Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pengeroyokan Pasar Caringin: Dua Tewas, Polisi Buru Terduga Pelaku

Pengeroyokan Pasar Caringin: Dua Tewas, Polisi Buru Terduga Pelaku

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Pengeroyokan di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, menewaskan dua orang dan menyebabkan seorang lainnya mengalami luka berat. Polisi masih memburu terduga pelaku setelah penyerangan yang terjadi pada Sabtu (24/10/2026) itu diduga dipicu kesalahpahaman antara kelompok yang beraktivitas di kawasan pasar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.50 WIB di area Ruko Blok B-2, Pasar Induk Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay. Sejumlah laporan menyebut kelompok penyerang berjumlah sekitar 30 orang dan menggunakan senjata tajam serta benda keras.

Dua korban meninggal dunia berinisial FR dan T. Sementara itu, korban berinisial AS mengalami luka berat, termasuk cedera pada tangan. Polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian dan mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kasus ini juga mendorong Pemerintah Kota Bandung meminta keterangan pengelola pasar mengenai sistem keamanan di kawasan tersebut. Langkah itu menjadi penting karena Pasar Caringin merupakan pusat aktivitas perdagangan yang setiap hari mempertemukan pedagang, pekerja, dan masyarakat.

Dua Korban Meninggal, Keluarga Luruskan Pekerjaan Korban

Korban FR, berusia 22 tahun, meninggal setelah mengalami luka akibat serangan. Korban kedua, T, yang semula dilaporkan dalam kondisi kritis, kemudian meninggal dunia. Adapun AS menjalani perawatan akibat luka berat.

Di tengah pemberitaan mengenai pengeroyokan Pasar Caringin, muncul informasi bahwa para korban bekerja sebagai juru parkir. Namun, keluarga FR membantah penyebutan profesi tersebut.

Ayah FR menjelaskan bahwa anaknya bekerja membantu pedagang menyiapkan meja dagangan di kawasan pasar. Pekerjaan itu mencakup menata meja sebelum digunakan dan membongkarnya kembali setelah aktivitas perdagangan selesai. Menurut keluarga, korban T juga menjalani pekerjaan serupa.

Klarifikasi ini perlu mendapat perhatian agar pemberitaan tidak mengulang informasi yang belum tepat. Identitas dan pekerjaan korban harus merujuk pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata informasi awal yang beredar.

Keluarga korban berharap polisi segera mengungkap perkara dan menangkap pihak yang bertanggung jawab. Mereka juga menginginkan proses hukum berjalan tuntas tanpa memicu konflik lanjutan.

Polisi Telusuri Dugaan Perselisihan soal Bawang

Menurut laporan BeritaSatu, Kapolsek Babakan Ciparay AKP Kardi menyampaikan bahwa dugaan awal mengarah pada kesalahpahaman antara kelompok pekerja di kawasan pasar. Perselisihan itu disebut berkaitan dengan kecurigaan mengenai pencurian bawang.

Menurut keterangan awal tersebut, kedua pihak sempat menjalani mediasi sebelum situasi kembali memanas. Namun, penyebab pasti penyerangan dan peran masing-masing orang masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.

Polisi menyatakan telah mengantongi identitas terduga pelaku dan melakukan pengejaran. Tim kepolisian dari Polsek Babakan Ciparay dan Polrestabes Bandung menangani perkara tersebut.

Hingga informasi terakhir yang ditemukan pada Minggu (25/10/2026), belum ada konfirmasi tepercaya yang memastikan para terduga pelaku telah ditangkap. Karena itu, status pengejaran menjadi informasi yang perlu diperbarui kembali sebelum berita diterbitkan.

Penyidik masih perlu mengungkap rangkaian kejadian, memeriksa saksi, serta memastikan pihak yang terlibat langsung dalam penyerangan. Dugaan pemicu tidak boleh diperlakukan sebagai motif final sebelum aparat menyampaikan hasil penyelidikan yang lebih lengkap.

Pemkot Bandung Minta Keterangan Pengelola Pasar

Dikutip dari IDNTimes, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta penguatan perhatian terhadap keamanan Pasar Caringin setelah bentrokan tersebut. Pemerintah kota akan berkoordinasi dengan kepolisian dan meminta keterangan pengelola pasar mengenai sistem pengamanan di dalam kawasan.

Farhan menyatakan bahwa pengelolaan Pasar Caringin berada di tangan pihak swasta. Karena itu, pemerintah kota ingin memperoleh penjelasan mengenai pengamanan internal, sementara penanganan perkara pidana tetap menjadi kewenangan kepolisian.

Langkah tersebut menjadi perkembangan penting karena evaluasi keamanan kini tidak hanya menjadi persoalan umum. Pemerintah kota berencana meminta keterangan dari pihak yang mengelola kawasan tempat kejadian berlangsung.

Meski demikian, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa pengelola pasar lalai menjalankan tanggung jawabnya. Penilaian tersebut memerlukan informasi lebih lanjut mengenai sistem keamanan, kondisi saat kejadian, dan hasil pemeriksaan pihak terkait.

Evaluasi juga perlu melihat bagaimana perselisihan antarkelompok dapat dilaporkan dan ditangani sebelum berkembang menjadi kekerasan. Mekanisme pelaporan yang jelas serta koordinasi dengan aparat dapat membantu mencegah konflik serupa, meskipun efektivitas langkah tersebut harus dinilai berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Menunggu Penangkapan dan Kejelasan Kronologi

Bagi keluarga korban, penangkapan pihak yang bertanggung jawab menjadi harapan utama. Sementara itu, masyarakat membutuhkan penjelasan yang utuh mengenai pemicu kejadian dan perkembangan proses hukum.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi atau melakukan aksi balasan. Sikap tersebut penting untuk mencegah bertambahnya korban dan menjaga situasi tetap terkendali selama penyelidikan berlangsung.

Perkembangan yang perlu dipantau berikutnya mencakup penangkapan terduga pelaku, penetapan status hukum, dan penjelasan lebih lengkap mengenai peran setiap pihak. Informasi tersebut harus mengikuti keterangan resmi terbaru.

Dua nyawa telah hilang dalam penyerangan di Pasar Caringin. Kini, publik menunggu bukan sekadar penangkapan, melainkan pengungkapan fakta yang menyeluruh, proses hukum yang transparan, dan langkah nyata agar perselisihan tidak kembali berakhir dengan korban jiwa. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less