    BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Banjir bandang Bandung Barat merendam area wisata dan sawah, disertai longsor di dua kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir bandang Bandung Barat kembali memicu kerusakan pada area wisata dan lahan pertanian, Kamis ini. Peristiwa yang dipicu cuaca buruk itu menegaskan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Barat, terutama pada puncak musim hujan. Cuaca ekstrem […]

  • Ilustrasi jejak peradaban Islam di Asia berupa masjid kuno dan jalur perdagangan bersejarah

    Fakta Mengejutkan Jejak Islam di Asia yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Peradaban Islam Asia menyimpan kisah besar yang jarang diketahui. Jejak peradaban Islam di Asia, sejarah Islam Asia, serta penyebaran Islam di benua ini menunjukkan pengaruh luas yang melampaui batas geografis. Bahkan, banyak wilayah yang berkembang pesat berkat nilai, ilmu, dan budaya Islam yang hadir melalui jalur damai. Menariknya, banyak catatan sejarah justru […]

  • Suasana muslim berdoa dan membaca Al-Qur'an di masjid pada malam Ramadhan yang penuh ketenangan

    Rahasia Besar di Balik Bulan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bulan suci selalu datang membawa harapan baru bagi umat Islam. Namun di balik euforia ibadah dan tradisi yang meriah, makna Ramadhan sering kali tidak benar-benar dipahami secara mendalam. Banyak orang fokus pada rutinitas puasa, sahur, dan berbuka, tetapi lupa pada hakikat Ramadhan, esensi puasa, serta tujuan spiritual Ramadhan yang sebenarnya. Padahal […]

  • Renungan tentang tanda matinya hati menurut Syekh Athaillah dan hadis Nabi Muhammad SAW

    Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati. Syekh Athaillah […]

  • Wali Songo

    Wali Songo dan Peran Besarnya dalam Sejarah Islam Nusantara

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Sejarah Wali Songo dan peran penting mereka dalam penyebaran Islam Nusantara secara damai dan kultural. albadarpost.com, PELITA – Nama Wali Songo telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Islam di Nusantara, terutama di Pulau Jawa. Istilah ini merujuk pada sembilan tokoh ulama yang memainkan peranan penting dalam penyebaran Islam antara abad ke-14 hingga […]

  • begal anak

    Begal Anak di Sukabumi: Respons Polisi Cepat, Pencegahan Masih Lemah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pembegalan anak di Sukabumi menunjukkan erosi rasa aman publik dan kegagalan pencegahan kriminal. Ketika Rasa Aman Publik Runtuh di Jalanan albadarpost.com, EDITORIAL – Kasus begal anak di Kampung Pasir Muncang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengguncang nurani publik. Seorang bocah berusia 11 tahun terseret 200 meter di aspal saat mempertahankan ponselnya. Luka pada perut dan […]

expand_less